
Ayah dan bunda sibuk bermain dengan sauqy di ruangan khusus bermain sauqy.
Hanif sudah rapih dengan style nya, karena hari ini dia akan menghadiri rapat mengenai properti nya.
Hanif pamit ke ayah dan bundanya dan tidak lupa memberitahukan rina.
Hanif di antar oleh linda menuju hotel aquila, karena meeting akan di laksanakan di ballroom hotelnya.
Semua sudah menunggu kehadiran ratu properti di ballrom, bahkan danil pun ikut hadir, danil belum tau kalau mereka semua menunggu istrinya.
Hanif sampai di lobi utama dan langsung masuk ke ballrom di dampingi dimas asisten pribadinya.
Hanif masuk dan duduk, tak lama meeting langsung di mulai.
Hanif fokus dengan semua materi dan semua ide ide nya, hingga dia tidak menyadari kalau danil sedang memperhatikannya.
Hanif maju dan menjelaskan semua detail kompleknya dan semua setuju dengan yang hanif rencanakan, danil kaget dengan kinerja hanif dan banyak pengusaha ingin berinvestasi dengan semua properti hanif namun hanif membatasi.
''Kamu begitu cerewet, lugu dan baik hati, tapi saat menghadapi pekerjaan, kamu begitu tegas. '' ucap danil dalam hatinya.
Satu jam kemudian meeting selesai, hanif keluar daru ballrom menuju lantai delapan dan kamar nomer delapan, karena hanif akan beristirahat dan sholat dzuhur di kamar Hotelnya.
Danil terus mengikuti hanif dan hanif tau ada yang mengikuti, namun hanif tidak tau kalau yang mengikuti adalah danil.
Hanif kesal karena terus di buntuti, hanif membalikan tubuhnya dan begitu kaget, karena danil yang mengikutinya, danil tersenyum dan melambaikan tangannya.
''Mau apa mas danil ngikutin aku, sana ke ballrom lagi ihh. '' ucap hanif.
Danil langsung menghampiri hanif.
''Ada asisten mas yang mengurus semuanya, kamu mau apa masuk ke kamar hotel ini?? '' ucap danil sambil menatap hanif.
Hanif tidak menjawab dia langsung berjalan ke arah kamar khususnya dan segera masuk, danil pun ikut masuk kedalam kamar hotelnya dan dia kaget karena melihat foto keluarga hanif lengkap termasuk hera.
Bahkan hanif di foto tanpa cadar dan rambut nya di tata dengan baik.
Latif terus menatap foto hanif dia merasa takjub dengan kecantikan hanif.
Hanif langsung menelphone pantry dan memesankan makanan dan minuman untuknya dan danil, hanif masuk ke kamar mandi dan segera berwudhu dan danil pun langsung ikut berwudhu.
Danil dan hanif langsung melaksanakan sholat berjamaah di kamar hotel.
Setelah selesai sholat kamar di ketuk dan danil langsung melihatnya, ternyata pegawai hotel yang mengantar makan siang pesanan hanif.
Hanif membuka hijab nya dan merapihkan makanan di mejanya.
''Udah mas jangan bengong terus deh, aku kalau ada meeting dimanapun tempatnya pasti selalu masuk ke kamar untuk istirahat dan di hotel ini salah satunya, kamar ini tidak di sewa untuk umum dan yang membersihkannya juga pegawai wanita. '' ucap hamif sambil meminum minumannya.
''Emang usaha kamu itu apa ajah sih, tadi mas panas hati banget loh, semua orang ngomongin kamu loh, mereka masih menyangka kamu istri alatif, padahal kamu istrinya danil. '' ucap danil dan membuat hanif tersenyum.
''Udah yah sekarang makan dulu dan mas jangan bicara dan bertanya, aku jam dua harus ke apartments, ada sedikit masalah disana soalnya. '' ucap hanif sambil memakan makanannya.
__ADS_1
''Masalah apa?? '' ucap danil sambil memakan makanannya.
''Ada sedikit keuangan yang melenceng mas dan aku yang akan mencari siapa dalangnya. '' ucap hanif serius.
''Mas ikut kamu ke apartments yah. '' ucap danil.
''Mau ngapain mas ikut segala ehh, ntar mas malah recokin lagi. '' ucap hanif.
''Gini ajah, mas ikut kamu atau mas gak ijinin kamu pergi lagi. '' ucap danil dan membuat hanif terpaksa membawa danil.
''Yaudah abisin makannya, nanti mas danil ikut. '' ucap hanif dan danil langsung senang.
''Kamu harus kenalkan mas sebagai suami dong, masa semua nyangka kamu itu istrinya alatif. '' ucap danil sambil merapihkan pakaian nya.
''Iya nanti di kenalkan. '' ucap hanif.
Hanif merapihkan bekas makannya dan bersiap untuk menuju apartments nya.
Danil terus memegang tangan hanif sepanjang perjalanan, dimas yang melihatnya sajah dibuat kesal, danil begitu posesif.
Hanif sampai di hotel dan segera masuk keruangan meeting, hanif langsung mengerjakan tugasnya dan hanya dalam waktu tiga puluh menit dia sudah menemukan semuanya.
''Mas dimas tinggal melakukan tindakan ajah, ini orang nya dan buktinya juga. '' ucap hanif sambil memberikan print out hasil nya.
''Baik nona saya akan kerjakan sekarang langsung. '' ucap dimas dan hanif menggangguk setuju.
Danil menghampiri hanif setelah dimas keluar ruangan dan mencium kening hanif, berjongkok di hadapan hanif memegang tangan nya.
''Kalau ga ada yang di bicarain lagi, mendingan mas danil duduk dulu, aku mau kerjain kerjaan sedikit, biar gak di bawa pulanh ke rumah kerjaannya. '' ucap hanif.
''Sayang, kamu ko pintar sekali sih, kayanya mas bakalan kalah sama kamu loh, kinerja kerjanya. '' ucap danil dan membuat hanif mengerutkan dahinya.
''Mas itu aneh banget deh, denger yah mas danil baik baik, kerjaan kalau ditekuni akan membuat kita menjadi terbiasa dan akan gampang menguasainya, begitu juga sebalikny, kalau kita gak menekuni pekerjaan kita pasti akan sulit mengerjakannya nantinya. '' ucap hanif dan danil mengangguk.
Danil langsung berdiri dan mendekat ke arah hanif, danil membuka cadar hanif sedikit dan mengecup bibir hanif.
''Kamu memang dasarnya pinter sayang, jadi kamu dengan mudah mengerjakannya. '' ucap danil setelah mencium bibir hanif dan tersenyum ke arah hanif.
''Udah dulu ahh ngobrolnya mas, aku ngerjain kerjaan yang pasif di kerjakan oleh mas dimas dan hanya aku yang bisa mengerjakannya. '' ucap hanif dan danil mengangguk dan duduk di sofa ruangan hanif.
Hanif mengerjakan kerjaan nya dan danil juga mengerjakan kerjaan nya di iped nya.
Satu jam kemudian kerjaan selesai dan bertepatan dengan adzan asar, hanif pamit ke dimas dan menunu unit apartments nya untuk melaksanakan sholat, sedangkan danil hanya mengikutinya.
Saat hanif sedang dengan danil di depan pintu lift, alatif, aksel dan riko keluar dari dalam lift dan hal yang pertama di lihat oleh hanif adalah dua wanita di belakang mereka yang mengikutinya.
Danil langsung merangkul hanif dan membawanya masuk kedalam lift, latif terus menatap hanif sampai pintu tertutup.
Aksel menepuk bahu alatif yang terus menatap pintu lift.
''Kejar sana kalau mau rebut lagi mantan istri kamu. '' ucap aksel meledek latif.
__ADS_1
''Gila kamu aksel lihat tuh laki nya, begitu posesif. '' ucap riko dan alatif hanya tersenyum sinis dan segera menuju pintu utama lobi apartments untuk segera meninggalkan apartments.
Setelah lift terbuka, hanif dan danil keluar dan menuju unit milik hanif yang dulu di tempati hera.
Hanif masuk setelah pintu terbuka dan hanif terdiam sambil melihat setiap sudut apartments nya, dia mengingat kenangan dengan hera, setiap mengunjungi hera kesini, hera selalu terlihat senang dan bahagia.
''Ada apa sayang, kenapa berdiri disini?? '' ucap danil. dan membuat hanif kaget.
''Kita sholat ashar berjamaah mas, keburu lewat waktunya loh. '' ucap hanif sambil masuk kedalam kamarnya dan danil mengikutinya.
Hanif dan danil bergiliran untuk berwudhu, setelahnya mereka sholat berjamaah.
Hanif merapihkan mukena dan sajadahnya, lalu menyimpannya di lemari, danil merebahkan tubuhnya di ranjang.
Hanif langsung ke kamar mandi dan segera menyegarkan tubuhnya.
Danil masuk dan langsung ikutan hanif mandi, sontak membuat hanif kaget dan memukul lengan danil.
Danil seperti biasa selalu menggerayangi tubuh hanif dan berhasil membuat hanif melayang.
Hanif langsung menyudahi semua yang danil lakukan, karena dia harus segera pulang untuk menemui sauqy.
''Sekali ajah sayang, mas janji ga akan lama ko. '' ucap danil kembali memohon setelah hanif menolaknya.
''Mas baru semalam kamu minta, kasian sauqy loh kalau kita kemalaman sampai di rumah. '' ucap hanif.
''Gak sayang, kan cuma sekali ajah dan sauqy juga ada rina yang menjaganya, mas janji nanti malam tidak minta ke kamu di gantikan sekarang. '' ucap danil sambil memohon dan hanif hanya mengangguk pasrah.
Danil mengangkat tubuh hanif dan membawanya ke rannjang, danil langsung melancarkan aksinya dan satu jam kemudian baru menyudahinya, ntah karena hanif kurang tidur dan kelelahan, ntah memang cape setelah melayani hasrat danil, hanif langsung tertidur pulas dan membuat danil tersenyum.
''Kamu itu kelelahan karena semalam kurang tidur apa kebiasaan kamu setelah bermain selalu tertidur, makasih istri cantik ku, i love you. '' ucap danil sambil mencium kening hanif dan melepaskan penyatuannya lalu membawa hanif kedalam dekapannya.
Tak berselang lama danil ikut tertidur pulas mengikuti hanif.
.
.
..
.
.
.
.
TERIMAKASIH......
__ADS_1