
Sauqy sudah menguap terus dan hanif hanya tertawa melihatnya, karena sauqy masih ingin bermain tapi matanya sudah lima watt.
''Kamu ke anak malah ngetawain. '' ucap danil karena melihat hanif menertawakan sauqy.
''Lucu mas, lihat ekspresinya itu. '' ucap hanif sambil menunjuk sauqy.
''Yaudah mas mau bikinin susu buat sauqy dulu. '' ucap danil namun hanif melarangnya.
''Jangan mas, kamu tepok tepok ajah pahanya, sauqy akan langsung tidur, kalau bikinin susu nantinya percuma juga gak akan di minum. ''
ucap hanif dan danil langsung menghampiri sauqy dan menggendongnya, sauqy tidak menolak dan langsung memeluk leher danil.
''Mas ke kamar yah mau boboin dulu sauqy. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
Rina menghampiri dan langsung merapihkan mainan sauqy, hanif langsung ke dapur dan membuatkan pasta sesuai keinginan danil.
Tiga puluh menit kemudian pasta selesai dibuat oleh hanif dan danil pun turun ke lantai satu menghampiri ke dapur.
''Ini pasta yang mas mau, sebenarnya dari kemaren kemaren maunya, tapi gak enak nyuruh kamu. '' ucap danil.
''Jangan gitu mas, kalau menginginkan sesuatu langsung bilang ajah mas, biar aku buatkan sapa tau itu ngidam nya dede utun, bener kan. '' ucap hanif dan danil hanya tersenyum dan memakan fasta nya dengan lahap.
Hanif hanya mengelap sisa makanan yang menetes di dagunya danil, danil hanya tersenyum dengan tindakan hanif dan hanif juga membalasnya dengan tersenyum.
''Kamu kaya anak kecil mas. '' ucap hanif sambil tersenyum.
''Anak kecil apaan, mas lagi makan fasta buatan istri tercinta. '' ucap danil.
''Mas seperti anak kecil yang baru di belikan jajanan nya, makan sampai lahap banget dan menetes. '' ucap hanif.
Danil hanya tersenyum dan melanjutkan memakan makanannya.
Di kediaman om amir dan tante widia.....
Setelah berbicara dengan adiknya, ibu rossa langsung mencari pita yang pergi dari rumah.
Ibu rossa menghubungi pita tapi nomernya tidak aktif dan ibu rossa memutuskan untuk kembali pulang dan menunggu pita di rumah.
Saat mobil sampai di halaman rumahnya, ibu rosa kaget melihat piya sedang duduk dan menangis.
''Kamu kenapa pas keluar dari rumah gak menghubungi nomernya uwa?? ''
ucap ibu rosa saat menghampiri pita yang sedang duduk di teras sambil menangis.
''Pita ga kefikiran uwa, pokonya tujuan pita kesini ajah gak kemana kemana lagi. ''
__ADS_1
ucap pita sambil menangis sesegukan.
''Kamu kesini sendiri?? ''
ucap ibu rosa sambil membuka pintu rumahnya dan di ikuti pita yang masuk kedalam rumah.
''Pita di anter kak kemal uwa, nanti kak kemal kesini pas pulang kerja. '' ucap pita.
''Kamu beruntung punya kemal yang menyayangi kamu, kalau danil tau kamu disini, dia akan marah loh. '' ucap ibu rossa.
''Jangan kasih tau kak danil uwa, nanti kak danil usir pita dari sini. '' ucap pita.
''Danil gak sejahat itu pita, kamu yang membuat danil jadi marah ke kamu, coba kamu gak jahatin istrinya, mungkin danil akan membantu kamu supaya si alatif bertanggung jawab. '' ucap ibu rossa.
''Iya uwa, ternyata alatif sangat mencintai kak hanif dan hatinya di penuhi kak hanif, dia malah bilang membalas penghinaan pita ke kak hanif, katanya biar pita merasakan di hina oleh orang orang dan semuanya benar uwa, pita di hina teman pita dan ibu ibu komplek di dekat rumah, makanya papah marah sama pita dan langsung mengusir pita. '' ucap pita sambil menunduk.
''Makanya kamu itu berfikir sebelum bertindak, hanif menggugat cerai latif karena dia kan menghamili wanita lain, hanif ga siap di madu dan naasnya latif belum pernah menyentuh hanif, makanya latif begitu tergila gila ke hanif kamu harus tau pita, hanifah anandina adalah gadis bercadar yang baik hati dan menjaga kesuciannya untuk laki laki halalnya, hanifah menutup wajah dan memakai pakaian tertutup itu karena dia ingin melindungi tubuhnya dan rupa nya dari laki laki seperti alatif dan kamu malah terang terangan memberikan tubuh kamu ke alatif, sama seperti kucing di beri ikan, langsung di makan, sekarang semua sudah terjadi hadapi dan terima semua yang sudah kamu lakukan dan ini buah dari hasilnya, ahirnya kamu hamil dan alatif gak mau tanggung jawab. '' ucap ibu rosa dan membuat pita diam dan menangis..
''Iya uwa, pita menyesal sekarang pita harus bagaimana uwa. '' ucap pita.
''Kamu udah coba berbicara dan meminta tanggung jawab pada alatif?? '' ucap ibu rosa.
''Udah uwa kemarin lusa tapi alatif bilang, anak ini bukan anaknya, bisa ajah pita berhubungan denga laki laki lain, itu yang alatif katakan uwa, terus alatif bilang pita harus merasakan dihina seperti dulu pita menghina hanif dan alatif hanya tersenyum licik uwa, tolongin pita uwa pita bersumpah gak pernah berhubungan dengan pria lain dan anak ini murni anaknya alatif. '' ucap pita.
''Kita fikirkan nanti ajah, sekarang kamu mandi sana dan istirahat, kalau mau makan tinggal hangatkan makanan di kulkas ada, uwa mau istirahat. '' ucap ibu rosa dan pita mengangguk.
Danil selesai makan fasta dan menyusul hanif yang lebih dulu ke kamar untuk istirahat.
''Gosok gigi dan bersih bersih mas, jangan langsung tidur yah. '' ucap hanif saat danil akan menghampiri nya.
''Iya sayang, mas mau ke kamar mandi ini juga. '' ucap danil.
Hanif tertidur sambil memeluk sauqy, danil selesai dengan bersih bersihnya dan mengganti pakaiannya langsung ikut tidur dengan hanif dan sauqy.
Tepat pukul lima pagi hanif membuka matanya dan langsung membangunkan danil untuk sholat subuh berjamaah, danil tidak susah untuk di bangunkan.
Sauqy terbangun saat hanif dan danil sedang sholat, sauqy langsung mengambil botol susu di meja yang telah hanif siapkan dan sauqy langsung tidur di sofa karena gak bisa menaiki ranjang yang tinggi, setelah selesai sholat hanif langsung tersenyum melihat anaknya yang begitu pintar dan mengerti.
Danil setelah sholat langsung menghampiri sauqy dan mengajaknya mengobrol, karena sauqy selalu menjawab semua pertanyaan danil, walaupun sauqy tidak fasih mengucapkannya dan itu membuat danil tertawa tawa.
''Mas jahat banget sih, anak sendiri di permainkan udah sana mandiin sauqy, sekalian kamu mandi aku udah siapkan semuanya di kamar mandi. '' ucap hanif.
''Iya sayang, ayo jagoan kita mandi. '' ucap danil sambil menggendong sauqy dan membawanya ke kamar mandi.
Hanif menyiapkan peralatan sauqy setelah mandi dan membuatkan susu untuk sauqy.
__ADS_1
Pintu kamar mandi terbuka dan sauqy keluar dengan menggunakan handuk dah membuat hanif tersenyum, hanif langsung menggendong sauqy dan memakaikan pakaian nya.
Sauqy tidak rewel kalau sedang di pakaikan pakaian, malah sauqy anteng dengan mainan di tangannya.
''Jagoan mamah udah ganteng dan wangi. '' ucap hanif saat setelah memakaikan bedak di wajah sauqy dan mencium pipinya sauqy.
sauqy langsung meminta turun karena ingin makan, hanif pamit ke danil dan langsung turun ke lantai satu.
''Jagoan opah udah ganteng dan wangi, mau kemana sauqy nya heummm... '' ucap ayah yang menghampiri sauqy dan menggendong sauqy.
''Mau makan opah, sauqy laper. '' ucap hanif saat sauqy di gendong ayahnya.
''Hanif siapkan sauqy makan yah ayah. '' ucap kembali hanif dan ayah mengangguk.
Hanif menyiapkan makanan untuk sauqy, sedangkan bunda sedang menata makanan untuk sarapan di meja makan.
Danil menuruni tangga dengan setelan kantornya yang hanif siapkan, danil menyapa ayah dan bunda, lalu ikut sarapan bareungan semuanya.
Seperti biasa, sarapan dengan keheningan sepuluh menit kemudian sarapan selesai, danil lebih dulu pamit.
Hanif mengantarkan dengan sauqy ke depan.
''Hati hati yah mas kerjanya, aku nanti siangan paling mau ke butik. '' ucap hanif saat danil mencium keningnya.
''kamu juga hati hati yah, kalau mau kamu ke kantor mas nanti siang, kita makan siang bareungan yah. '' ucap danil.
''Insya allah yah, takutnya kerjaan aku belum selesai juga mas. '' ucap hanif dan danil mengerti.
Danil masuk ke mobil nya dan menjalankan mobilnya meninggalkan halaman rumah.
Hanif masuk menyusul sauqy yang lari kedalam rumah dan hanif hanya tertawa melihat sauqy jatuh dan menangis.
''Kamu itu anak jatuh dan nangis itu tolongin, malah di ketawain. '' ucap ayah yang membantu sauqy untuk bangun dan menggendongnya.
''Lucu lihat ekspresinya ayah, makanya hanif tertawa juga. '' ucap hanif.
Handphone hanif berdering.....
.
.
.
__ADS_1
.
............