Gadis Bercadar Jodohku

Gadis Bercadar Jodohku
Eps 19


__ADS_3

Di ruangan keluarga hanif saat ini ramai, karena kedatangan tante farhana dan suaminya, orang tua hanif sudah sepakat akan menjodohkan hanif dan latif.


Dan akan menggelar acara tunangan saat ulang tahun perusahaan mahardika corp di hotel aquila.


Hanif hanya pasrah menerima semua kenyataannya, karena dia gak bisa membuat ayah dan bunda nya kecewa.


Sedangkan latif dia menolak keras perjodohan nya, tapi tanteu farhana mempunyai ide yang akan membuat latif menyetujuinya.


Setelah tante farhana dan suaminya makan malam, mereka pamit karena akan segera memberi tahu pada latif.


Di kediaman keluarga mahardika....


Pagi hari latif sudah bersiap, padahal semalam dia baru tiba dini hari di rumahnya.


Latif langsung duduk setelah mengucapkan salam pada kedua orang tuanya.


''Kamu pulang jam berapa semalam latif?? '' ucap ayah nya latif.


''Jam dua dini hari ayah, kenapa emang??, tumben ayah menanyakan nya. '' ucap latif sambil memakan sarapannya.


''Ayah sama mamah kamu nunggu sampe ketiduran di sofa, kamu malah tenang yah. '' ucap ayahnya latif.


''Siapa yang nyuruh ayah sama mamah menunggu latif pulang, kan latif ga nyuruh. '' ucap latif.


''Jaga bicara kamu latif. '' ucap ayah dengan nada keras.


''Latif, dengerin mamah baik baik, kamu akan di jodohkan dengan hanif dan mamah ga mau kamu menolaknya, kami sudah sepakat akan mengumumkan nya saat pesta ulang tahun mahardika corp dua minggu lagi, kalau kamu menolak, kamu ga akan melihat mamah hidup lagi latif. '' ucap mamah nya latif.


''Ko mamah seenak nya ajah mutusin perjodohan latif, latif ga setuju mamah, suruh fatih yang menggantinya. '' ucap latif.


''Mamah sama ayah pengen kamu yang menikah dengan hanif bukan fatih. '' ucap mamah nya latif.


''Gak mau, mamah. '' ucap latif sambil berdiri dan segera meninggalkan meja makan tapi sebelum latif pergi ayah nya menjerit.


''Mamah... '' teriak ayahnya latif karena istrinya memotong pergelangan tangannya, latif berbalik dan kaget melihat mamahnya, latif langsung kembali dan mengangkat mamahnya untuk di bawa kerumah sakit.


''Mamah kenapa lakuin ini mah, mamah bertahan yah. '' ucap latif sambil memangku mamahnya di dalam mobil tapi mamahnya sudah tak sadarkan diri.


''Kalau sampai mamah kamu kenapa kenapa, kamu ayah coret dari daftar keluarga dan angkat kaki dari keluarga mahardika latif. '' ucap ayah dengan nada emosi.


''Udan dong ayah, jangan bahas itu dulu, yang penting secepatnya mamah di tindak. '' ucap latif.


Mobil sampai di depan pintu IGD, mamahnya latif langsung di tindak, denyut nadinya melemah saat ini.


Fatih datang dan langsung memberi pukulan ke wajah latif.


''Kurang ajar kamu latif, kalau mamah kenapa kenapa, aku masukan kamu ke dalam penjara, cam kan itu latif. '' ucap lantang fatih pada latif, latif hanya diam dan enggan membalas perbuatan adiknya.


''Sudah fatih jangan buat keributan di rumah sakit. '' ucap ayah.


''Ayah, kenapa ga fatih ajah yang menikahi hanif, fatih mau ayah, dari pada mamah jadi korban kan. '' ucap fatih.


''Gak bisa fatih, mamah ingin hanif menikah dengan kaka kamu, ayah juga ga tau alasannya apa, kenapa mamah begitu kukuh untuk menjodohkan nya dengan kaka kamu. '' ucap ayah.


Fatih hanya menghela nafsnya dan duduk di sebelah ayahnya, sedangkan latif duduk menjauh dari ayah dan adiknya.


''Kenapa mamah sampai melakukan tindakan ini, bagaimana kalau mamah sampai ga terselamatkan nyawanya. '' gumam latif sambil tertunduk.


satu jam kemudian dokter keluar dari ruangan IGD.


''Bagaimana keadaan istri saya dokter. '' ucap ayah.


''Keadaan istri anda tadi sempat drop karena nadinya hampir terpotong dan denyutnya melemah, tapi sekarang sudah stabil tuan, saya harap jangan terlalu memberi tekanan pada pikirannya, istri anda terlalu tertekan hingga melakukan semua ini. '' ucap dokter.


''Baik dokter, kami boleh melihatnya. '' ucap ayah.


''Maaf belum bisa tuan, nanti setelah di pindahkan ke ruangan baru bisa melihatnya, saat ini pasieun harus keadaan tenang dulu, saya permisi. '' ucap dokter.


''Ayah, gimana ini, mamah kenapa jadi depresi, gimana kalau mamah nekad lagi ayah. '' ucap fatih.


''Kita berdoa ajah, semoga mamah baik baik ajah, kita harus jaga tekanan batinnya fatih. '' ucap ayah.


''Lihat latif, semua gara gara kamu, mamah jadi depresi. '' ucap fatih.

__ADS_1


''Udah fatih, biarkan kaka kamu menyesali kebodohannya, dia ga tau di balik cadar nya ada mutiara yang berharga. '' ucap ayah sambil membawa fatih duduk di sampingnya.


''Mamah semalam bahagia banget fatih, setelah bertemu dengan hanif, karena hanif setelah di paksa baru mau menerima perjodohannya, mamah cerita ke ayah, kalau hanif cantik banget, mamah sampe nangis melihat wajah hanif, makanya dia ingin kalau hanif jadi menantunya, dan mamah ingin latif yang menikah dengannya. '' ucap ayah.


''Kenapa harus latif, biar fatih yang menikahinya ayah. '' ucap fatih kukuh.


''Kita tunggu mamah sadar fatih, kalau mamah setuju, ayah juga setuju, kamu ngebet banget mentang mentang udah melihat wajah hanif. '' ucap ayah.


''Ea ayah, aku jatuh hati langsung, wajahnya sempurna ayah, melebihi sangat cantik, hanif benar benar menutupi semuanya agar tak terlihat oleh laki laki bukan muhrimnya. '' ucap fatih.


Latif terus mendengar kan obrolan adik dan ayahnya, latif sampai bertekad kalau dia yang akan menikahi hanif, karena latif tidak suka terkalahkan, latif akan menerima perjodohan nya demi mamahnya yang paling di sayang latif.


''Permisi, apa disini ada suami dari nyonya farhana?? '' ucap suster yang baru keluar dari ruangan.


''Saya suster, ada apa yah?? '' ucap ayah.


''Keadaan nyonya farhana sudah stabil,nyonya farhana sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat, silahkan uruskan ruangannya, ini surat untuk pengantarnya, kalau sudah selesai segera kasihkan ke saya, agar kami bisa cepat memindahkan Nya. '' ucap suster.


''Baik suster. '' ucap ayah.


''Ayah tunggu disini, biar fatih yang mengurusnya. '' ucap fatih.


Fatih langsung pergi untuk mengurus ruang perawatan untuk mamahnya.


Latif mendekat ke ayah nya, tapi ayah nya seakan tak perduli.


''Ayah, maafkan latif. '' ucap latif.


''Minta maaf sama mamah kamu, bukan ke ayah. '' ucap ayah.


dua puluh menit kemudian fatih selesai dengan urusan ruangan nya, mamahnya langsung di bawa menuju ruangan nya.


Setelah selesain dengan ruangannya, mamah farhana sekarang masih belum sadar karena efek dari obatnya.


Fatih, latif dan ayah nya, menunggu mamah farhana sadar.


Ayah erlangga berinisiatif untuk menelphone hanif, agar hanif bisa datang dan bisa membuat istrinya sadar, karena sudah empat jam mamah farhana belum sadar.


''Walaikumsallam.... '' ucap hanif.


''Hanif, ini om erlangga, kamu bisa ga datang ke rumah sakit, tante farhana sedang di rawat, mudah mudahan dengan adanya kamu datang, tanteu farhana bisa segera sadar. '' ucap ayah erlangga.


''Astagfirullah, baik om erlangga, hanif akan segera datang, di rumah sakit mana tante hana di rawatnya?? '' ucap hanif dan ayah erlangga pun memberitahu rumah sakit dan ruang rawatnya.


''Ayah nelphone hanif?? '' ucap fatih.


''Iya fatih, mudah mudahan dengan mendengar suara dan kehadiran hanif, mamah kamu bisa segera sadar. '' ucap ayah erlangga.


''Amiin, mudah mudahan ayah. '' ucap fatih.


''mamah cepat sadar yah, mamah kuat. '' ucap fatih.


Latif hanya diam memperhatikan semuanya, dia ga berani mendekat ke ayah dan adiknya.


Kediaman rumah hanif....


''Bundaa, ayah.... '' ucap hanif sambil menghampiri orang tuanya.


''Ada apa sayang, kamu sampe ga pake cadar dan kerudung nya loh. '' ucap ayah.


''Astagfirullah, hanif lupa ayah, yaudah hanif ke atas dulu. '' ucap hanif.


''Mau kemana, udah cerita dulu, ada apa sayang?? '' ucap ayahnya hanif.


''Tante hana sekarang masuk rumah sakit ayah, dan belum sadar sadar. '' ucap hanif.


''Apa, tante farhana maksud kamu. '' ucap bunda.


''Iya bunda, barusan om erlangga nelphone, meminta hanif datang, katanya mudah mudahan dengan kedatangan hanif,tante hana akan segera sadar. '' ucap hanif.


''Yaudah, kamu siap siap sana, biar ayah sama bunda antar kamu, sekalian kita longokin tante hana. '' ucap ayahnya hanif.


''Baik ayah, hanif ke kamar dulu. '' ucap hanif.

__ADS_1


''Lebih baik kita siap siap ayah, agar pas hanif siap kita juga sudah siap. '' ucap bunda.


''Iya bunda. '' ucap ayah.


Saat ini hanif dan kedua orang tuanya sedang di dalam mobil menuju rumah sakit, hanif duduk di depan sebelah supir, sedangkan kedua orang tuanya di kursi belakang.


''Sayang, emang hari ini kamu ga kerja?? '' ucap ayah.


''Gak ayah, aku mau istirahat satu hari ini, besok mulai lagi kerjanya. '' ucap hanif.


''Oh iya, dina sahabat kamu mau menikah yah sayang?? '' ucap bunda.


''Iya bunda, tiga bulan lagi ga tau dua bulan lagi yah, hanif lupa. '' ucap hanif.


''Kamu itu, masih muda udah pelupa. '' ucap ayah.


''Hanif kan memprioritaskan yang penting penting dulu ayah, kalau acara pernikahan dina kan nanti dia kasih undangannya, jadi buat apa di ingat. '' ucap hanif.


''Benar juga sih. '' ucap ayah.


Mobil pun tak terasa sudah sampai di lobi utama rumah sakit, hanif memegang lengan bunda nya dan ayah mengikutinya di belakangnya.


''Kamu tau ruangan nya dimana sayang?? '' ucap ayah.


''Tau ayah, kan om erlangga yang kasih tau tadi. '' ucap hanif.


''Ini kayanya ruangannya. '' ucap hanif.


''Biar ayah yang masuk duluan. '' ucap ayah.


Ayah mengetuk pintu nya dan setelah di persilahkan, hanif dan kedua orang tuanya masuk.


''Assalamualaikum...'' ucap salam pas pintu tterbuka.


''Walaikumsallam... '' ucap kompak om erlangga dan kedua anaknya.


''Fadil, marwah, ayo masuk. '' ucap ayah erlangga.


''Hana kenapa angga?? '' ucap ayah fadil.


''Dia nekad memotong nadinya fadil. '' ucap ayah erlangga.


''Ya allah, kaya hera dong. '' ucap bunda marwah.


Hanif langsung menghampiri tante hana, dan memegang tangannya.


''Tante hana, ini hanif datang, ayo tante sadar yah. '' ucap hanif.


Bunda marwah mendekat pada hanif.


''Dingin banget hanif tangan nya tante hana. '' ucap bunda marwah.


''Ini karena jantungnya belum stabil, hera juga sampe tujuh jam baru sadar. '' ucap hanif.


''Hanifah...'' ucap tante hana.


''Ya allah, tante hana sadar, iya ini hanif. '' ucap hanif.


''Tolong panggilkan dokter, biasanya akan ada obat masuk setelah sadar. '' ucap hanif dan latif lah yang segera keluar memberitahukan nya.


Tak berselang lama dokter dan suster datang, semua di minta keluar ruangan.


.


.


.


.


.


............

__ADS_1


__ADS_2