
Sauqy di berikan pada ayah nya oleh hanif.
''Dulu kita pengen banget punya anak laki laki, tapi karena bunda kecelakaan, makanya bunda ga bisa punya anak lagi sayang, ayah bilang waktu itu ke bunda, '' nanti kita akan punya cucu pertama laki laki dan ternyata terkabul '' cucu pertama ayah laki laki. '' ucap ayah sambil tersenyum melihat ke arah sauqy yang terlelap di pangkuannya.
''Sayang, bunda mau tinggal disini dulu yah sampai sauqy usia dua bulan, biar bunda bisa membantu menjaga sauqy '' ucap bunda.
''Semua terserah bunda ajah, tapi kalau bunda meminta kami pindah, hanif ga bisa bunda. '' ucap hanif.
''Iya sayang, bunda ga akan minta kamu pindah. '' ucap bunda.
Tiba tiba sauqy menangis kencang di pangkuan ayah nya dan hanif segera membuatkan susu.
Hanif dengan cekatan membuat susu untuk sauqy, dia mengukur panas nya.
''Ini ayah susunya. '' ucap hanif memberikan botol susunya.
''Iya sayang. '' ucap ayah sambil memberikan botol susunya tapi sauqy tetap menangis.
''Sini bunda yang gendong nya ayah. '' ucap bunda dan ayah memberikannya tapi sauqy tetap menangis kencang.
''Sini hanif coba. '' ucap hanif dan bunda memberikannya.
''Sauqy mau di gendong sama mamah yah, eummmm.... bayi tampanku. '' ucap hanif dan sauqy langsung diam dan anteng dengan botol susunya.
''Kalau gitu, bunda ga akan jadi nginep di rumah kamu, sauqy lebih anteng sama kamu mamahnya. '' ucap bunda.
''Ko gitu siih bunda, udah bunda menginap ajah di rumah hanif. '' ucap hanif.
''Paling bunda, pagi kesini dan sore pulang lagi. '' ucap bunda.
''Oke deh, gimana baiknya bunda ajah. '' ucap hanif dan bunda tersenyum.
''Sayang, sauqy tidur sama kamu atau di kamarnya sendiri?? '' ucap ayah.
''Sauqy, tidur sama hanif dulu di kamar hanif, nanti setelah dia besar baru hanif akan biarkan sauqy tidur di kamarnya sendiri. '' ucap hanif.
''Iya sayang, jangan biarkan tidur sendiri yah, masih bayi banget anak kamu nya, bunda takut terjadi apa apa. '' ucap bunda dan hanif mengangguk.
Satu bulan kemudian....
Di kediaman alatif.....
Alatif pulang ke rumah larut malam, dia masuk ke dalam rumah nya dan perutnya terasa lapar, alatif menuju dapur tapi tidak ada apa apa, dapur malah berantakan dan bau.
''Kerjaan wanita itu apa di rumah ini, dapur sampai kotor dan bau busuk. '' ucap latif kesal.
Teri menghampiri dengan perut yang mulai terlihat buncit.
''Kak latif, kapan kita menikah, ini udah mau dua bulan kaka bercerai dengan wanita itu?? '' ucap tery.
''Jangan mimpi kamu, saya hanya mau bayi nya dan bukan kamu, setelah bayi kamu lahir, saya ambil dan kamu pergi sana. '' ucap alatif.
__ADS_1
''Tidak bisa, kalau bayi ini yang kamu mau, aku juga harus kamu nikahi, kalau kamu ga nikahin aku, aku bunuh anak ini. '' ucap teri.
''Berani kamu menggugurkannya, saya gak segan segan melaporkan kamu ke polisi. '' ucap latif.
''Kerjaan kamu di rumah apa, dapur bau busuk sekali, dan ini rumah kotor sekali. '' ucap latif.
''Aku bukan pembantu kak, yang harus mengurus rumah ini, kenapa kaka ga sewa pembantu ajah. '' ucap teri.
''Uang saya habis karena kamu selalu menghamburkannya, jadi kamu ajah yang membersihkan rumah ini, awas saya cape. '' ucap latif.
''Kaka ga berniat buat melongok bayi kita kak, dia ingin ayah nya loh. '' ucap teri.
''Jangan mimpi kamu, saya gak mau. '' ucap latif.
Latif pergi ke kamarnya dan segera menyegarkan tubuhnya.
''Hanif, aku kangen sama kamu, kamu sedang apa disana bidadari surga ku. '' ucap latif menangis di dalam kamar mandi.
Latif segera menyelesaikan mandi nya dan segera memakai pakaian nya.
Latif keluar kamar dan menuju ruang kerjanya untuk mengerjakan kerjaan yang belum selesai.
Latif merintis usahanya dari nol, dia membuka usaha shorum mobil bekas dan di bantu oleh aksel dan riko, sedangkan tito dia tidak membantu karena perusahaan nya bangkrut setelah ayah erlangga memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan nya, dan tidak ada yang mau membantu perusahaannya, ahirnya perusahaan bangkrut.
Latif merebahkan tubuhnya di sofa dan terlelap.
Teri diam diam masuk ke dalam ruang kerja latif dan langsung menghampiri latif yang terlelap.
teri terus melancarkan aksinya karena alatif tidak membuka matanya tapi menikmatinya, teri tidak perduli dengan rancuan latif yang menyebut hanif dan hanif.
''Aku gak perduli kamu merancu wanita itu, aku hanya ingin keperkasaan kamu lagi alatif. '' ucap teri sambil menyatukan miliknya.
Alatif terus menikmatinya dan tak lama alatif mencapai puncak nya, teri pun sama dia mencapai puncaknya dan tertidur di samping alatif, alatif pun tertidur lelap.
Pagi hari menjelang.....
Latif merasakan tubuhnya dingin dan dia membuka matanya, betapa kagetnya karena dia memeluk teri dan mereka sama sama polos.
''Kurang ajar kamu teri. '' ucap alatif sambil mendorong teri dan segera memakai pakaiannya.
''Kamu kenapa kak, gimana kalau bayi aku kenapa kenapa kak. '' ucap teri.
''Itu akibat kamu sendiri, beraninya kamu yah. '' ucap alatif murka.
''Kaka juga semalam menikmatinya, walaupun memanggil wanita bercadar itu. '' ucap teri.
''Berani kamu memanggil istriku wanita bercadar. '' ucap alatif mencengkram dagu teri.
''Dia kan memang bercadar dan ingat kaka, dia bukan istri kamu tapi mantan. '' Ucap teri.
''Berani kamu memanfaatkan kelengahanku, aku usir kamu. '' ucap alatif sambil keluar dari ruang kerja dan membanting pintu dengan kencang.
__ADS_1
Latif masuk ke kamar nya dan segera mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai latif langsung keluar kamar mandi dan memakai pakaiannya.
Latif merebahkan tubuhnya di kasurnya dan membuka handphone nya untuk melihat rekaman hanif selama di rumah nya.
''Ternyata dia berani yah berganti pakaian di dalam kamar dan dia sholat, berarti saat aku di negara J hanif selesai datang bulannya, andai wanita gila itu tidak hamil pasti kita masih bersama hanif. '' ucap latif sambil melihat rekamannya.
Latif melihat semua rekaman di rumah itu dengan menggunakan earphone nya.
Latif terus tersenyum melihat hanif sedang aktifitas di rumah nya.
Tiba tiba handphone berdering dan latif mengangkatnya.
Ternyata telphone dari fatih memberitahukan kalau mamah dan ayah nya kecelakaan dan ada di rumah sakit, alatif langsung bergegas untuk menuju rumah sakit.
Di kediaman hanif.....
Hanif sedang memandikan sauqy yang anteng di dalam bak mandi nya.
Rina menghampiri dan membawa sauqy untuk di jemur di balkon kamar hanif.
Handphone hanif berdering....
''Assalamualaikum hanif, ini saya fatih. '' ucap fatih.
''Walaikumsallam mas fatih, ada apa yah?? '' ucap hanif.
''Saya mau memgabari, kalau mamah dan ayah kecelakaan, kamu bisa datang ke rumah sakit kan hanif sekarang. '' ucap fatih.
''Astagfirulloh.... baik mas, hanif segera ke rumah sakit sekarang. '' ucap hanif.
Fatih menutup telphone nya dan hanif segera bersiao siap.
''Rina kamu jaga sauqy yah, saya harus ke rumah sakit sekarang. '' ucap hanif.
''Siapa yang sakit neng?? '' ucap rina.
''Mamah dan ayah mertua saya rina, mereka kecelakaan barusan mas fatih ngabarin saya. '' ucap hanif.
''Iya neng, saya seperti biasa akan menjaga den sauqy. '' ucap rina.
''Anak nya mamah yang tampan, kamu jangan rewel. yah sayang, mamah mau pergi dulu, mamah ga akan lama ko perginya. '' ucap hanif pada sauqy sambil mencium pipi gembulnya, sauqy seakan mengerti dan membalas dengan senyuman.
''Den sauqy kalau neng pamit ke dia pasti anteng loh neng, tapi kalau neng langsung pergi den sauqy suka rewell dan nangis terus. '' ucap rina.
''Gitu yah rina, oke lah mamah akan pamit sama kamh setiap mamah pergi yah tampan nya mamah. '' ucap hanif.
Hanif segera turun menghampiri linda menuju rumah sakit.
__ADS_1