
Danil sedang sholat dzuhur dan hanif membuka rekaman cctv nya, hanif membuka nya di awal, hanif kaget karena pita laah yang mepet terus ke alatif.
''Kenapa kamu melakukannya dengan pita, tujuan kamu apa mas latif, apa ada hubungannya dengan yang kamu ucapkan kemarin?? '' ucap hanif dalam hatinya.
Danil langsung menghampiri hanif dan duduk di sampingnya.
''Bisa jelaskan kenapa?? '' ucap danil.
''Mau penjelasan apa mas danil?? '' ucap hanif yang fokus pada layar leptopnya.
''Kenapa kamu pakai pakaian minim gini, sengaja?? '' ucap danl dan membuat hanif lega.
''Emangnya kenapa mas, aku kan memang pengen ajah pakai ini. '' tunjuk hanif pada pakaiannya.
''Mas kesiksa loh, kamu kan gak bisa mas sentuh dulu, sebelum usia kandungan kamu enam belas minggu. '' ucap danil yang prustasi.
Hanif hanya senyum mengejek pada danil yang sedang prustasi.
''Kamu mau kemana?? '' ucap danil saat hanif turun dari ranjang.
''Mau mandi, mas mau ikut ga?? '' ucap hanif menantang dan membuat danil tersenyum licik saat hanif masuk ke kamar mandi.
Danil ikut masuk dan membuat hanif kaget karena dia baru selesai membuka pakaiannya.
''Mas sana keluar. '' ucap hanif.
Saat danil akan memeluk hanif dan melancarkan aksinya, sauqy bangun dan memanggil nama papah, membuat danil dan hanif kaget.
Danil langsung keluar untuk menghampiri sauqy yang memanggilnya papah, sedangkan hanif melanjutkan mandinya.
''Jagoan papah. '' ucap danil dan sauqy langsung minta di gendong.
Danil menggendong sauqy dan memberikan botol susu yang sudah di siapkan hanif sebelumnya.
Danil terus menatap jagoannya dan menciumi pipi nya yang gembul, danil bahagia sekalali kata pertama yang sauqy ucapkan itu papah.
''Kamu memang hadir sebuah kesalahan papah, tapi papah sayang sama kamu sauqy. '' ucap danil memeluk sauqy.
Hanif selesai mandi dan masuk ke kamar ganti untuk memakai pakaiannya.
Danil langsung membawa sauqy turun karena tau jadwal makan sauqy.
Rina sudah menyiapkan makanannya dan danil yang menyuapi sauqy.
Hanif menelphone pita dan ingin bertemu, pita setuju dan besok dia akan bertemu di butik milik hanif.
''Mudah mudahan pita bisa jujur dan menjawab semua pertanyaan aku, aku gak mau alatif memanfaatkan semuanya demi apa yang dia inginkan. '' ucap hanif dalam hatinya.
Hanif turun ke lantai satu dan tersenyum melihat danil sedang menyuapi sauqy dengan telaten dan sauqy terus berceloteh.
__ADS_1
''Mas besok mulai ke kantor?? '' hanif bertanya sambil memberikan botol minum air mineral untuk sauqy.
''Iya sayang, kenapa memangnya?? '' ucap danil.
''Gak, cuma bertanya ajah mas, besok juga aku mau ke butik. '' ucap hanif.
''Kapan mas mau ambil alih propertinya?? '' ucap hanif.
''Secepatnya sayang, mas mau mengurus pengunduran diri di rumah sakit dan mulai mempelajari semua properti yang jadi pekerjaan kamu. '' ucap danil dan hanif mengangguk.
Danil selesai dengan makan sauqy dan danil mengajak hanif untuk makan siang, hanif dan danil langsung makan dan sauqy di jaga rina.
Malam hari di kediaman hanif dan danil.....
Setelah sholat isya dan makan malam, hanif merebahkan tubuhnya di ranjang, sauqy sedang diceritakan dongeng oleh danil.
Setelah sauqy tertidur lelap, danil segera bersih bersih dan ikut berbaring dengan hanif.
''Kamu wanita yang sempurna, mas bangga menjadikan kamu istri mas dan menjadi ibu dari anak mas. '' ucap danil sambil mencium kening hanif.
Danil ikut tertidur dan memeluk hanif erat.
Saat danil dan hanif terlelap dalam kehangatan tidurnya, sedangkan latif sedang pusing dengan pita yang terus menghubunginya dan meminta bertemu.
''Dasar bocil, gak ada kapoknya juga itu anak, udah aku kerjain masih ajah menantang. '' ucap latif sambil merebahkan tubuhnya di ranjangnya.
Latif setuju bertemu dengan pita besok malam dan latif meminta pita datang ke rumah nya, karena mamah dan anisa sedang menyusul ayah dan fatih ke semarang, jadi latif bebas di rumah nya.
Hanif setelah sholat subuh terus muntah muntah dan membuat danil harus memberikan obat lain, karena hanif tidak cocok dengan obat yang di berikan kemarin.
''Kamu yakin bisa ke butik dalam keadaan seperti ini sayang, mas khawatir. '' ucap danil sambil menyimpan air minum nya hanif.
''Gak apa apa mas, di butik lengkap pasilitasnya dan disana juga dekat ke rumah sakit. '' ucap hanif dan danil mengangguk.
Danil pamit menuju rumah sakit dan meninggalkan rumahnya.
Rina masuk membawa sauqy yang sedang meminum susunya.
''Neng baik baik ajah kan, gak biasanya neng pucat wajah nya. '' ucap rina dan hanif menggelengkan kepalanya.
''Kamu mandikan sauqy yah saya mau siap siap pergi ke butik. '' ucap hanif dan rina langsung memandikan sauqy.
Hanif di antar oleh linda menuju butik dan hanif meminta linda menunggu.
Hanif masuk kedalam butik dan olive seperti biasa menyambutnya dan olive memberitahukan kalau ada tamu menunggu di ruangan hanif.
Hanif segera naik ke lantai dua menuju ruangannya dan pita lah yang sedang menunggu.
''Maaf kaka telat. '' ucap hanif sambil tersenyum dan pita hanya senyum membalas ucapannya.
__ADS_1
''Kaka sebenarnya ada perlu apa, kenapa di butik ketemunya, padahal pita bisa ke rumah juga kan. '' ucap pita saat hanif duduk di sampingnya.
''Kaka cuma ingin berbicara dengan kamu berdua pita, kaka gak mau kalau mas danil atau yang lainnya tau tentang semua ini. '' ucap hanif dan membuat pita mengerutka keningnya.
''Kaka hanya ingin kamu jujur ajah, tapi semuanya ada di tangan kamu, kaka tidak bisa memaksa. '' ucap hanif kembali.
''Memangnya kaka mau nanyain apa, pita akan menjawab semampunya pita. '' ucap pita dan hanif langsung membuka cadarnya dan tersenyum.
''Kemarin malam kamu sama siapa di apartment secreet pita, bisa kamu jujur ke kaka?? '' ucap hanif dan pita langsung terdiam.
Hanif membuka leptop dan membuka rekaman cctv nya sebelum pita menjawab pertanyaannya.
''Sama temen ko kaka, pita gak sama siapa siapa lagi, ko kaka bida tau aku di apartments secret?? '' ucap pita.
''Karena kaka melihat jaringan kamu disana, kamu yakun kalau kamu sama temen kesananya?? '' ucap hanif.
''Kaka bukan mau menuduh kamu pita, tapi kaka khawatir ke kamu, kaka sayang kamu seperti adik kandung kaka sendiri dan kaka ingin kamu baik baik ajah. '' ucap hanif.
''Pliis kak, kaka jangan ikut campur urusan pribadi aku, kaka kan bukan kaka nya aku dan aku harap kaka jangan pernah melacak dimana keberadaan aku kalau aku tidak pulang ke rumah, lebih baik kaka menjaga kak danil biar tidak berpaling dan mencari wanita lain. '' ucap pita dan membuat hanif sakit di hatinya.
''Maaf kalau kaka mencampuri masalah kamu, lebih baik kamu menjauhi alatif mahardika, sebelum kamu menyesal nantinya pita, alatif bukan laki laki tepat untuk kamu. '' ucap hanif dan membuat pita langsung marah.
''Stop kak hanif, urusin hidup kaka ajah dan jangan urusi hidup aku, pantesan kaka di ceraikan sama suami kaka, ternyata kaka memang seperti ini yah kelakuannya, selalu mengurusi hidup orang lain dan ingat yah kak, jangan mencampuri urusan aku dan alatif, permisi. '' ucap pita marah dan keluar ruangan hanif.
''Ya allah, aku menyesal mengajak pita bicara, kalau tau hasilnya gini, aku gak akan pernah mengajak dia berbicara. '' ucap hanif sambil menangis memegang dadanya yang sakit.
Pita saat ini sedang di dalam Mobil Nya.
''Siapa dia, kaka bukan, sodara apalagi, berani beraninya dia berbicara gitu, aku gak akan melepaskan alatif dan menjauhi latif. '' ucap pita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..............