
Bunda dan hanif sudah sampai di apartments yang di tinggali oleh hera.
''Bunda. '' ucap hera saat membuka pintu dan langsung memeluk bundanya.
''Kamu lebih berisi sekarang. '' ucap bunda saat melepas pelukan dari hera.
''Iya bunda, kan aku lagi hamil. '' ucap hera.
''Hera, cepat ganti pakaian kamu, kita jalan jalan hari ini. '' ucap hanif.
''Oke kak, hera ganti pakaian dulu. '' ucap hera.
Bunda masuk ke dalam apartments dan kagum melihat kemewahan apartments yang bi berikan hanif untuk di tinggali hera, fasilitas pun lengkap.
''Bunda kenapa melamun gitu. '' ucap hanif yang melihat bundanya hanya menatap seisi apartments nya.
''Terimakasih sayang, kamu benar benar menjaga hera, memberi pasilitas lengkap dan melindungi hera, bunda bangga ke kamu hanif. '' ucap bunda dengan menitikan air matanya.
''Dengar bunda, hera adalah adiknya hanif dan hanif akan menjaganya bunda, hanif akan selalu melindungi hera, hanif sangat sayang ke hera. '' ucap hanif.
''Bunda percaya sayang, maafkan bunda gak bisa membantu kamu untuk menolak perjodohan ini, maafkan bunda. '' ucap bunda.
''Bunda sayang, hanif akan selalu menurut dengan semua yang ayah dan bunda ucap kan, karena hanif percaya perjodohan ini yang terbaik untuk hanif. '' ucap hanif.
Rina datang membawa dua gelas minuman untuk hanif dan bundanya.
Hera juga sudah rapih dengan pakaian nya.
''Rina, kamu hari ini boleh keluar apartments, terserah mau kemana juga asal jangan pulang lewat dari jam tujuh malam.'' ucap hanif.
''Baik nona, terima kasih. '' ucap rina patuh.
''Gaji kamu bulan sekarang udah saya transfer dan ini uang cash buat kamu belanja yah anggap ajah bonus untuk kamu, saya pamit mau ajak hera sekalian. '' ucap hanif dan rina hanya mengangguk.
Hanif, hera dan bunda saat ini sedang di perjalanan menuju bank, hera dan bunda menunggu di kedai samping bank, dan hanif masuk sendiri ke dalam bank.
Hanif mencairkan uang nya sebagian di masukan ke rekening dan sebagian dia tarik tunai untuk di sumbangkan dan untuk belanja dengan adik dan bundanya.
Tiga puluh menit kemudian hanif selesai di bank lalu segera menyusul adik dan bundanya di kedai dan mengajak bunda dan adiknya untuk segera ke tempat tujuan pertamanya.
__ADS_1
''Kak hanif habis dapat rezeki namplok yah, aku di belanjain semua yang aku inginkan, terus di kasih uang jajan tambahan lagi. '' ucap hera senang saat di dalam mobil menuju pulang ke apartments setelah hanif mengajaknya shoping.
''Iya hera, kaka dapat rezeki, makanya belanjain kamu bunda dan ayah juga, kaka juga memberi sedikit uang untuk di sedekahkan. '' ucap hanif.
''Tapi ko kaka ga belanja, cuma hera sama bunda yang belanja?? '' ucap hera.
''Kaka udah bosen hera melihat berbagai macam pakaian, tas sepatu, dan yang lainnya, kaka juga masih punya barang barang yang masih baru dan belum di pakai, kaka gak bisa belanja lagi kan. '' ucap hanif.
''Pokonya makasih kaka, hera senang banget. '' ucap hera.
''Bunda bangga sama kamu hanif, bunda harap kamu mendapatkan kebahagian di kehidupan kamu. '' ucap bunda.
''Amiin yarobbal alamin, makasih untuk doanya bunda. '' ucap hanif.
''Besok kamu datang ke acara pertunangan kaka kamu yah hera,bunda ingin kamu menyaksikan nya. '' ucap bunda.
''Iya bunda, kak hanif sudah mempersiapkannya ko. '' ucap hera.
''Syukur kalau begitu. '' ucap bunda.
''Bunda ga usah khawatir, hanif sudah mempersiapkan semuanya untuk hera, dan hera akan aman bunda. '' ucap hanif.
Beberapa menit kemudian mobil sampai di apartments, bunda, hera dan hanif segera turun dan menuju unit apartments nya.
''Bunda beneran akan masakin makanan buat hera kan, hera ingin makanan kesukaan hera yang bunda buatkan. '' ucap hera.
''Iya sayang, bunda akan masakin kamu dan kak hanif masakan kesukaan kalian, makanan yang enak. '' ucap bunda.
''Makasih bunda. '' ucap hera.
Saat hera, hanif dan bunda menuju lift, mereka berpapasan dengan alatif dan aksel.
Dan bunda mengundang alatif dan aksel untuk makan siang bersama dengan masakan yang akan bunda masak, alatif ternyata setuju dengan undangan makan siangnya, padahal alatif ada janji dengan wanita nya di unit aksel.
''Kan tanteu marwah mau masak dulu dan setelah siap dia akan memberi tahu, masih ada waktu dengan wanita itu di unit aksel. '' ucap latif di dalam hatinya.
''Bunda sama hera duluan ajah ke unit yah, hanif ada sedikit kerjaan soalnya, nanti hanif menyusul dan rina juga ga kemana mana jadi bunda bisa di bantu rina. '' ucap hanif.
''Oke sayang, kamu jangan telat yah nanti bunda telphone kamu juga kalau makanan sudah selesai. '' ucap bunda.
__ADS_1
''Baik bunda, hanif duluan yah. '' ucap hanif dan bunda mengangguk.
Hanif segera meninggalkan bunda dan alatif, alatif sangat penasaran apa kerjaan hanif dan latif mengikutinya.
''Mas dimas. '' ucap hanif saat menghampiri dimas.
''Nona, di kira saya nona ga akan datang. '' ucap dimas.
''Datang dong mas dimas, ayo kita keruangan. '' ucap hanif.
hanif dan dimas masuk ke ruangan hanif di apartments nya, dan ada sekertaris hanif juga di dalamnya.
''Siapa laki laki itu, wanita baik tapi mengapa berduaan dengan laki laki. '' ucap latif sambil mengikuti hanif dan dimas.
sepuluh menit latif diluar dan semakin kesal, lalu latif menggebrak pintunya, latif kaget karena di dalam ruangan ada wanita lain selain hanif.
''Apa apaan kamu tuan alatif, anda tidak sopan sekali. '' ucap hanif.
''Maaf saya salah pintu, permisi. '' ucap alatif langsung pergi keluar.
''Hadeuuh, ada yah laki laki seperti itu. '' ucap hanif yang kesal dengan kelakuan alatif.
''Pokonya kamu atur semua, saya minta satu unit untuk hunian pribadi seperti biasa, ini berkas nya dan file nya juga, disain nya sudah terperinci. '' ucap hanif.
''Baik nona, semua sudah di atur. '' ucap dimas.
''Saya permisi mas dimas, ini ada uang cash tolong bagikan ke semua karyawan di apartment yah. '' ucap hanif.
''Baik nona. '' ucap dimas.
Hanif keluar dari kantornya menuju unit miliknya.
Alatif saat ini menuju unit milik aksel, dia kesal dengan kelakuannya sendiri.
''Kamu dari mana latif, cewe udah nunggu. '' ucap aksel
Alatif langsung masuk ke dalam kamar, dia ga fokus sampai kesal, karena terus hanif yang di fikirannya, latif langsung membayar wanitanya dan menyuruh pergi.
''Kenapa aku jadi kefikiran wanita itu. '' ucap latif kesal.
__ADS_1