
Latif keluar dari kamar aksel karena calon mertuanya menelphone dan meminta mengajak teman latif juga.
Latif langsung menuju apartments nya hanif.
Rina membuka pintunya dan meminta latif dan temannya masuk.
''Ayo latif masuk jangan sungkan. '' ucap bunda.
''Terimakasih tanteu. '' ucap latif.
''Hera telphone kak hanif suruh cepat. '' ucap bunda.
''Udah bunda, ka hanif lagi jalan kesini. '' ucap hera.
Tak berselang lama pintu terbuka, hanif datang dan dimas juga.
''Bunda aku bawa mas dimas juga untuk makan bersama kita. '' ucap hanif.
''Iya kak, bunda masak banyak ko. '' ucap bunda.
Mereka semua makan di sofa karena meja makannya hanya untuk empat orang.
Setelah selesai makan, dimas pamit melanjutkan pekeerjaannya, bunda dan rina di dapur membersihkan piring kotor dan perabotan kotor,hanif memilih ke balkon untuk melihat pemandangan, latif menghampiri hanif.
Hanif diam saat latif menghampirinya.
''Besok pesta dan sekalian pertunangan kita, aku harap kamu hadir tepat waktu. '' ucap latif.
''Iya. '' ucap hanif singkat.
''Bisa ga kamu berbicara normal ke saya, lihat wajah saya kalau berbicara. '' ucap latif.
''Maaf saya ga bisa mas latif, saya belum berani memandang maata yang bukan muhrim saya. '' ucap hanif.
''Selalu itu yang di jadikan alasan kamu. '' ucap latif.
''Bukan alasan mas, memang hukumnya seperti itu. '' ucap hanif.
''Yasudah, sampai ketemu besok dan ingat jangan sampai telat. '' ucap latif sambil berlalu untuk pamit pulang.
''Itu laki laki aneh. '' ucap hanif dalam hatinya.
Setelah latif pamit, bunda dan hanif juga pamit.
''Jangan lupa hera, pakaian nya sudah kaka siapkan, kamu datang bareungan rina biar ada teman. '' ucap hanif.
''Kartu undangan gimana kaka. '' ucap hera.
''Kamu sama rina pakai baju biasa dari sini, nanti dimas yang akan mengantar dan membawa kalian ke davit, nanti davit disama yang akan mengurusnya. '' ucap hanif.
''Oke kaka. '' ucap hera.
Hanif dan bundanya ssaat ini sedang di perjalanan menuju rumah.
''Mudah mudahan ayah belum pulang yah hanif. '' ucap bunda.
''Iya bunda. '' ucap hanif.
__ADS_1
mobilpun melaju dengan kecepatan sedang, dan empat puluh menit kemudian sampai di pekarangan rumah hanif.
''Bunda langsung ke kamar mau mandi yah hanif. '' ucap bunda dan hanif hanya mengangguk.
Bibi langsung membantu hanif membawa bahan makanan banyak dan keperluan lainnya.
''Di tata yah bi, saya mau bersih bersih. '' ucap hanif.
''Baik neng. '' ucap bibi.
Hanif langsung menuju kamarnya dan segera mandi dan solat mahgrib.
Hanif langsung tadarus sambil menunggu waktu sholat isya.
Pintu kamar hanif di ketuk dan bundalah yang masuk, hanif segera menyudahi mengajinya dan menghampiri bunda.
''Ada apa bunda?? '' ucap hanif.
''Sayang, itu kata ayah suruh makan malam bareung, kamu mau menunggo solat isya dulu apa mau bareungan makan nya. '' ucap bunda.
''Bunda sama ayah duluan ajah, lagian sebentar lagi waktu isya masuk. '' ucap hanif.
''Iya deh kalau gitu, bunda ke bawah lagi yah. '' ucap bunda dan hanif hanya mengangguk.
Hanif duduk menunggu waktu isya, dan tak berselang lama terdengar suara adzan, hanif kembali ke kamar mandi untuk berwudhu dan langsung melaksanakan sholat isya.
Hanif merapihkan peralatan sholatnya dan segera turun untuk makan malam.
''Malam ayah, maaf hanif sholat dulu. '' ucap hanif menghampiri ayahnya yang sedang makan dengan bundanya.
''Gak apa apa sayang, ayah malahan minta maaf makan duluan, habisnya ayah laper. '' ucap ayah sambil tersenyum.
Hanif dan kedua orang tuanya makan dalam keheningan, setelah selesai makan, ayah ke ruang kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda di kantor, hanif dan bunda membantu bibi merapihkan piring kotor dan peralatan yang kotor.
''Sayang, besok makeup wajah bunda yah, biar kelihatan lebih segar. '' ucap bunda dan hanif hanya tersenyum.
''Bunda, kenapa ke hanif, ke salon ajah. '' ucap hanif.
''Ga mau, terahir bunda di make up kamu hasilnya bagus loh, pokonya make up bunda. '' ucap bunda keukeuh.
''Iya bunda, besok hanif make up wajah bunda. '' ucap hanif.
''Bunda, kemarin lusa latif datang ke butik, terus dia juga minta hanif buka cadarnya, dia pengen lihat wajah hanif, tapi hanif langsung tolak. '' ucap hanif.
''Kamu membuka cadar kamu nanti setelah pengumuman pertunangan dan di hari sebelum kamu ijab kabul sayang, nanti bunda ayah dan orang tua latif akan ada pertemuan di saat itu kamu buka cadar kamu untuk diperlihatkan kepada calon suami kamu. '' ucap bunda.
''Hanif juga udah bilang gitu bunda ke latif, dia malah marah ke aku. '' ucap hanif.
''Udah biarkan ajah sayang, dia ga berhak meminta tapi kamu yang memperlihatkannya. '' ucap bunda.
''Iya bunda. '' ucap hanif.
''Yaudah kamu istirahat sanah, bunda mau nemenin ayah dulu. '' ucap bunda dan hanif pun langsung menuju kamarnya.
Hanif masuk ke dalam kamarnya dan segera merebahkan tubuhnya di kasur, karena kelelahan aktifitas ahirnya hanif tertidur pulas.
Tepat pukul lima pagi hanif membuka matanya dan langsung menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat subuh.
__ADS_1
Hanif turun ke lantai satu menemui orangtua nya untuk ikut sarapan.
''Acaranya jam sepuluh pagi kan bunda?? '' ucap hanif yang bergabung untuk sarapan.
''Iya sayang, kita berangkat jam 9 dari rumah, kita kan kumpul keluarga dulu di hotelnya. '' ucap bunda.
''Iya bunda. '' ucap hanif.
''Sayang, kalau kamu ga mau bertunangan dengan latif bilang sekarang, ayah akan membatalkan nya. '' ucap ayah karena melihat wajah hanif yang murung.
''Jangan ayah, gak apa apa ko, aku menerima perjodohan ini, aku ga mau membuat ayah kecewa dan malu dengan keluarga tanteu hana, mudah mudahan dengan perjodohan ini latif akan menjadi jodoh terbaik untuk hanif, hanif ikhlas ayah. '' ucap hanif.
''Terimakasih hanif, kamu memang anak yang selalu membanggakan ayah sama bunda, ayah bangga memiliki kamu. '' ucap ayah.
''Kita lanjutkan sarapan yah, hanif kan mau make uo bunda loh ayah. '' ucap bunda.
''Iya bunda, ayo lanjutkan makannya. '' ucap ayah.
Setelah makan selesai ayah memilih bersantai di halaman belakang sambil menunggu istri dan anaknya siap siap.
''Sana, bunda mandi dulu ini udah jam setengah delapan loh. '' ucap hanif.
''Iya sayang, bunda mandi dulu yah, kamu juga sana mandi. '' ucap bunda.
''Iya bunda, hanif juga mau mandi dulu. '' ucap hanif.
Hanif mandi dan memakai pakaian biasa karena dia akan mendandani bundanya.
Sebelum hanif turun menemui bundanya ternyata bundanya malah menghampiri hanif.
''Baru ajah hanif mau menghampiri bunda, ehhhh, bunda malah kesini. '' ucap hanif.
''Ayo mulai makeup nya. '' uca bunda semangat.
''Pakai dulu bajunya bunda, biar nanti ga kesusahan. '' ucap hanif dan bunda langsung menggantinya dengan gaun.
Hanif langsung mulai mendandani wajah bundanya, hanif lebih suka natural tapi terlihat cantik di wajah bunda nya.
Setelah selesai makeup, hanif langsung memakai kan hijab bundanya, hanif mereka reka hijab bunda dan membuat bunda senang karena hasilnya bagus.
''Kamu memang hebat sayang, bunda ga usah ke salon. '' ucap bunda.
''udah selesai, hanif ganti pakaian nya hanif dulu yah bunda. '' ucap hanif.
''Iya sayang, jangan lama yah, bunda tunggu di bawah bareungan ayah. '' ucap bunda.
''Iya bunda. '' ucap hanif.
Hanif langsung mengganti pakaiannya dan couple dengan ayah bundanya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.............