Gadis Bercadar Jodohku

Gadis Bercadar Jodohku
Eps 63


__ADS_3


''Hanif..... '' ucap seseorang.


Hanif langsung mencari asal suara nya.


''Dina.... '' ucap hanif kaget karena dina berdua dengan kak ilyas seniornya dulu saat kuliah.


''Hanif, gimana kabar kamu?? '' ucap dina dan saat akan memeluk hanif, sauqy langsung membalikkan tubuhnya ke arah hanif.


''Maaf dina, anak aku takut sama orang yang baru di lihat, kayanya anak aku nyangkanya kamu mau gendong dia bukan mau pelukan. '' ucap hanif sambil memeluk tubuh sauqy.


''Lucu banget sih anak kamu hanif, ganteng. '' ucap kak ilyas.


''Makasih kaka. '' ucap hanif.


''Kalian berdua ini. '' ucap hanif namun segera di potong oleh dina.


''Iya hanif kita menjalin hubungan, doakan kita berjodoh yah. '' ucap dina sambil memegang tangan hanif.


''Waah, selamat yah dina dan kak ilyas, hanif doakan yang terbaik untuk kalian, semoga secepatnya menyusul hanif untuk menikah. '' ucap hanif dan membuat dina kaget karena dina taunya hanif sudah bercerai dengan latif.


''Bukannya kamu udah berpisah sama latif?? '' ucap dina.


''Memang saya sudah berpisah dina, tapi dua bulan lalu saya menikah lagi. '' ucap hanif.


''Kenapa kamu ga kasih tau saya hanif, tega. '' ucap dina.


''Maaf karena memang hanya keluarga inti yang hadir, anisa ajah ga tau bukan hanya kamu. '' ucap hanif.


''Ini anak kandung kamu atau gimana, kamu sama latif kan?? '' ucap dina terpotong karena hanif langsung menyela nya.


''Ini anaknya hera dan sekarang menjadi anak aku dina makanya dekat banget sama aku. '' ucap hanif.


''Oh, anaknya hera yah. '' ucap dina dan hanif mengangguk.


''Maaf neng, semua belanjaan kita semua sudah selesai dan belanjaan rumah juga sudah neng. '' ucap rina yang menghampiri hanif.


''Iya rina, ini tolong di satukan sama belanjaan yang lainnya, langsung ke kasir yah duluan, saya langsung susul kamu ko. '' ucap hanif memberikan troli belanjaannya dan rina menerimanya dan langsung menuju kasir.


''Dina, kak ilyas maaf saya gak bisa lama, semoga kalian segera ke pelaminan dan jangan lupa undangan nya, kalau masalah gaun kalian jangan takut, saya akan buatkan yang spesial. '' ucap hanif.


''Siap hanif, makasih yah untuk semuanya. '' ucap dina dan hanif mengangguk.


Hanif langsung menghampiri rina dan yang lainnya ke kasir untuk membayar semua tagihannya.


Dina dan ilyas melanjutkan belanjaannya.


Ilyas begitu senang bertemu hanif kembali, dia tidak pernah melupakan rasa yang pernah tumbuh untuk hanif, wanita yang di cintainya semasa kuliah dan sampai sekarang rasa itu masih ada, namun ilyas sadar akan perasaannya, karena hanif sudah dimiliki orang lain.


Hanif menghampiri rina di kasir dan menunggu semua di totalkan.


Handphone hanif berdering dan danil lah yang menelphone nya.


''Asalamualaikum mas. '' ucap hanif saat mengangkat telphone nya.


''Walaikumsalam sayang lagi dimana ini, kenapa ramai sekali?? '' ucap danil.

__ADS_1


''Lagi di mall belanja bulanan mas, terus lagi ngabisin uang kamu juga ini. '' ucap hanif sambil tersenyum.


''Alhamdulillah dong, ahirnya kamu pakai juga uangnya, habiskan ajah sayang pakai sepuas kamu, mas juga kan nyari uang buat di habiskan sama kamu. '' ucap danil dengan senyum khas nya.


''Kamu ini ngejekin aku mas, bukan nya nyuruh ngabisin uang kamu. '' ucap hanif.


''Gak sayang, siapa yang ledekin kamu, beneran tau mas seriusan, pakai uangnya karena setiap bulan mas selalu penuh isiinnya. '' ucap danil.


''Oke, aku mau habiskan yah mas dan jangan menyesal uangnya bakalan terkuras, karena aku bawa bibi, rina linda dan mba fani juga buat shoping. '' ucap hanif.


''Bagus dong sayang, mereka semua kan pegawai kamu yang tekun dan rajin, belanjakan mereka juga yah jangan pelit pelit. '' ucap danil yang senang karena hanif begitu memperhatikan ART di rumahnya.


''Udah dulu maas, aku mau bayar tagihannya, nanti di sambung lagi. '' ucap hanif karena melihat rina selesai di kasirnya.


Danil pun langsung mengakhiri panggilannya dan melanjutkan kerjaan nya.


Hanif langsung menghampiri kasir dan membayarnya.


''Nanti di rumah ajah yah pisahin nya, kalau bisa ini semua simpan ke mobil dan saya tunggu kalian di toko nandin itu yah. '' ucap hanif menunjuk toko pakaiannya.


Semua mengangguk dan membawa kantong belanjaan menuju mobil di parkiran.


Hanif menghampiri toko dan di sambut langsung oleh olive.


Toko hanif sangat lengkap, dari pakaian anak anak sampai dewasa dan harga nya pun sangat ramah di kantong dan kualitasnya pun sangat bagus, makanya semua store pakaian hanif sangat banyak konsumennyaa, hanif pribadi yang mendesain semuanya di bantu disainer lainnya juga.


''Selamat siang nona. '' ucap olive dan hanif mengangguk langsung masuk.


''Ramai sekali tokonya olive. '' ucap hanif yang masuk dan di dalam sangat banyak orang yang sedang berbelanja.


''Semua toko nandin sangat laku nona, bukan hanya di cabang ini. '' ucap olive.


''Kita keruangan nya ajah nona, jangan disini biar lebih nyaman. '' ucap olive.


''Saya lagi nunggu pegawai saya yang lagi ke parkiran, panggil ajah suruh kesini desainer nya. '' ucap hanif dan olive mengangguk langsung menuju ruangan disainernya.


Rina dan yang lainnya masuk kedalam toko dan menghampiri olive.


''Ayo kalian bebas mau belanja yang mana, pokonya dua style silahkan, dari atas sampe bawah dan pilih dua dua yah. '' ucap hanif dan semuanya mengangguk dan segera memilih belanjaannya.


''Selamat siang nona, saya bunga disainer di toko cabang ini. '' ucap bunga.


''Siang juga bunga, semoga kamu betah kerja disini dan utamakan kejujuran yah. '' ucap hanif dan bunga mengangguk.


''Kamu boleh kembali ke kerjaan kamu. '' ucap hanif dan bunga langsung pamit keruangannya.


Olive memberikan laporan hasil penjualan toko satu minggu kebelakang dan hanif langsung memeriksanya karena sauqy tertidur di pangkuannya, jadi hanif bisa mengerjakannya dan menelitinya.


Hanif langsung menandatanganinya dan memberikan kembali ke olive.


''Terimakasih ya allah, engkau mempercayai hamba menjaga titipanmu. '' ucapan hanif dalam hatinya.


Dua minggu kemudian.....


Setelah acara shoping seharian itu, hanif menjadi lebih sibuk karena hanif membuka cabang toko fashion nya yang baru dekat dengan pusat kota.


Danil sudah satu minggu tidak mengabari hanif, total satu bulan danil meninggalkan hanif dan sauqy, hanif tidak mempermasalahkannya karena hanif merasakan sibuknya mengurus perusahaan.

__ADS_1


Hari ini hanif mengunjungi rumah mamah hana, di antar bunda dan ayahnya, sauqy pun hanif bawa tanpa rina tapi di antar linda.


Di rumah mamah hana saat ini ramai karena ada besan nya mamah hana, orang tuanya anisa yang datang, mamah hana tetap resah menunggu hanif yang belum sampai.


Alatif yang melihat mamahnya gelisah pun menghampirinya.


''Mamah kenapa ga tenang gini?? '' ucap alatif sambil duduk dan memegang tangan mamahnya.


''Mamah nunggu hanif, kenapa belum sampai ajah yah dan keduluan sama keluarga anisa. '' ucap mamah hana.


Latif tersenyum dan menenangkan mamahnya yang menunggu hanif.


''Kalau ajah waktu itu latif ga gegabah, mungkin hanif tetap bersama sama kita mamah, maafkan latif mamah. '' ucap latif sambil memeluk mamahnya.


''Udah latif, semua sudah takdir allah dan kita harus menerimanya. '' ucap mamah hana.


Mamah hana menghampiri pintu karena mendengar tangis anak kecil dan latif mengikutinya.


''Assalamualaikum mamah... '' ucap hanif yang langsung menerima pelukan mamah hana.


''Walaikumsalam sayang, kamu apa kabar?? '' ucap mamah hana saat hanif melepas pelukannya.


''Alhamdulillah hanif baik, mamah sama ayah gimana kabarnya?? '' ucap hanif.


''Mamah baik setelah melihat kamu. '' ucap mamah hana dan membuat ayah dan bunda geleng geleng kepala.


''Ayo masuk jangan diam di pintu gini, lihat sauqy mau turun terus. '' ucap ayah fadil.


''Ayo sayang kita masuk. '' ucap mamah hana.


Bunda dan ayah masuk terlebih dahulu karena sauqy terus ingin turun dan merangkak di bawah.


''Hai hanif, apa kabar kamu?? '' ucap latif sambil mengulurkan tangannya namun hanif menakupkan kedua tangannya.


''Hanif baik seperti terlihat mas, hanif masuk yah mau ketemu ayah. '' ucap hanif dan latif mengiyakannya.


Hanif masuk dan mengucap salam, semuanya menjawab serentak.


''Ada pengantin nieh. '' ucap hanif saat melihat anisa.


''Kamu itu hanif, malu tau di bilang gitu. '' ucap nisa.


''Kenapa malu, emang udah buktinya. '' ucap hanif.


Hanif langsung menyalami keluarga nisa semuanya.


Ayah keluar dari kamar karena mendengar suara hanif.


''Hanif... '' ucap ayah erlangga dan membuat semua kaget karena ayah bisa berbicara.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.........


__ADS_2