
Hanif menuju galeri dan langsung mengucap salam saat sampai di galeri dan hanif langsung duduk bersebelahan dengan olive.
Latif tersenyum manis saat melihat hanif, wanita yang sangat dicintainya dan di dambakannya.
''Langsung ajah yah hanif, saya kesini mau meminta bantuan kamu, saya mau membuat pakaian seragam untuk karyawan pabrik saya, dan saya mau meminta bantuan kamu untuk membuatkan disainnya, karena saya ingin ada logo dan nama perusahaannya, walaupun untuk karyawan pabrik, tapi saya ingin yang terbaik untuk karyawan saya, agar terkesan lebih berwibawa semua pekerja saya, sebenarnya saya bisa meminta bantuan konveksi tapi saya ingin membuat karyawan saya juga bahagia memakai pakaiannya dari butik bukan konveksi terus saya ingin model pakaiannya itu sedikit berkelas terlihatnya. '' ucap alatif dengan nada lembut dan sopan, senyum di bibirnya terus terukir walaupun sedang berbicara.
''Tuan alatif manis sekali berbicara dengan nona hanif, kenapa kalau di kantor auranya sangat dingin dan jauh dari kata lembut. '' ucap sekertarisnya alatif di hatinya.
''Baiklah mas alatif hanif bersedia membantunya, lagian hanif juga sama pakai pekerja di konveksi untuk menjahit semua pakaian yang hanif rancang, jadi yah sama ajah dong. '' ucap hanif.
''Beda laah, konveksi nya kan milik kamu pribadi dan yang mengerjakannya propesional juga, hasilnya akan bagus dan elegan, lihat contoh di semua galeri ini, pakaiannya bagus bagus, jahitannya tidak di ragukan juga kan, lagian kan saya maunya kamu yang mendisain biar bagus jadinya. '' ucap alatif dan hanif mengangguk.
''Baiklah saya akan membantu mas alatif. '' ucap hanif dan alatif langsung mengangguk senang.
Pengacara mengeluarkan surat perjanjian yang sudah di dasari oleh hukum, hanif langsung mempelajarinya dan ternyata semuanya baik dan tidak saling di rugikan.
''Maafkan saya memakai jasa pengacara, sekertaris dan asisten saya, saya gak mau ada yang beranggapan kalau saya memanfaatkan kamu dengan berkedok pakaian untuk karyawan, saya gak seperti itu saya murni ingin memakai jasa kamu disini dan bukan untuk mendekati kamu, sebenarnya saya sendiri bisa langsung menemui kamu, tapi saya menghargai semuanya. '' ucap alatif karena melihat pita dan mertuanya hanif sedang memperhatikan semuanya di galeri.
''Makasih mas alatif memikirkan itu juga, baiklah saya setuju yah. '' ucap hanif sambil menandatangani perjanjiannya dan alatif langsung menandatangani setelah hanif.
''Disainnya mau seperti gimana mas, corak, warna dan ukurannya kan harus di sesuaikan juga, bisa meminta datanya, kalau untuk ukuran sih gak usah di ukur satu satu, tinggal menyesuaikan ukurannya S, M, L, XL atau big XL. '' ucap hanif.
''Saya sudah menyiapkan ukurannya yang di butuhkan untuk pekerja nona, ini data ukurannya yang kami butuhkan, kalau untuk model dan corak atau lainnya, semuanya tuan alatif yang akan mengutarakannya. '' ucap sekertaris alatif.
Hanif menerimanya dan memberikan pada olive, hanif langsung meminta alatif menyebutkan keinginannya, sedangkan olive mengurus semua masalah keuangannya dan yang lainnya.
Setelah sepuluh menit disain selesai, alatif membedakan corak dan warna di setiap bagian dan setiap divisinya.
Alatif juga meminta untuknya di buatkan dan hanif mendisain khusus untuk alatif di sesuaikan dengan tubuhnya.
''Semua sangat bagus, saya senang dengan kerja kamu hanif, makasih yah saya sudah membayar setengah dan sisanya setelah pakaian nya selesai, masing masing tiga yah. '' ucap alatif dan hanif mengangguk.
Setelah dua jam, alatif pamit dan hanif mengantar sampai depan butik.
''Saya harap kamu jangan terpengaruh dengan kelicikan pita, karena saya tidak akan bertanggung jawab hanif, dia adalah wanita ular yang memiliki banyak akal licik, biarkan dia merasakan sakitnya di hina dan di caci, biarkan dia sadar dulu hanif, jangan membantu dia saya mohon sama kamu. '' ucap latif saat menunggu mobil nya dan segera masuk kedalam mobil dan tidak menunggu jawaban dari hanif.
''Mana yang harus aku percaya kalau gini. '' ucap hanif dalam hatinya.
Hanif masuk dan meminta olive mengurus semuanya, terserah olive semuanya dan seperti biasa olive langsung mengangguk dan melaksanakannya.
Hanif masuk kembali ke ruangannya, untuk menghampiri ibu mertuanya dan juga pita.
__ADS_1
''Maaf menunggu lama. '' ucap hanif sambil duduk di sofa kosong di hadapan ibu dan pita.
''Kak alatif lembut sekali yah bicara ke kaka, gak kaya ke pita selalu kasar dan gak lembut. '' ucap pita.
''sebenarnya mas alatif itu baik dan lembut, sifatnya hampir sama dengan mas danil sih, tinggal kitanya ajah kalau itu masalahnya pita. '' ucap hanif dan pita mengangguk.
''Yaudah sayang, besok malam ibu sama pita ke rumah kamu, buat menemui danil sekarang ibu ada keperluan dulu soalnya. '' ucap ibu rosa dan hanif mengangguk.
Pita dan ibu rosa meninggalkan ruang kerja hanif dan hanif melanjutkan kerajaannya.
Di dalam mobil saat ini, pita terdiam dan memikirkan gimana caranya meminta ijin kak danil, biar kak hanif di perbolehkan untuk membantunya.
''Kamu mikirin apa pita?? '' ucap ibu rosa karena melihat pita melamun.
''Pita kefikiran ajah, bagaimana bicara sama kak danil uwa, kak danil kan sangat marah ke pita. '' ucap pita dan ibu rosa hanya diam tidak menjawab.
''Kendali danil hanya ada di istrinya, danil orang nya keras pita, hanya hanif yang bisa membuat dia luluh, danil dasarnya lembut, baik hati dan sangat sabar, tapi kalau hatinya sakit, dia akan berubah menjadi dingin. '' ucap ibu rosa dan pita hanya diam.
''Iya uwa, mudah mudahan kak danil mengijinkan. '' ucap pita.
''Tapi ingat yah pita, kalau terjadi sesuatu dengan hubungan rumah tangga hanif dan danil, kamu yang akan uwa salahkan dan Uwa harap jangan memaksa, kalau danil tidak memberikan ijin nya. '' ucap ibu rossa dan pita mengangguk.
Hanif selesai sholat dzuhur nya dan langsung memesan makanan, Karena perutnya terasa lapar.
Tanpa di duga saat hanif keluar dari ruang pribadinya, ada danil sedang duduk di sofa dan memainkan handphone nya.
''Mas danil kenapa gak bilang mau kesini, aku pesen satu loh makan siangnya. '' ucap hanif yang langsung menghampiri danil dan mencium tangannya.
Danil membalas mencium kening hanif dan mengelus pipi hanif yang tertutup cadar.
''Padahal mas udah bawa makan siang tuh banyak, ada cemilannya juga. '' ucap danil.
''Yaudah, nanti buat olive ajah makanan pesanan akunya mas. '' ucap hanif.
''Mas mau sholat ga, kalau mau aku siapkan peralatannya yah. '' ucap hanif dan danil mengangguk.
Hanif keluar dari ruangannya menuju galeri dan mengambil pakaian khas pemuda turki untuk danil dan hanif juga meminta olive memakan makanan pesanan yang di pesan olehnya.
''Pakai ini untuk sholatnya mas dan ini lengkap dengan peci nya juga. '' ucap hanif saat masuk ke ruangannya dan danil langsung menerima nya.
Danil masuk keruangan pribadi hanif dan langsung melaksanakan sholatnya.
__ADS_1
Hanif di luar ruangan sibuk menyiapkan makanan unruk nya dan untuk danil.
''Mas danil kebiasaan deh, pesan makanan segini banyaknya, emang habis gitu. '' ucap hanif saat setelah menyiapkan makanan nya di meja.
Danil selesai dengan sholatnya dan menghampiri hanif, danil begitu tampan dengan style nya dan sangat pas di tubuhnya.
''Ruangan pribadi kamu sangat luas dan lengkap yah sayang, bisa menginap disini dong. '' ucap danil.
''Menginap gimana, emangnya ruangan aku itu hotel mas, gak laah mas aku kan sengaja ngelengkapin semuanya biar gak kesusahan. '' ucap hanif.
''Yaudah lah, kita makan yah aku sangat lapar nih sayang, perut pada demo. '' ucap danil dan hanif hanya tersenyum.
Danil dan hanif makan bersama dan danil begitu lahap dengan makanannya.
''Mas tadi ibu sama pita datang kemari, pita meminta bantuan ke aku buat bicara ke mas alatif, tapi aku menolaknya kalau dia gak ijin ke kamu. '' ucap hanif dan membuat danil terdiam.
''Enak banget anak itu, udah jangan di dengarkan sampai kapanpun mas gak ijinin kamu ikut campur urusan dia dan mantan kamu. '' ucap danil.
''oh satu lagi mas, mas alatif melakukan kerjasama dengan butik aku. '' ucap hanif dan menjelaskan semuanya detail ke danil.
''Kalau bisnis boleh, karena kan kedepannya asisten kamu yang mengurus dan kamu juga gak berinteraksi secara pribadi dengan mantan kamu. '' ucap danil.
''Gak laah mas, dia Bawa team nya dan aku juga di dampingi olive. '' ucap hanif dan danil tersenyum.
''Mas curiga kalau alatif masih menginginkan kamu deh, terasa sekali loh tindakan dia. '' ucap danil.
''Udah ahh jangan bahas mantan, sekarang kita lanjutkan makan yah. '' ucap hanif dan danil melanjutkan kembali makannya.
.
.
.
.
.
................
__ADS_1