
Satu minggu kemudian setelah pernikahan......
Latif begitu kesal dengan asisten pribadinya, dia sudah dua hari, pergi meninggalkan hanif, karena ada masalah dengan kantor cabang di negara J.
Hanif sudah memulai aktifitasnya dua hari setelah pernikahan, saat ini hanif sedang makan siang di apartments yang di tempati hera.
''Kaka, terimakasih yah udah menyempatkan makan siang di sini, hera senang sekali kak. '' ucap hera.
''Iya hera, lagian kaka juga kan sekalian ketemu mas dimas disini, ada kerjaan yang harus di bahas. '' ucap hanif.
Hanif dan hera selesai makan siangnya hanif masuk ke kamar nya untuk sholat terlebih dahulu sebelum dia ke butik untuk bertemu dengan dina.
Setelah selesai sholatnya, hanif langsung pamit pada hera dan segera menuju butik.
Hanif saat ini di larang membawa mobil sendiri, kemanapun dia pergi selalu di dampingi supir, alatif begitu over protektif pada hanif.
Hanif sudah di dalam mobil, dia sibuk dengan leptop di pangkuannya, tiga puluh menit kemudian dia sampai di butik dan langsung masuk karena dina sudah menunggu nya.
''Assalamualaikum... '' ucap salam hanif saat membuka pintu ruangannya.
''Walaikumsallam.... '' ucap dina.
''Kamu itu hanif, aku waktu itu mau ambil pesanan aku yang udah selesai tapi ga boleh, sekarang aku malah menunggu kamu disini. '' ucap dina.
''Maaf dina, aku tadi habis dari tempat hera dulu, kasian dia sendiri disana, dia minta makan siang sama aku, makanya aku ga nolak, takut ngences baby nya nanti pas lahir. '' ucap hanif.
''Sekarang hamil hera berapa bulan emangnya?? ucap dina.
''Masuk tujuh bulan dina. '' ucap hanif.
''Udah besar berarti yah. '' ucap dina.
''Udah lah dina, kemarin baru USG juga. '' ucap hanif.
''Hanif, mana gaun pengantinnya, aku mau lihat dong, penasaran soalnya. '' ucap dina.
''Sebentar aku minta olive untuk membawakannya kesini yah dina. '' ucap hanif sambil menelphone olive.
''Gimana setelah nikah, kamu udah love love sama suami kamu hanif?? '' ucap dina dan membuat hanif mengerutkan dahinya.
''Apa itu love love?? '' ucap hanif bingung.
''Iya kamu udah cetak junior belum hanif, cerita dong gimana rasanya?? '' ucap dina.
__ADS_1
''Cetak junior, emang buku di cetak, lagian masalah itu kan privasi dan aku ga mau jadi konsumsi publik. '' ucap hanif.
''Kamu pelit sekali hanif, cerita sedikit dong, aku kan tiga minggu lagi akan menikah. '' ucap dina.
''Nanti juga kamu ngalamin sendiri dan aku ga mau menjawab pertanyaan menyimpang seperti itu. '' ucap hanif.
''Menyimpang dari mana nya hanif, kamu itu jahat sekali sih, ga mau berbagi sedikit dengan aku. '' ucap dina.
''Stop dina, jangan lanjutkan tuh olive bawa gaun pernikahan kamu. '' ucap hanif saat olive dan dua pegawainya yang lain memasuki ruangan hanif dan membawa pesanan dina.
''Olive terimakasih yah, dan siapkan kotak nya enam yah, lalu bawa kesini. '' ucap hanif.
''Baik nona. '' ucap olive.
''Ya ALLOH hanif, gaun nya indah dan bagus pake banhet, ga sabar pengen cepat cepat hari nya tiba deh hanif. '' ucap dina heboh saat melihat hasil rancangan hanif.
''Makanya jangan kecewakan saya yah dina, kamu harus konsisten sama berat badan kamu, jangan nambah terus, ini udah jadi dan ga bisa di perbesar lagi. '' ucap hanif karena waktu itu dina meminta hanif mengukur ulang karena berat badan di tubuhnya naik dan itu berhasil membuat hanif sangat kelimpungan.
''Iya maafin aku yah, udah jadi gini maa, aku ga mungkin nambah berat badannya. '' ucap dina.
''Harus dong, karena sudah seperti ini maa, ga akan bisa di rombak. '' ucap hanif.
''Oke hanif, aku mau bayar sisa tagihannya hanif. '' ucap dina.
''Nanti olive yang urus dan aku udah kasih potongan harga tiga ratus ribu per item nya, jangan minta lagi diskon yah. '' ucap hanif.
Olive dan satu pegawai masuk membawa kotak untuk gaunnya.
''Olive itu dina mau bayar sisa tagihannya, tolong kamu urus yah dan saya udah masukin potongan nya ke nota milik dina, dan kamu bantu saya packing gaunnya. '' ucap hanif dan olive langsung membawa dina keruangannga, sedang kan satu pegawai membantu hanif merapihkan gaun dina.
Hanif merapihkan nya, dan menyelipkan aksesoris tambahan untuk di gunakan dina, sia sengaja gak memberitahukannya pada dina.
''Kamu pegawai baru di butik ini?? '' ucap hanif.
''Betul nona, saya baru dua minggu kerja disini. '' ucap pegawai hanif.
''Siapa nama kamu?? '' ucap hanif.
''Nama saya erna nona. '' ucap pegawai hanif.
''Oke erna, ayo bantu saya bawa semua kotak ini ke galery. '' ucap hanif dan erna pun mengikutinya dan membawa tiga kotak.
Hanif menuju galery dan menyimpan kotak nya di meja kasir dan hanif duduk di kursi depan meja kasir.
Dina menghampiri hanif setelah membayar semua tagihannya, olive pun mengikuti dari belakang nya.
__ADS_1
''Hanif makasih banyak yah, kamu benar benar membantu aku, semoga butik dan usaha kamu semakin maju dan sukses yah hanif. '' ucap dina.
''Amin ya alloh, makasih doa nya dina, semoga lancar yah acaranya sampai nanti tiba harinya. '' ucap hanif.
''Amiin, makasih hanif, jangan lupa kamu datang yah hanif, nanti kartu undangannya aku kirim ke kamu, aku pamit yah hanif. '' ucap dina.
''Iya dina, ayo aku bantu bawa kotak nya ke mobil. '' ucap hanif dan dina pun mengambil dua kotak dan sisanya di bawa hanif dan olive.
Dina meninggalkan butik, hanif dan olive segera masuk ke dalam butik.
''Lumayan rame yah galery nya olive. '' ucap hanif yang masuk kedalam galery.
''Biasa ajah nona, setiap hari juga seperti ini suasananya, kecuali weekend nona, pasti penuh banget. '' ucap olive.
''Olive ayo ikut saya, saya mau pajang koleksinya sekarang. '' ucap hanif dan olive langsung mengikutinya.
Hanif masuk ke ruangan stock pakaian nya dan mengambil seratus pakaian untuk di pajang dan di jual nya di galeri, semua sudah masuk ke data komputer jadi harga nya sudah tercantum, olive membawa troli pakaian untuk membawa nya ke galery.
Hanif mengikuti dari belakang dan membantu menata dan memajangkan pakaian terbarunya.
Butik hanif terbilang mewah dan koleksi nya selalu di nanti pelanggannya, karena harga yang hanif bandroll tidak terlalu mahal dan terjangkau oleh semua kalangan.
Pintu galeri tak hentinya tertutup dan terbuka, hanif merasa bersyukur dan senang dengan semuanya.
''Alhamdulillah, semoga usaha aku lancar dan tak ada hambatan. '' ucap hanif.
''Itu kan mamah. '' ucap hanif yang melihat mamah mertuanya memasuki galery.
Hanif langsung menghampirinya.
''Mamah. '' ucap hanif dan membuat mamah mertuanya senyum lalu memeluk hanif.
''Sayang, mamah sengaja kesini, mau shoping. '' ucap mamah.
''Ayo hanif temani mamah yah. '' ucap hanif dan mamahnya tersenyum lalu menggandeng lengan hanif.
''Ingat sayang mamah mau shoping dan jangan gratisin mamah, mamah mau bayar. '' ucap mamah.
''No mamah, semua free untuk mamah. '' ucap hanif.
''Ga mau sayang, mamah bareungan teman mamah juga, nanti teman mama malah mau gratisan. '' ucap mamah.
''Oke kalau mamah ga mau free, tapi hanif kasih diskon lima puluh persen dan jangan menolak. '' ucap hanif.
''Gak mau, pokonya normal ajah harganya. '' ucap mamah.
__ADS_1
''Mamah ko gitu sih, pokonya ga mau, mamah harus nurut. '' ucap hanif.
Dan ahirnya mamah mertuanya setuju dengan potongan harga lima puluh persen.