
''Lebih baik kita ke restoran hotel ajah, biar santai sedikit hanif. '' ucap danil dan hanif menyetujuinya.
Saat ini hanif dan danil duduk di kursi restoran hotel sambil ngemil dan meminum kopi.
''Gimana kalau tuan amir tidak setuju kak danil menikah dengan saya?? '' ucap hanif.
''Saya dan ibu sudah bertemu dengan om amir dan tanteu widia, mereka ga masalah mengenai status karena dulu om amir menikahi tanteu widia seorang janda anak satu dan om amir bujangan, lagian om amir bilang kalau status bukan prioritas, karena kasih sayang tulus dan kebahagiaan adalah yang utama. '' ucap danil.
''Kak danil bilang ga wanitanya aku. '' ucap hanif.
''Belum, karena waktu itu keburu ada halangan dari anaknya om amir, yang penting om amir setuju. '' ucap danil.
''Iya kak, aku juga akan ke rumah mamah hana sama bunda hari ini mungkin. '' ucap hanif.
''Bagus dong lebih cepat lebih baik. '' ucap danil tersenyum.
''Pakaian buat kita menikah sudah selesai loh, bunda kamu sama ibu yang mengatur. '' ucap danil.
''Bagus lah, aku juga sibuk banget jadi susah buat mengatur semuanya. '' ucap hanif.
''Hanif kamu tau kalau saya jatuh hati ke kamu, kasih sayang kamu membuat saya luluh. '' ucap danil.
''Jangan gombal basi. '' ucap hanif.
''Saya gak gombal hanif. '' ucap danil.
Di ballrom hotel alatif terus mencari keberadaan hanif namun nihil.
Bobi menghampiri alatif dan membisikkan sesuatu dan membuat alatif langsung keluar.
Alatif menuju restoran menghampiri hanif dan danil karena bobi membisikan keberadaan hanif.
Hanif dan danil sedang mengobrol tentang masalah kerjaan dan semuanya pun di bahas, kelembutan danil membuat hanif nyaman dan senang.
Alatif menghampiri hanif dan danil menenteng kopi di tangannya.
''Boleh saya gabung, ga baik kalian berduaan gini. '' ucap latif.
''Tuan alatif, kita banyakan disini bukan hanya saya dan calon istri saya. '' ucap danil.
Latif langsung duduk tanpa menunggu di persilahkan.
__ADS_1
''Hanif, apa gak ada kesempatan kedua untuk saya, apa kamu gak mau rujuk dengan saya, saya janji akan berubah dan gak akan mengecewakan kamu lagi, saya mohon sama kamu hanif, fikirkan kembali. '' ucap latif.
''Mas alatif, semua terlambat saya ga mau kecewa untuk kedua kalinya, saya belum siap mas, saya senang kalau mas alatif sudah berubah, kalau untuk rujuk saya ga bisa mas, maafkan saya. '' ucap hanif.
''Pliis hanif, ijinkan saya untuk dekat kembali dengan kamu, berikan kesempatan. '' ucap latif.
''Maafkan saya mas alatif, saya ga bisa dan itu ga mungkin mas, saya masih sakit dengan ucapan kamu waktu itu, saya sedang berduka tapi kamu malah memilih wanita itu, saya tau waktu itu kamu belum tau masalahnya tapi tetap ajah membuat saya sakit, lebih baik kita bersaudara saat ini mas, saya juga akan segera menikah soalnya. '' ucap hanif.
''Segitu bencinya kamu sama aku hanif, sampai kamu gak memberi kesempatan sama saya hanif. '' ucap latif.
''Tuan alatif, bukan saya ikut campur dengan semua nya, tapi saya hanya ingin memberitahukan pada anda, hanifah anandina adalah calon istri saya, kalian hanya mantan dan saya mohon hargai keputusan hanif. '' ucap danil.
Latif langsung pergi dengan amarah, hanif hanya bisa mengelus dadanya, di saat dia terpuruk alatif memilih wanita lain, saat ini di saat hanif bangkit alatif malah meminta kembali, sungguh membuat hanif sakit.
''Sudah, kamu jangan berfikiran macam macam yah, ada saya yang akan jaga kamu dan sauqy. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
''Aku pergi yah kak, mau jemput bunda dulu soalnya. '' ucap hanif.
''Mas yang antar yah. '' ucap danil dan membuat hanif melihat ke arah danil.
''Bolehkan aku meminta kamu memanggil saya mas?? '' ucap danil dan hanif mengangguk.
Hanif dan danil berjalan beriringan menuju mobil danil dan hanif langsung masuk ke dalam mobil dan langsung duduk.
''Pakai sabuk pengamannya sayang. '' ucap danil dan membuat hanif bengong dengan ucapan danil.
''Kenapa lihatin nya seperti itu?? '' ucap danil dan hanif langsung memakai sabuknya.
Hanif hanya diam dan gak banyak bicara, danil pun ikut diam dan canggung dengan situasinya.
Dua puluh menit kemudian mobil sampai di pelataran rumah kediaman bunda nya hanif.
Hanif segera masuk dan sauqi menghampiri menggunakan stroler nya.
''Assalamualaikum jagoan mamah, tau yah kalau mamah datang kamu nyambut mamah yah. '' ucap hanif sambil tersenyum dan mencium pipi sauqy yang gembul.
Danil masuk dan sauqy langsung menghampiri danil sambil tersenyum dan ingin meminta di gendong.
''Jagoan nya papah, ayo papah gendong yah sayang. '' ucap danil dan hanif kembali melirik ke arah danil.
''Kita harus terbiasa sayang, kan sauqy juga akan menjadi anak aku. '' ucap danil tersenyum.
__ADS_1
Hanif langsung masuk dan menghampiri bundanya.
''Bunda ko beluk siap, ayo kita ketemu mamah hana. '' ucap hanif saat menghampiri bunda.
''Bentar sayang, mamah hana masih di rumah sakit barusan bunda hubungi. '' ucap bunda.
''Ehh, sauqy ko malah di gendong, padahal suruh di stroler ajah danil, dari tadi anteng soalnya. '' ucap bunda.
''Gak apa apa tante, danil senang malah. '' ucap danil yang langsung duduk sambil memangku sauqy.
''Yaudah gimana kamu ajah, hanif bunda siap siap dulu yah. '' ucap bunda.
''Iya bunda. '' ucao hanif.
Rina menghampiri hanif dan kaget melihat pria di hadapannya, rina jadi serba salah harus memberitahukan nya kapan pada hanif.
''Rina, tolong buat kan minum yah buat mas danil. '' ucap hanif dan rina mengangguk.
''Baik neng, saya buatkan dulu yah. '' ucap rina dan hanif mengangguk.
''Kenapa sama dia, kaya baru ketemu ajah deh, lihatin aku sampe gitu. '' ucap danil.
''Karena rina baru melihat laki laki di rumah ini, kamu tau kan mas disini semua perempuan pekerjanya. '' ucap hanif dan danil mengangguk nganggukkan kepalanya.
''Pantas ajah. '' ucap danil.
''Aku kan dari kecil pakai cadar mas, ayah membuat semua jadi lebih mudah buat aku, jadinya ayah memperkerjakan semuanya itu perempuan. '' ucap hanif.
''Berarti nanti di rumah kita semua pekerja nya wanita yah, mas akan siapkan semuanya, kamu jangan khawatir sayang. '' ucap danil.
''Mas kalau nanti kita sudah menikah, maukan mas tinggal di rumah punya hanif, hanif dan sauqy sudah nyaman semuanya sudah tersedia mas, mau kan mas tinggal di rumah hanif. '' ucap hanif sambil melihat ke arah danil.
''Masa sih, mas tinggal di rumah wanita, gak mau. '' ucap danil.
''Mas kalau mas belum tau yah, komplek rumah hanif saat ini sangat di inginkan oleh oleh banyak orang loh, om amir ajah sampai memohon waktu itu ingin satu rumah di komolek. '' ucap hanif.
''Baiklah mas mau tinggal di rumah kamu, tapi kamu janji yah akan mengurusi semua keperluan mas. '' ucap danil.
''Yaiyalah mas, masa mas di urus sama tetangga. '' ucap hanif.
__ADS_1