
Hanif telah sampai di rumah sakit yang di sebutkan oleh fatih.
Hanif masuk dan mencari tau pada informasi, setelah mengetahui ruangan nya hanif segera ke ruangan.
''Itu mas fatih, alhamdulilah ahirnya ketemu. '' ucap hanif yang melihat fatih duduk di depan ruangan.
''Mas fatih, gimana keadaan mamah dan ayah?? '' ucap hanif saat menghampiri fatih.
''Hanif, ayah sama mamah udah sadar, dia di dalam ruangan, kamu mau masuk silahkan, tapi ada kak latif di dalam ruangan nya. '' ucap fatih dan hanif langsung terdiam.
''Yaudah, hanif nunggu di sini ajah bareungan mas fatih ajah. '' ucap hanif.
''Kenapa, kamu merasa sungkan dengan kak latif yah hanif?? '' ucap fatih.
''Iya begitu lah, hanif nunggu disini ajah. '' ucap hanif duduk di samping fatih.
Hanif langsung menelphone dimas karena hari ini dia gak akan ke kantor.
''Halo mas dimas. '' ucap hanif saat dimas mengangkat telphone nya.
''Iya nona, selamat pagi, ada apa?? '' ucap dimas.
''Selamat pagi mas dimas, hanif gak akan ke kantor yah hari ini, bisa hendle semua nya kan, hanif udah kirim ke email mas dimas ko file yang hari ini di bahas di meetingnya. '' ucap hanif.
''Baik lah nona, memang ada apa nona sampai gak bisa datang ke kantor?? '' ucap dimas.
''Mamah sama ayah kecelakaan mas dimas, hanif sekarang ada di rumah sakit. '' ucap hanif.
''Oh, baiklah kalau begitu, semoga cepat pulih nona. '' ucap dimas.
''Amiin ya alloh, makasih doanya mas dimas. '' ucap hanif sambil mematikan telphone nya.
Hanif langsung melihat di hadapannya latif berdiri menatap hanif dan hanif mengerutkan dahinya.
''Kamu telphonan sama calon kamu yah?? '' ucap latif.
''Bukan urusan mas latif, permisi saya mau melihat keadaan mamah dan ayah. '' ucap hanif langsung masuk kedalam ruangan.
''Kaka sama hanif udah cerai, janganlah mencampuri urusan nya, urus kehidupan kaka sendiri. '' ucap fatih dan latif tidak menjawab dia langsung duduk membuka handphone nya.
''Oh iya rekamannya belum aku keluarkan, pantesan susah di buka. '' ucap latif.
''Ini rekaman apa yah, ini kan ayah nya tito, mau apa dia datang ke rumah. '' ucap latif tapi saat latif akan membuka nya hanif keluar ruangan dan berteriak.
''Ada apa hanif. '' ucap fatih menghampiri hanif.
''Panggil dokter, mamah udah sadar meembuka matanya mas. '' ucap hanif dan fatih langsung mencari dokter.
Hanif masuk kembali di ikuti latif.
''Alhamdulilah mamah udah sadar yah, mamah inget gak kalau mamah janji ke hanif mau belanja kebutuhan sauqy kan, mamah harus cepat pulih yah. '' ucap hanif sambil memegang tangan mamah.
Mamah hana hanya mengangguk dan senyum, tapi dia melirik latif dan mamah hana langsung memalingkan wajahnya.
''Kenapa mamah, mamah ada yang sakit, sabar yah mamah, mas fatih lagi manggil dokter. '' ucap hanif.
__ADS_1
Tak berselang lama dokter datang dan semuanya menunggu di luar, ayah erlangga masih di rawat di ICU karena keadaan nya masih kritis.
''Mas fatih, kenapa mamah bisa kecelakaan sama ayah, dimana kecelakaannya. '' ucap hanif.
''Saya juga ga tau hanif, saya kan di kantor, mamah bilang mau ke acara ikut ayah. '' ucap fatih.
''Gitu yah mas. '' ucap hanif.
Dokter keluar dan semua menghampiri.
''Gimana keadaan mamah sayah dokter?? '' ucap fatih.
''Nyonya farhana keadaan nya sudah stabil, tapi dia mengalami kelumpuhan pada kakinya, dan dia juga mengalami trauma makanya, nyonya farhana tidak bisa bicara dengan jelas, kita bisa melakukan terapi dan peran keluarga sangat membantu kesembuhan nyonya farhana. '' ucap dokter.
''Baik dokter terimakasih. '' ucap fatih.
Hanif masuk kedalam ruangan dan langsung memeluk mamahnya.
''Hanif janji akan menjaga mamah, hanif akan merawat mamah sampai mamah sembuh. '' ucap hanif sambil menangis memeluk mamah hana.
Mamah hana mengangguk dan ikut menangis.
''Sebaiknya kaka kembali ke rumah, bantu aku mengurus perusahaan, ayah masih koma, mamah juga sekaranv lumpuh, gak mungkin fatih mengurus semua sendirian kaka. '' ucap fatih.
''Baik fatih, kaka akan bantu kamu. '' ucap latif.
Latif duduk bersebelahan dengan fatih dan latif teringat dengan rekaman nya.
Latif membuka rekaman nya dan memutarnya menggunakan earphone yang dia pinjam ke fatih.
Latif kaget dengan percakapannya, ternyata teri telah menipunya.
''Aneh banget itu anak. '' ucap fatih yang masuk ke ruangan mamahnya untuk pamit ke perusahaan.
''Alhamdulilah mamah sadar juga, fatih sangat khawatir mamah. '' ucap fatih dan mamah hana hanya senyum.
''Hanif saya titip mamah yah, ada kerjaan penting saat ini soalnya, gak apa apakan. '' ucap fatih.
''Mas fatih pergi ajah, mamah biar hanif yang jaga di sisni tenang ajah. '' ucap hanif.
''Baiklah kalau begitu, mamah fatih pamit yah, nanti fatih kemari lagi. '' ucap fatih dan mamah hana mengangguk.
Pintu kamar di buka dan yang masuk ayah dan bunda nya hanif.
''Om fadil tanteu marwah. '' ucap fatih sambil mencium tangan orang tua hanif.
''Kamu mau ke kantor yah fatih. '' ucap ayah fadil.
''Iya om, fatih menggantikan ayah soalnya, fatih duluan yah om tanteu, takut keburu mulai. '' ucap fatih.
''Hati hati kamu fatih. '' ucap bunda dan fatih mengangguk langsung keluar ruangan.
''Mba hana, kenapa bisa kecelakaan?? '' ucap bunda.
Mamah hana hanya menangis menjawabnya.
__ADS_1
''Udah bunda, yang penting mamah hana kan sekarang udah sadar. '' ucap hanif.
''Iya sayang. '' ucap bunda.
''Hana kamu jangan takut yah, kita akan jaga kamu dan mengurus kamu sampai sembuh. '' ucap fadil.
''Benar mba, kami semua akan selalu ada untuk mba hana, jangan merasa takut sendiri yah. '' ucap bunda.
Mamah hana tersenyum dan mengangguk.
Hanif tersenyum, dia bahagia dengan semua yang di lihatnya, kebahagiaan yang gak bisa di ganti dengan apapun.
''Hanif ayah mau bicara sama kamu boleh kan?? '' ucap ayah.
''Iya ayah, ayo kita di luar bicaranya. '' ucap hanif.
''Biar bunda yang jaga mamah kamu. '' ucap bunda tersenyum dan hanif mengangguk.
''Ada apa ayah?? '' ucap hanif.
''Ada apa sama mamah kamu, dia baik baik ajah kan, terus ayah erlangga mana?? '' ucap ayah.
''Mamah hana lumpuh ayah dan dia gak bisa bicara karena syok yang membuat mamah hana trauma, kita bisa melakukan terapi dan perhatian keluarga terdekat akan cepat membuat mamah hana pulih, kalau ayah erlangga masih kritis dan di rawat di ICU, belum ada yang boleh masuk juga, paling melihat dari luar kaca. '' ucap hanif.
''Ya alloh, erlangga itu orang baik sayang, kamu jagain mamah hana yah, urus dia seperti mamah kandung kamu sayang, dia akan pulih kalau kamu yang mengurusnya sayang. '' ucap ayah fadil.
''Iya ayah, hanif akan menjaga mamah hana seperti mamah kandung hanif sendiri, kasih sayang mamah hana begitu besar untuk hanif. '' ucap hanif dan ayah fadil senang dengan semuanya.
''Iya sayang. '' ucap ayah sambil mengelus kepala hanif.
Di kediaman alatif......
Alatif masuk dengan wajah yang murka dan mendobrak kamar teri
''Bangun kamu wanita sialan. '' ucap latif murka.
''Maksud kaka apaan sih, aku lagi istirahat loh. '' ucap teri.
''Keluar kamu dari rumah ini, kamu menipu sayah, kamu membuat saya dan istri saya bercerai wanita sialan. '' ucap latif murka.
''Maksud kamu apaan sih kak. '' ucap teri.
''Kamu lupa, di setiao sudut rumah ini ada cctv dan bisa merekam suaranya juga, kamu lupa itu wanita sialan, anak yang kamu kandung bukan darah dagingku, keluar kamu dari rumah ini sekarang juga. '' ucap latif.
''Ini anak kamu kak latif, kenapa kamu percaya rekaman itu. '' ucap teri.
Latif mengambil koper dan memasukan semua pakaian teri, dan menyeret teri dengan paksa.
''Enyah kamu dari hidup saya, ingat satu hal, saya akan laporkan kamu ke polisi dengan kasus penipuan dan pencurian uang di rekening saya, tunggu tanggal mainnya kamu. '' ucap latif sambil menutup pintu dan menguncinya.
Latif mengeluarkan mobil keluar gerbangnya dan masuk kembali untuk mengeluarkan teri dan kopernya.
''Pergi dari hadapan saya, berani kamu muncul di hadapan saya, saya gak akan segan segan hancurkan kamu. '' ucap latif.
Latif langsung mengunci gerbang nya dan masuk kembali ke mobil meninggalkan teri yang berteriak histeris.
__ADS_1
''Aku memang bodoh, mau nya tertipu dengan wanita kurang ajar itu, benar kata mamah, dia memang wanita sialan. '' ucap latif sambil menangis dan menyesal.