Gadis Bercadar Jodohku

Gadis Bercadar Jodohku
Eps 70


__ADS_3


Hanif saat ini sedang di kamarnya, sauqy sudah bangun dan hanif langsung memandikannya dan hanif juga sekalian mandi.


Setelah selesai, hanif seperti biasa memakaikan pakaian sauqy dan memberikan botol minum nya agar tubuh sauqy hangat.


Hanif segera memakai pakaiannya dan langsung ke lantai satu untuk memberi makan sauqy.


Danil keluar dari ruang kerjanya dan menyapa sauqy yang sedang di beri makan.


''Kamu mandi sana mas, udah mau magrib loh. '' ucap hanif saat danil terus bermain main dengan sauqy.


''Iya sayang, mas mau mandi ini juga. '' ucap danil sambil menuju ke lantai atas.


Bell pintu berbunyi dan hanif memanggil rina untuk melihat siapa yang bertamu.


''Neng ini makanan nya, yang bertamu itu kurir pengantar makanan. '' ucap rina sambil menenteng banyak kantong kresek.


Hanif memberikan uang pada rina untuk di berikan pada kurirnya setelah hanif memberi tanda tangan di bukti penerimaan.


''Kamu kasih ke abang kurirnya masing masing satu lembar yah. '' ucap hanif dan rina mengangguk.


Bibi langsung menyiapkan makanannya dan makanan untuk hanif dan juga danil di simpan di penghangat makanan.


Setelah sholat magrib berjamaah dan juga sholat isya, hanif dan danil langsung memakan makan malamnya.


''Tumben order makanan sayang?? ucap danil saat memakan makanan nya.


''Kasian semua nya mas, hari ini super sibuk merapihkan bekas tadi siang makanya aku order makanan ajah. '' ucap hanif dan danil hanya mengangguk.


Setelah selesai makannya, danil langsung membawa sauqy ke kamarnya untuk danil tidurkan, karena sauqy paling gampang di suruh tidur.


SATU MINGGU KEMUDIAN.....


Hubungan danil dan hanif semakin lengket, hanif dan danil pun sudah mulai dengan aktifitas pekerjaanya.


Hanif saat ini sedang di butik menyelesaikan kerjaan nya yang kemarin tertunda.


Olive masuk kedalam ruangan dengan tergesa gesa dan memberitahukan kalau di galery ada pekerja yang tiba tiba kesakitan.


Hanif langsung menghampirinya dan melihat keadaannya, hanif meminta olive membawa ke rumah sakit.


Olive mengantar ke rumah sakit di dampingi hanif, pekerja langsung di tangani di ruang IGD.


''Kamu hubungi keluarganya olive, kasian kalau keluarga nya menunggu. '' ucap hanif.


''Maaf nona, keluarga nya semua ada di kampung halaman, dia ngekost di sekitar butik dan dia di kota ini hanya sendiri. '' ucap olive dan hanif langsung kaget.


Dokter ke luar dari ruangan nya setelah selesai memeriksa pekerja hanif.


''Bagaimana keadaan nya dokter?? '' ucap hanif saat menghampiri dokter.


''Pasien harus segera di operasi, karena mengalami usus buntu. '' ucap dokter dan membuat hanif kaget.


''Yaudah segera sajah dokter, saya yang akan bertanggung jawab. '' ucap hanif dan dokter langsung menyiapkan semua nya.


Hanif langsung mengurus semua persyaratan nya dan memberikan kembali pada petugas setelah selesai.


Hanif dan olive duduk di kursi tunggu ruangan operasi.


Danil yang baru keluar dari ruang operasi sangat kaget melihat istrinya sedang duduk, namun saat danil akan menghampirinya ada suara wanita yang memanggilnya dan berhasil membuat hanif mendengarnya.


Wanita itu mendekat ke arah danil dan langsung memeluk danil, hanif terus menatap ke arah danil yang di peluk wanita lain.


Danil langsung melepaskan pelukannya.


''Maaf kita bukan muhrim, kamu ga berhak memeluk. saya. '' ucap danil tegas.

__ADS_1


''Kamu itu danil ga berubah deh, saya hanya berterimakasih ke kamu, karena kamu menyelamatkan ibu saya, lagian kamu kan tau kalau aku suka ke kamu dari awal kuliah dulu. '' ucap. wanita itu sambil merapat kembali ke arah danil.


''Jaga batasan kamu, saya permisi dan jangan menghampiri saya lagi, karena sudah seharusnya saya membantu pasien yang membutuhkan pertolongan saya kalau kamu lupa. '' ucap danil sambil berjalan menuju ke arah hanif yang menatapnya tajam.


Hanif hanya diam dan menatap ke arah danil dan wanita itu, hanif mengalihkan pandangannya saat dokter keluar dari ruangan operasi pekerja hanif.


''Bagaimana keadaan nya dokter?? '' ucap hanif.


''Pasien sudah selesai di operasi dan dua jam kedepan pasien akan sadar, sekarang pasien akan di pindahkan keruang rawat. '' ucap dokter.


''Dokter hilman, siapa yang anda tangani?? '' ucap danil. saat menghampiri hanif.


''Dokter danil, dia kerabat dekat nona ini dokter. '' ucap dokter sambil menunjuk ke arah hanif.


''Siapa sayang yang di operasi?? ucap danil dan membuat dokter kaget dan wanita yang memeluk danil tadi juga kaget, olive hanya diam karena dia tau siapa dokter danil.


''Udah jangan banyak nanya dulu. '' ucap hanif jutek. dan membuat danil langsung kaget.


''Saya permisi nona, anda bisa melihat keadaan pasien nanti setelah di pindahkan keruang rawat. '' ucap dokter sambil berjalan ke arah ruang operasi.


''Kamu urus semuanya olive saya ada kerajaan lain soalnya. '' ucap hanif dan olive mengangguk.


Hanif langsung pergi dan tidak memperdulikan danil, danil langsung mengejar hanif dan memegang tangan hanif.


''Lepas gak, ini tempat umum dan ini rumah sakit. '' ucap hanif.


''Gak akan mas lepas, kamu harus ikut dengan mas. '' ucap danil namun hanif menolaknya.


Danil langsung mengangkat hanif dan membawanya keruangan danil, hanif terus berontak meminta di lepaskan, karena hanif malu jadi bahan tatapan orang orang.


''Turunkan aku mas malu tau,jadi bahan tatapan orang banyak. '' ucap hanif dan danil tidak memeperdulikannya.


Wanita yang memeluk danil terus mengikuti danil yang menggendong hanif, karena dia merasa kaget dengan yang di lihatnya.


Danil menurunkan hanif di depan pintu ruangannya dan wanita itu menghampiri danil.


''Memang salah yah kalau saya mengangkat istri saya sendiri. '' ucap danil dan membuat wanita itu tak percaya.


''Lebih baik kamu urus orang tua kamu dan jangan menghampiri saya lagi, gara gara kamu istri saya jadi salah paham. '' ucap danil sambil masuk kedalam ruangannya dan memegang tangan hanif untuk dinbawa masuk.


Danil mendudukan hanif di kursinya setelah danil menutup dan mengunci ruangan nya.


Danil berjongkok di hadapan hanif yang duduk.


''Kamu jangan salah paham dulu yah, dia itu satu angkatan saat mas dulu kuliah dan dia yang ngejar ngejar mas dan mas juga ga meresponnya. '' ucap danil namun hanif tetap diam tak menjawab.


''Sayang pliis, bicara dong jangan diam terus gini. '' ucap danil sambil memegang tangan hanif erat.


''Hanifah Anandina sayang ayo bicara, jangan memdiamkan mas terus. '' ucap danil.


''Gak baik mas depan umum berpelukan gitu dan kamu lupa yah kalau sudah mempunyai istri dan anak. '' ucap hanif kesal.


''Makasih sayangku. '' ucap danil memeluk hanif erat dan melepaskan cadar hanif.


''Aneh kamu itu kenapa bilang makasih dan jangan peluk aku mas, aku jiji tau, ini bekas pelukan dengan wanita lain dan kenapa kamu senyum gitu. '' ucap hanif kesal.


Danil terus tersenyum bahagia, karena dia tau kalau hanif sedang cemburu kepadanya.


Danil langsung menuju lemari dan mengganti kemejanya dengan kaos yang ada di lemari dan membuang kemeja dan jas dokternya.


Danil langsung membawa hanif kepelukannya dan mencium kening hanif.


''Makasih kamu sudah cemburu sayang, mas senang banget tau. '' ucap danil dan membuat hanif kaget.


''Lepas mas, aku mau ke kantor lagi sekarang. '' ucap hanif kesal.


''Ayo mas antar kan kamu yah. '' ucap danil.

__ADS_1


Hanif menolak dan langsung memakai cadarnya lalu keluar ruangan danil dengan berlari.


Danil mengejarnya namun asisten nya memanggil kakau ada pasien yang membutuhkan pertolongannya.


''Maafkan aku ya allah karena terlalu mencintai seseorang terlalu melebihinya, sakit rasanya. '' ucap hanif sambil memegang dadanya.


Hanif menunggu taksi di depan lobi utama rumah sakit dan memberi pesan pada olive untuk meminta salah satu pegawai di butik agar bisa menjaga pegawai yang baru selesai di operasi dan olive mengiyakannya.


''Hanif... '' ucap latif saat melihat hanif sedang berdiri dan membuat hanif menatap ke arah latif.


''Kamu sedang apa disini mau saya antarkan?? '' ucap latif.


''Ga usah mas terimakasih, hanif lagi nunggu taksi juga disini mas. '' ucap hanif.


''Hanif sayang. '' ucap mamah hana dan hanif langsung menghampirinya.


''Mamah sedang apa di rumah sakit, siapa yang sakit mamah?? '' ucap hanif sambil melepas pelukannya.


''Mamah habis besuk teman mamah yang di rawat disini dan kamu lagi apa di rumah sakit?? '' ucap mamah hana.


''Ada salah satu pegawai hanif yang pingsan tadi di galeri, makanya hanif mengantarkan ke rumah sakit. '' ucap hanif.


''Kamu mau pulang sayang, bareungan mamah ajah yah sama alatif juga, biar ga usah naik taksi. '' ucap mamah hana dan membuat hanif mengangguk.


Alatif langsung tersenyum karena akan mengantarkan hanif.


''Mamah sama hanif tunggu disini yah, latif akan ambil mobil dulu. '' ucap latif.


Mamah hana dan hanif terus mengobrol.


Danil yang melihat hanif dengan mantan mertuanya pun langsung menghampirinya.


''Sayang, kamu ko belum pulang sih. '' ucap danil dan membuat hanif kaget.


''Loh, ada dokter danil juga. '' ucap mamah hana.


''Iya tante, saya menyusul istri saya, di kira udah meninggalkan rumah sakit, ternyata masih disini. '' ucap danil sambil tersenyum.


Mobil alatif sudah sampai di hadapan hanif dan mamahnya, latif keluar mobil dan menghampirinya.


''Ayo mamah kita pergi sekarang dan kamu juga hanif, ayo biar sekalian saya antarkan. '' ucap latif yang tidak memperdulikan danil yang sedang di samping hanif.


''Tidak usah repot repot tuan alatif, istri saya biar saya yang mengantarkannya. '' ucap danil.


''Anda sedang sibuk disini, biar saya dan mamah saya yang antarkan hanif. '' ucap latif.


Saat danil akan menjawab suster langsung memanggil. danil dan meminta nya ke IGD.


''Ayo ikut mas dan jangan pergi dengan orang lain. '' ucap danil sambil membawa tangan hanif dan membawa nya untuk mengikuti danil ke IGD.


Hanif tidak bisa menolak karena danil suaminya, saat hanif di tarik tangan nya oleh danil, hanif menakupkan kedua tangannya ke arah mamah hana, isyarat meminta maaf dan mamah hana mengangguk tersenyum.


''Mamah ga bisa memaksa hanif untuk ikut dengan kita latif, karena suaminya lebih berhak dengan hanif. '' ucap mamah hana sambil menangis.


''Sudah lah mamah, ayo kita pulang ajah sekarang. '' ucap latif sambil membawa mamanya masuk kedalam mobil.


.


.


.


.


.


........

__ADS_1


__ADS_2