
Hanif saat ini sedang di kamarnya.
''Nanti kamar ini akan ada tangisan sauqy, ga sabar untuk bawa sauqy pulang. '' ucap hanif sambil merapihkan pakaian nya yang dimas bawa dari rumah latif.
''Apa ini, perasaan aku ga punya ini deh. '' ucap hanif saat menemukan kotak di dalam kopernya.
Hanif membuka kotaknya, ternyata mas kawin nya yang ada di dalam kotak nya dan ada selembar kertas di dalam nya.
^^^untuk : HANIFAH ANANDINA istri ku tersayang^^^
^^^Maafkan suami kamu ini, yang telah berhianat di belakang kamu, semua bukan keinginan saya hanif, kalau saya tau teri hamil sebelum pernikahan kita, saya tidak akan menikahi kamu, maafkan saya yang memberi luka pada hati kamu, pada keluarga kamu, saya akan menerima semua konsekuensinya, di buang dari keluarga, tapi saya mohon sama kamu jangan meminta bercerai dari saya, saya gak sanggup melepaskan kamu hanif, saya sangat mencintai kamu tapi saya juga ga bisa menolak darah daging saya sendiri, kamu wanita yang selalu aku sayangi hanifah anandina.^^^
^^^Dari suamimu : ALATIF MAHARDIKA^^^
''Kamu memang jahat mas alatif, aku juga gak mau egois, karena darah daging kamu paling penting, saya ada bekas nya sebagai istri kamu tapi darah daging kamu gak akan ada bekasnya, semoga kamu bahagia dengan anak kamu dan teri. '' ucap hanif sambil menyimpan surat kedalam kotaknya.
Setelah selesai dengan barangnya hanif mengganti pakaian nya dan segera turun untuk membuat makan malam.
Hanif menghampiri rina yang sedang membuat masakan.
''Wangi banget rina masakannya. '' ucap hanif yang menghampiri rina.
''Iya neng, maaf saya masak tanpa ijin dulu. '' ucap rina.
''Tidak apa apa rina, saya senang malahan, kamu masak yah untuk sarapan dan makan malam, kalau siang kamu masak untuk sendiri ajah. '' ucap hanif sambil tersenyum
''Baik neng, saya akan masak untuk sarapan dan makan malam neng. '' ucap rina.
''Nanti kalau sauqy sudah pulang, kamu fokus jaga sauqy dan semua yang menyangkut sauqy kamu yang urus yah dan jangan campurkan pakaian sauqy dan pakaian saya, saat mencuci yah, kamu cuci pakaian sauqy ajah dan pakaian saya biar nanti pekerja baru yang mengerjakannya. '' ucap hanif.
''Baik neng, saya mengerti. '' ucap rina.
Hanif membantu rina memasak makan malam nya dan hanif membuat cemilan manis untuk dia makan sambil menonton tivi.
Bel pintu rumah berbunyi.
''Biar saya yang lihat ke depan neng. '' ucap rina yang mengerti kalau hanif tidak memakai cadarnya.
''Terimakasih rina, kamu pengertian sekali, kalau tamu laki laki suruh tunggu di ruang tamu yah, kalau perempuan suruh masuk di ruang tengah. '' ucap hanif dan rina mengangguk.
Hanif menuangkan puding ke cetakan dengan menaburkan toping buah buahan segar.
Rina menghampiri hanif ke dapur.
__ADS_1
''Maaf neng, itu ada olive mau ketemu sama neng. '' ucap rina.
''Oke rina, kamu lanjutkan masak yah, puding ini kalau udah ga ada asapnya, masukan ke dalam kulkas yah, dan buatkan minuman yah. '' ucap hanif.
''Baik neng. '' ucap rina.
Hanif segera ke depan menghampiri olive yang menunggu di ruang tamu.
''Selamat sore nona. '' ucap olive.
''Sore olive, kamu sama siapa kesini?? '' ucap hanif.
''Saya sendiri nona, ini saya mau memberikan berkas yang harus nona periksa karena besok akan di rekap. '' ucap olive.
Hanif langsung mengerjakan kerjaannya denga olive.
Di kediaman alatif....
Teri saat ini sedang duduk manis di depan tivi, alatif sedang mengurus bisnis kecilnya.
Keluarga teri datang menghampiri teri.
''Enak banget kamu diam disini yah anak kurang ajar. '' ucap ayah teri berteriak.
Satu tamparan medarat di pipi teri.
''Lepaskan alatif kurang ajar, gara gara kamu merebut alatif dari istrinya, tiga thender perusahaan ayah di batalkan dan semua tidak ada yang mau membantu, semua gara gara kamu anak sialan, ingat yah bayi haram. itu bukan anak alatif, kamu terobsesi dengan kekayaan alatif yang sudah miskin saat ini. '' ucap ayah lantang.
''Aku gak akan pernah melepaskan alatif, walaupun anak ini bukan anak alatif, tapi aku udah mendapatkan alatif saat ini, alatif sudah bercerai dan berpisah dengan istrinya. '' ucap teri lantang.
''Kurang ajar kamu, gara gara kamu dan bayi haram itu, sekarang ibu kandung kamu masuk rumah sakit, ayah ga perduli sama kamu karena kamu juga bukan anak ayah, ingat itu anak kurang ajar, kamu akan menerima balasannya karena mengganggu kehidupan keluraga mahardika. '' ucap ayah sambil pergi dan membanting pintu rumah dengan keras.
''Pantesan ayah ga pernah menyayangi aku, ternyata aku bukan darah dagingnya. '' ucap teri sambil menangis menerima kenyataan nya.
Alatif datang dengan wajah yang kusut dan melihat teri terisak duduk di lantai.
''Kenapa kamu teri, ingat yah kalau terjadi sesuatu pada anak yang di kandung kamu, saya gak akan pernah memaafkan kamu. '' ucap alatif sambil berlalu ke kamarnya.
Pintu rumah latif di ketuk dan teri membukanya, ternyata mamah nya latif yang datang dengan dua pengacara.
''Bagus sekali kamu pelacur tinggal di rumah putri saya, keluar kamu dari rumah ini sekarang. '' ucap mamah latif lantang.
''Enak ajah main usir saya, kamu yang harusnya pergi dari rumah sayah. '' ucap teri.
''Wanita kurang ajar tidak tahu sopan santun kamu, saya akan membuat kamu menderita, berdiri pun tak akan mampu, ingat itu. '' ucap mamah alatif.
__ADS_1
''Saya gak perduli, karena alatif sudah jadi milik saya saat ini. '' ucap teri.
''Silahkan, makan sampai habis anak kurang ajar itu, kalian sangat serasi sekali, sama sama kurang ajar. '' ucap mamah nya alatif.
Teri hendak menampar mamah alatif tapi alatif menahan tangannya.
''Berani kamu menampar mamah saya, kurang ajar kamu teri. '' ucap latif menghempaskan tangan teri.
''Dia yang kurang ajar kaka. '' ucap teri.
''Siapa yang kamu tunjuk dia, dia yang kamu tunjuk adalah mamah kandung saya, dia lebih berharga di banding kamu dan anak yang kamu kandung ingat itu. '' ucap alatif murka.
''Mamah maafkan wanita itu yah, ada apa mamah kesini mah. '' ucap alatif memegang tangan mamahnya.
''Stop jangan sentuh saya. '' ucap mamah lantang.
''Mamah, aku putra mu mamah, putra kandung kamu, kenapa mamah seperti ini. '' ucap latif.
''Kamu bukan putra saya, putra saya hanya fatih dan hanifah anandina. '' ucap mamahnya alatif.
''Maafkan latif mamah, latif hilap mamah. '' ucap latif berlutut di hadapan mamahnya.
''Hilap kata kamu, terlambat, ini ada sertifikat duda kamu, dan surat keputusan pengadilan, kamu resmi bercerai dengan putri saya, jangan pernah menemui dan mengahmpiri putri saya, kalau kamu berani saya akan penjarakan kamu, camkan itu, dan satu lagi kamu hebat memilih perak dan menyingkirkan berlian yang murni tanpa cacat, karena kamu belum menyentuh putri saya, selamat untuk kehidupan baru kamu dengan wanita yang kamu pilih dan bayi yang bukan anak kamu. '' ucap mamah alatif sambil berlalu keluar dari rumah alatif.
Latif menangis melihat surat keputusan pengadilan bahwa dia bercerai dengan hanif.
''Hanif aku sangat mencintai kamu, kenapa kamu mau bercerai dengan saya. '' ucap latif terus menangis.
.
.
.
.
.
**terimakasih untuk yang bersedia mampir, memberi like dan komennya.
semoga sehat selalu agar terus mendukung ceritanya.
TERIMAKASIH**.
__ADS_1