
Hanif selesai dengan pakaian yang di rapihkannya, saat hanif keluar dari ruangan pakaiannya, sauqy masih terlelap dan nyenyak.
''sebentar lagi masuk ashar, lebih baik aq kedapur siapkan makanan untuk sauqy. '' ucap hanif dan menuju pintu tapi sauqy terbangun dan menangis.
Hanif kembali ke dalam kamarnya dan memberikan sauqy air minerall untuk diminumkan.
''Pinter banget jagoan mamah, ganteng tapi bau acem, bau acem nyaa. '' ucap hanif sambil menciumi sauqy dan sauqy tertawa tawa.
Hanif membawa sauqy turun dan hanif masih memakai daster rumahannya.
Rina menghampiri hanif untuk membawa sauqy tapu sauqy gak mau dan memeluk leher hanif dengan kuat.
''Udah rina biarkan sauqy dengan saya, kamu lanjutkan kerjaannya. '' ucap hanif dan rina mengangguk.
Hanif membuka kulkas dan mengambil bahan bahan untuk membuat nasi tim untuk makan sauqy.
sauqy tetap di gendong hanif dan tangannya terus bergerak menggapai apapun yang ada di hadapannya.
''Jangan sayang nanti pecah loh, sauqy dieum dulu mamah susah bikin nasi tim nya. '' ucap hanif karena sauqy terus gerak.
Danil yang mendengar keributan di dapur pun langsung menghampirinya dan kaget melihat hanif memakai daster walau tidak terbuka, namun danil tetap terpesona melihatnya.
''Jagoannya papah ikut yah sama papah. '' ucap danil menghampiri hanif dan sauqy ke dapur.
Sauqy langsung mau di gendong danil dan hanif pun memberikannya pada danil dan melanjutkan membuat makanan untuk sauqy.
Dua puluh menit kemudian hanif selesai membuat makanannya dan menyimpan nya untuk di dinginka dahulu.
''Lebih baik sholat ashar dulu deh. '' ucap hanif sambil masuk ke kamar mandi untuk berwudhu, lalu menuju musholla dan menyimpan makan sauqy di meja dekat danil.
Hanif langsung melaksanakan sholat nya dan setelah selesai hanif berdoa meminta petunjuk untuk masalah nya saat ini.
Hanif merapihkan mukena dan menyimpannya kembali dan segera keluar untuk menyuapi makan sauqy.
Danil terus menatap hanif dengan style daster nya, hanif terlihat sangat cantik, namun hanif tidak menghiraukan tatapan danil dia tetap fokus pada sauqy.
Danil pun langsung pergi untuk melaksanakan sholat ashar.
''Jagoan mamah memang pinter yah. '' ucap hanif saat sauqy dengan lahap memakan makanannya.
Rina menghampiri hanif dan memberikan minum nya yang di pesan oleh hanif.
''Rina, tolong kamu keluarkan pakaian kotor di kamar saya dan kasih ke bibi yah, semua sudah saya simpan di keranjang cucian. '' ucap hanif dan rina mengangguk.
Danil kembali menghampiri hanif dan sauqy, lalu duduk di samping hanif.
''Jagoan papah pinter banget makannya. '' ucap danil sambil duduk.
''Sauqy makannya memang lahap gini?? '' ucap danil.
''Iya, sauqy memang lahap makannya. '' ucap hanif.
Danil tersenyum melihat hanif dan sauqy.
''Hanif, gimana keputusan kamu, apa kamu memaafkan saya dan menerima semuanya atau gimana?? '' ucap danil.
''Emang kamu punya salah apa ke saya, pake minta maaf segala. '' ucap hanif.
''Baiklah kalau maunya kamu seperti itu, saya akan mengikuti semua nya. '' ucap danil dan membuat hanif terdiam.
Sauqy selesai makannya dan hanif memberikan botol minum air mineral untuk sauqy.
__ADS_1
Hanif menitipkan sauqy pada danil dan dia menuju daour untuk menyimpan mangkuk bekas makan sauqy.
''Masak apa mba fani?? '' ucap hanif pada koki rumah nya.
''Masak capcai sama ayam kecap nona, sesuai permintaan tuan danil. '' ucap koki.
''Kenapa selera makanannya sama kaya saya. '' ucap hanif dan koki hanya tersenyum.
''Yaudah saya mau mandikan sauqy dulu, mba fani lanjutkan lagi yah masaknya. '' ucap hanif dan koki mengangguk.
Hanif kembali menghapiri sauqy yang di jaga danil, hanif langsung menggendong sauqy dan langsung pergi menuju kamarnya.
Hanif memandikan sauqy dengan telaten setelah hanif mandi terlebih dahulu.
Hanif keluar menggunakan handuk dan sauqy di gendongan nya menggunakan handuk.
Hanif memakaikan pakaian sauqy, setelah selesai danil masuk ke dalam kamar
''Jangan dulu mandi yah, jagain sauqy dulu mas. '' ucap hanif langsung masuk ke dalam ruangan pakaian nya.
Danil hanya geleng kepala melihat nya.
''Mamah kamu takut di terkam sama papah loh, makanya gitu tuh sayang, lari. '' ucap danil sambil mencium sauqy yang sudah wangi.
Hanif memakai long dress rumahannya dan segera keluar dari ruangan pakaiannya.
''Sana mas danil mandi dulu, pakaian nya di dalam lemari itu, semua sudah saya rapihkan. '' ucap hanif menunjuk pintu ruangan pakaiannya.
Danil mengangguk dan masuk kedalam kamar mandinya untuk segera memyegarkan tubuh nya.
Malam hari pun tiba....
Setelah sholat isya hanif dan danil langsung makan malam dalam keheningan, sauqy sedang di tidurkan oleh rina.
Danil hanya bisa menguatkan dirinya, demi pernikahan nya utuh danil berusaha menerima semua perlakuan hanif.
''Sudah bobo yah sauqy nya. '' ucap hanif saat papasan dengan hanif di pintu kamar hanif.
''Sudah neng, makanya saya langsung keluar. '' ucap rina.
''Yaudah kamu istirahat yah rina, besok kamu siap siap untuk ikut saya ke makam hera yah. '' ucap hanif dan rina mengangguk dan menuju ke lantai satu.
Danil masuk ke kamarnya dan segera ke kamar mandi untuk menggosok giginya.
Hanif sedang memakai pelembab malamnya sambil duduk di depan meja rias nya.
''hanifah anandina, apa kamu keberatan kalau aku tinggal disini dan tidur satu kamar dan satu ranjang dengan kamu. '' ucap danil dan membuat hanif kaget.
''Saya udah bilang kan di awal sebelum menikah, kalau saya ga mau tinggal di rumah kamu, rumah ibu atau rumah bunda, saya mau tinggal disini, di rumah saya pribadi, kamu juga kan aku ajak tinggal disini dan kenapa masih menanyakan nya pada saya. '' ucap hanif.
''Baiklah. '' ucap danil singkat.
''Mas maaf kalau saya belum bisa menerima semua kenyataan tentang semua masalah ini, saya harap mas bisa memaklumi dan memberi saya waktu. '' ucap hanif saat danil duduk di sofa.
''Iya, mas akan sabar menunggu kamu menerima mas menjadi suami kamu seutuhnya. '' ucap danil.
''Sebaiknya kita istirahat mas, agar besok lebih fresh sebelum pergi ke makam nya hera. '' ucap hanif dan danil mengangguk.
Hanif merebahkan tubuhnya di ranjang samping sauqy dan danil pun sama merebahkan tubuhnya di samping sauqy.
Sauqy menjadi penengah tidur danil dan hanif dan mereka bertiga pun tertidur dengan pulas.
__ADS_1
Hanif membuka matanya saat mendengar suara adzan dan hanif segera mengerjakan sholat subuh.
Hanif tidak membangunkan danil karena dia merasa sedikit sungkan.
Hanif turun ke lantai satu untuk membuat teh hangat yang seperti biasa.
''Neng, den sauqy nya belum bangun?? '' ucap rina menghampiri hanif.
''Belum rina saya sampai heran loh, biasanya kan sauqy akan bangun kalau saya selesai sholat. '' ucap hanif.
''Kemarin juga tuan danil membawa turun den sauqy jsm sembilan neng. '' ucap rina.
''Mungkin sauqy merasa nyaman karena tidur dengan ayah kandungnya, mereka tidur saling memeluk juga loh rina. '' ucap hanif.
''Bagus lah neng, yaudah saya mau lanjutkan nyuci pakaian nya den sauqy dulu neng. '' ucap rina dan hanif mengangguk.
Hanif kembali ke kamar melihat sauqy dan danil ternyata masih tertidur.
''Mereka ini, masih tidur udah masuk jam tujuh lagi. '' ucap hanif sambil masuk kedalam kamar mandi.
Danil membuka matanya karena dia ingin buang air kecil, danil masuk langsung dan tidak tau kalau hanif ada di dalam kamar mandi.
Hanif langsung teriak karena dia sedang berdiri dan membersihkan tubuhnya di bawah shower.
''Maafkan mas, mas gak tau kalau kamu lagi mandi, mas kebelet soalnya. '' ucap danil saat menutup pintu kamar mandi.
Danil langsung turun menuju kamar mandi belakang, hanif langsung keluar dan masuk ke dalam ruangan pakaiannya.
''Nyebelin deh, kenapa main masuk ajah sih, gak denger apa kalau ada suara gemercik air. '' ucap hanif sambil memaakai pakaiannya.
Sauqy di luar menangis kencang dan hanif segera keluar lalu membuatkan susu untuk sauqy.
Hanif menyiapkan air untuk memandikan sauqy, setelah siap sauqy di buka pakaiannya dan langsung di bawa ke kamar mandi.
''Jagoan mamah bau acem banget. '' ucap hanif sambil menciumi wajah sauqy sebelum di mandikan.
Danil masuk ke kamar dan melihat ke kamar mandi yang pintunya terbuka.
''Maafkan mas yah, tadi mas kebelet soalnya. '' ucap danil menghampiri hanif.
''Iya. '' ucap hanif sambil membawa sauqy keluar kamar mandi.
Hanif sudah siap dengan pakaian cadar nya, danil juga sudah rapih dan tak lupa sauqy sudah tampan.
Setelah selesai dengan sarapan nya, hanif dan danil langsung menuju makam hera, sauqy di gendong oleh rina karena hanif ingin berdoa dengan khusyu.
Tiga puluh menit kemudian hanif dan danil sampai di makam hera.
''Hera, maafkan kaka yang telat mengetahui masalah kamu, kaka janji akan menjaga sauqy dan merawatnya, beri kaka petunjuk agar kaka bisa melewati semua kenyataan rumit ini. '' ucap hanif setelah berdoa di makam hera.
Danil terus memanjatkan doa dan meminta maaf untuk semua yang terjadi pada hera.
.
.
.
.
__ADS_1
.