
Hanif terus diam, sungguh dia sajah bingung harus bagaimana, dalam hati kecilnya masih tersimpan sakit, kalau ajah danil menceritakan masa lalunya walaupun hanif tidak menceritakan tentang hera adiknya tapi setidaknya danil ceritakan masalah padanya, mungkin semua bisa di bicarakan baik baik.
''Danil melakukan semuanya untuk membela dirinya hanif, dia tidak mau menikahi hera karena danil beranggapan kalau hera hamil anak orang lain karena pikiran nya danil itu mustahil kalau hera hamil, karena hera sendiri ga virgin pas danil melakukannya, wajar kalau danil gak percaya dan gak mau menikahi hera, danil seperti itu karena membela dirinya hanif.
Apa kamu masih merasa bersalah karena hera membela kamu dia jadi terjatuh?? jernihkan fikiran kamu, hati kamu juga, berdoa dan meminta petunjuk dari allah hanif, kamu mendalami ilmu agama dan sangat mengerti akan hukum nya. '' ucap bunda yang meyakinkan kembali pada hanif dan hanif tetap diam dan menangis.
''Kamu boleh menghukum saya dengan hukuman apapun hanif, tapi jangan pernah meminta saya melepaskan kamu karena semua tidak akan saya kabulkan, kalau memang kamu mau lepas dari saya hanya satu yang saya minta, sauqy akan saya bawa karena dia adalah darah daging saya dan saya berhak untuk merawat dan menjaganya. '' ucap danil dengan suara yang pasrah.
''Sayang dengerin ibu, maafkan semua kesalahan masa lalu danil yah, bukan ibu membela anak ibu tapi danil juga berhak menerima kesempatan kedua kan, waktu itu juga danil sudah mau bertanggung jawab dan mencari hera kesana sini namun danil tidak menemukannya, kalau hera ketemu pas danil mencarinya danil akan bertanggung jawab, neng harus fikirkan sauqy yang membutuhkan kasih sayang mamahnya yang menjaga dan merawatnya, tapi sauqy juga membutuhkan kehadiran ayah juga neng, suatu saat sauqy pasti akan menanyakan dimana ayah nya dan yang mana ayahnya, semua akan kenyataan. '' ucap ibu rosa yang kembali membantu menjelaskan pada hanif.
Hanif hanya diam dan terus menangis, dia belum berfikiran jernih karena masalahnya ini sangat cepat dan sangat membuatnya kaget.
''Hanif juga bingung harus bagaimana, hanif lemah dalam hal seperti ini dan gak tau harus berbuat apa. '' ucap hanif sambil menangis.
Bunda menghampiri hanif dan memeluknya, tangis hanif pecah dan terus menangis, bunda terus berbicara memberi pengertian untuk hanif, agar hanif mengerti dengan semuanya.
Satu jam kemudian adzan dzuhur berkumandang, semuanya sholat berjamaah di mushola rumah hanif termasuk hanif.
Setelah selesai sholah hanif terdiam dan berdoa meminta petunjuk pada sang maha pencipta.
''Ya allah, beri petunjuk mu pada hambamu ini, sungguh hamba sangat bingung untuk bertindak dan apa yang harus hamba lakukan. '' ucap hanif dalam doanya.
Danil terus menatap hanif yang masih duduk, sedangkan yang lain nya sudah meninggalkan musholla.
Danil menghampiri hanif.
''Ayo sayang, semua sudah keluar musholla. '' ucap danil sambil duduk di hadapan hanif.
''Mas duluan ajah, nanti saya menyusul. '' ucap hanif.
''Yaudah, mas duluan yah. '' ucap danil sambil mengelus kepala hanif.
__ADS_1
Danil keluar dari mushola menghampiri keluarganya untuk makan siang.
''Loh, hanif nya kemana?? '' ucap bunda yang melihat danil keluar mushola sendir tanpa hanif.
''Hanif masih merapihkan alat sholatnya bunda. '' ucap danil yang duduk sambil memberikan potongan buah kepada sauqy.
Hanif keluar dari musholla dan bergabung untuk makan siang dengan yang lainnya.
Sauqy terus meronta dari pangkuan danil, sauqy ingin hanif menggendongnya, hanif langsung mendekat dan menggendong sauqy.
''Jagoan mamah pinter banget makan buahnya. '' ucap hanif sambil menyuapi buah pada sauqy.
''Kalian makan duluan ajah yah, hanif nanti menyusul setelah sauqy beres makannya. '' ucap hanif dan semuanya mengiyakannya.
Danil mengikuti hanif ke ruang tengah dan duduk di samping hanif, hanif membiarkan danil melakukan apapun.
''Mau mas bawakan makannya dan sekalian mas suapi yah. '' ucap danil.
''Saya gak mau makan kalau kamu gak makan. '' ucap danil.
''Terserah mas danil ajah. '' ucap hanif.
Danil terus memperhatikan hanif yang sedang menyuapi sauqy, kasih sayang hanif benar benar tulus dan danil bersyukur kalau hanif menjadi miliknya, walaupun saat ini hanif masih marah kepadanya.
''Danil, ini bunda bawakan makan nya, suapi hanif dan kamu juga makan yah, kalian dari pagi belum pada makan. '' ucap bunda memberikan piring berisi makanan dan danil menerimanya.
''Makasih bunda, danil akan makan dan menyuapi hanif juga sekalian. '' ucap danil.
Danil langsung menyuapi hanif dan hanif tidak menolaknya karena hanif merasakan lapar di perutnya, danil terus menyuapi hanif dan dia pun ikut makan selingan dengan hanif.
''Sayang, Kapan kamu mulai aktifitas lagi, apa masih cuti?? '' ucap danil.
__ADS_1
''Aku masih mau istirahat mas, nanti ajah masuk kerjanya masih mau mendinginkan hati dan fikiran. '' ucap hanif.
''Terserah kamu ajah, atau sekalian ajah kamu jangan kerja dan diam di rumah ajah yah, biar saya yang akan menafkahi kamu dan memenuhi kebutuhan kamu. '' ucap danil.
''Mas maaf kalau aku melanggar perintah kamu, kamu tau sendiri kan banyak pegawai yang menggantungkan pencarian nafkah nya di bawah pekerjaan saya, kalau saya tidak kerja gimana nasib mereka semua, saya juga akan mengatur semua nya dan gak akan melalaikan tugas saya sebagai seorang istri dan seorang ibu, jangan meminta saya berhenti bekerja karena tanggung jawab saya besar gak kecil. '' ucap hanif yang menolak perintah danil.
''Iya sayang, mas ngerti dan mas gak akan memaksa kau untuk keluar dari kerjaan kamu, selagi kamu nyaman dan tidak kesusahan, mas akan dukung semuanya. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
''Besok bisa antar mas ke makam nya hera, mas mau berziarah kesana, bisa kan kamu antar mas dan sekalian kita kenalkan sauqy juga. '' ucap danil.
''Iya mas, saya akan antar kan kamu, sauqy juga belum pernah di ajak ke makam nya hera. '' ucap hanif.
Sauqy sudah menghabiskan buah potongnya hanif langsung menggendong menggunakan aisan untuk menidurkan sauqy dan sauqy pun langsung terlelap di aisan hanif.
Sauqy anak yang bisa di atur dan ga susah untuk di urus tapi dengan orang yang dia mau, kalau dengan yang dia gak mau sauqy akan reewel dan gak bisa di kendalikan.
Hanif langsung membawa sauqy ke kamarnya dan menidurkan sauqy.
''Jagoan mamah memang hebat dan pintar, met bobo siang sayangku. '' ucao hanif sambil mencium kening sauqy dan menuju ruang ganti untuk merapihkan pakaian danil.
Hanif mengganti pakaian nya dengan daster rumahan karena dia ada di dalam kamar saat ini jadi dia bebas.
Di lantai bawah saat ini orang tua hanif dan danil berpamitan pulang dan danil yang mengantarnya.
''Kamu sabar yah danil, hanif akan luluh ko dan akan memaafkan kamu, hanif orang nya baik dan mudah mengerti, lihat ajah dia akan normal kembali dan ayah memberi saran ke kamu, jangan memaksakan kehendak dan kemauan kamu yah, biarkan hanif yang sadar sendiri kalau bisa kamu biarkan ajah dan ikuti apa maunya hanif, dia pasti akan secepatnya sadar dan akan menerima kamu, ayah sama bunda pamit yah jagain anak dan cucu ayah. '' ucap ayah sebelum masuk kedalam mobil.
Danil terus menatap mobil ibunya dan mobil mertuanya, saat mobil keluar gerbang komplek danil masuk ke dalam rumah dan menuju kamar untuk mengambil leotop nya.
Danil masuk kedalam kamar dan tidak melihat hanif yang ada hanya sauqy yang terlelap di tengah tengah ranjangnya.
Danil mengambil leptop nya dan segera turun ke lantai satu untuk mengerjakan pekerjaan nya.
__ADS_1