
Hanif saat ini sedang bersama dengan ayah dan bundanya, berjalan menuju ruangan vvip untuk menghampiri keluarga alatif.
''Fadil, marwah, ahirnya kalian datang juga, saya kira kalian membatalkan semuanya. '' ucap tanteu hana.
''Ngaco kamu, kita kan sepakat loh hana. '' ucap ayahnya hanif.
''Hanif kamu cantik banget sayang, cople bajunya. '' ucap tanteu hana saat melepas pelukan dari hanif.
''Terimakasih tante. '' ucap hanif.
''Acara nya langsung ke inti ajah, saya sudah bilang pada pembawa acaranya fadil. '' ucap ayahnya latif.
Handphone hanif berdering, dan davit lah yang menelphone dan hanif langsung mengangkat telphonenya.
''Ayah, aku ijin sebentar yah, ada sedikit urusan. '' ucap hanif.
''Kamu jangan telat tapi yah. '' ucap ayah dan hanif memgangguk.
Hanif langsung keluar menuju kamar dimana hera dan rina menunggu.
''Selamat pagi nona. '' ucap davit.
''Ya alloh davit, kamu bikin kaget ajah deh. '' ucap hanif sambil mengelus dadanya.
''Maaf nona kalau saya membuat anda kaget, mari saya antar ke ruangan nona hera. '' ucap davit dan hanif mengikutinya.
Hanif masuk keruangan nya dan melihat hera sedang melihat pemandangan keluar jendela.
''Hera. '' ucap hanif.
''Kaka, ahirnya kaka datang juga. '' ucap hera.
''Kenapa, kaka kan udah bilang semua di urus sama davit dan mas dimas. '' ucap hanif.
''Aku takut kaka. '' ucap hera.
''Yasudah kamu diam ajah di kamar yah, kaka ga akan maksa kamu untuk menyaksikannya. '' ucap hanif.
''Iya kaka, nanti kalau hati aku tenang, aku sama rina akan keluar kamar. '' ucap hera.
''Yasudah, kaka harus menghamipiri ayah lagi, rina kamu jagain hera yah. '' ucap hanif pamit dan rina mengangguk.
Hanif langsung keluar kamar dan dia kaget karena alatif sudah menunggunya.
''Kamu ngapain di dalam kamar?? '' ucap latif.
''Apa urusannya dengan mas alatif, permisi saya harus segera menghampiri ayah. '' ucap hanif tapi latif langsung mencekal pergelangan tangan hanif.
''Lepas, sakit tau. '' ucap hanif.
Davit langsung keluar saat mendengar suara hanif teriak.
''Lepas tangan anda tuan, nona hanif kesakitan. '' ucap davit sambil melepas cekalannya.
''Oh, jadi kamu habis berjanjian dengan kekasih kamu ini di dalam kamar, ini yang di sebut suci, dan wanita baik baik, sungguh penipuan. '' ucap latif dengan sorot mata tajam.
''Stop mas latif, jaga bicara kamu, jangan pernah memfitnah orang lain. '' ucap hanif.
''Fitnah apanya, ini fakta, seorang wanita keluar dari kamar hotel dan di ikuti pria keluar dari kamarnya, itu namanya apa?? '' ucap latif.
''Stop, kamu memang sering keluar masuk hotel yah, sehingga mengklaim kalau seorang wanita keluar dan di ikuti pria dari kamar hotel, itu dinamakan sedang macam macam, silahkan buktikan sendiri, jangan pernah memfitnah kesucian saya. '' ucap hanif langsung pergi dari hadapan latif.
''Anda sangat rendah yah tuan, memfitnah nona hanif sangat keji, saya adalah manager di hotel ini dan bukan melakukan hal yang engga engga dengan nona, nona hanif adalah atasan saya, silahkan masuk periksa di dalam ada siapa. '' ucap davit dan membuka pintunya lalu terlihatlah hera dan rina.
''Ada apa mas davit?? '' ucap hera kaget karena davir membuka pintu kamarnya dan ada alatif juga.
''Maaf nona ada sedikit kesalah fahaman, nona hanif di fitnah melakukan macam macam dengan saya di kamar ini oleh tuan ini. '' ucap davit dan latif hanya diam karena dia telah melakukan kesalahan.
''Kak alatif jangan samakan kak hanif dengan kelakuan kamu, lepaskan kak hanif, batalkan pertunangan kalian, kak hanif berhak mendapat laki laki yang lebih baik dari kamu, kak hanif terlalu suci untuk kamu. '' ucap hera dengan nada marah.
''Terserah saya, dan jaga ucapan kamu. '' ucap latif sambil pergi dari kamar hotel menyusul menghampiri orang tuanya.
__ADS_1
Hanif saat ini sampai di tempat vvip menghampiri ayah bundanya, ternyata hanya ada bunda.
''Sayang, kamu kenapa menangis, ada apa?? '' ucap bunda.
''Gak apa apa bunda. '' ucap hanif.
''Yaudah, ayo kita susul ke ballroom, karena semua sudah menunggu. '' ucap bunda.
Hanif dan bunda sudah bergabung dengan keluarga yang lainnya.
Latif terus memandangi hanif, dia merasa menyesal telah memfitnah hanif.
Kata sambutan telah di lewati dan pengumuman pertunangan pun di umumkan.
Semua bertepuk tangan, hanif dan latif bertukar cincin dan ibunya latif yang memasangkan cincin di jari hanif dan ayahnya hanif yang memasang cincin di jari latif.
Pertunangan pun selesai dan pernikahan akan di adakan bulan depan, tepat tiga minggu setelah acara ini.
Hanif menangis dia tidak menyangka, pernikahan nya di adakan secepat ini, lebih cepat dari pernikahan sahabatnya.
Hanif mengedarkan pandangannya, dan tertuju pada dua wanita bercadar, hanif menghampirinya.
''Kaka selamat kaka, semoga kebahagiaan selalu hadir di kehidupan kaka. '' ucap hera sambil memeluk erat hanif.
''Terimakasih hera. '' ucap hanif.
''Kalian makan dulu yah, kaka temani. '' ucap hanif.
''Iya kaka ayo, hera udah laper. '' ucap hera.
Hera dan hanif langsung membawa makanan dan segera duduk, dan rina pun ikut duduk.
Saat mereka makan, presdir negara J menghampiri dan memberi ucapan selamat.
''Nona hanif, saya ga menyangka anda dan tuan latif adalah pasangan. '' ucap presdir okta.
''Terima kasih tuan. '' ucap hanif.
''Anda bisa ajah tuan, maaf tuan saya mau melanjutkan makan kembali, permisi. '' ucap hanif.
''Oh, silahkan nona. '' ucap presdir okta.
Hanif duduk kembali dan melanjutkan makannya.
''Hera kamu langsung pulang yah, nanti mas dimas yang antar kalian. '' ucap hanif.
''Ga bisa kaka, tadi hera di jemput kak davit bukan kak dimas. '' ucap hera.
''Ada apa sama mas dimas yah, dia bilang kan mau urus semua nya. '' ucap hanif.
''Udah kaka, yang penting kan hera udah disini sama rina, nanti hera pulang bareung kak davit lagi. '' ucap hera.
''Oke deh, davit sama kaya mas dimas bisa di percaya. '' ucap hanif.
''Iya kaka. '' ucap hera.
''Ayo kaka antar kamu ke lobi depan. '' ucap hanif.
Hera langsung mengikuti hanif dan di ikuti oleh rina, davit sudah menunggu nya.
''Davit, saya percayakan hera yah ke kamu, antar sampai ke apartments dengan selamat. '' ucap hanif.
''Siap nona. '' uca davit.
''Hati hati hera, kalau sudah sampai kabarin kaka yah. '' ucap hanif.
''Siap kaka. '' ucap hera.
mobil yang di tumpangi hera juga rina sudah meninggalkan hotel, hanif menuju mushola karena mendengar suara adzan.
hanif mengambil wudhu dan segera masuk kedalam mushola, lalu melaksanakan sholat dzuhur.
__ADS_1
Hanif lebih tenang saat ini, dia masih memikirkan nasibnya saat setelah pernikahan nanti.
Hanif langsung merapihkan peralatan sholatnya dan segera masuk menghampiri orang tuanya.
''Kamu dari mana ajah sayang?? '' ucap ayah.
''Hanif habis sholat dulu ayah. '' ucap hanif.
''Ayo ayah kenalkan ke rekan bisnis ayah. '' ucap ayah dan hanif mengikutinya.
Hanif di kenalkan pada semua rekan bisnis ayah, dan mereka semua hampir mengenali hanif, karena saat ayah nya sakit, hanif lah yang menggantikannya.
''Nona hanifah anandita. '' ucap tuan amir.
''Tuan amir, saya ga nyangka bisa bertemu disini. '' ucap hanif.
''Saya yang bertanya tanya, ternyata anda menatu dari keluarga mahardika yah. '' ucap tuan amir.
''Iya tuan. '' ucap hanif.
''Ayah kenalkan ini tuan amir. '' ucap hanif dan ayahnya langsung berjabat tangan dengan tuan amir.
''Tadinya saya mau menjodohkan nona hanif dengan putra saya, tapi keduluan sama keluarga mahardika. '' ucap tuan amir.
''Namanya juga jodoh tuan amir. '' ucap ayah nya hanif.
Dari jauh om erlangga dan latif terus memperhatikan hanif dan tuan amir.
''Latif itu tuan amir, raja dari segala bisnis. '' ucap ayah erlangga.
''Betul ayah, aku mengundangnya sengaja, tapi kenapa bisa kenal dengan hanif. '' ucap latif.
''Tuan amir ga bisa bergaul dengan sembarang orang latif, kenapa bisa dengan hanif, dengan ayah ajah dia susah di ajak bicara. '' ucap ayah erlangga.
''Latif akan menghampiri mereka yah ayah. '' ucap latif dan di iyakan oleh ayahnya.
Hanif masih asik mengobrol dengan tuan amir dan ayahnya, sedangkan bunda sedang mengobrol dengan istri tuan amir.
''Saya ga nyangka tuan fadil, perumahan elit harga selangit bisa laku dalam dua hari, semua full lunas, saya hanya dapat satu unit. '' ucap tuan amir.
''Saya juga tuan, dapat satu unit. '' ucap hanif.
''Maksudnya?? '' ucap ayah bingung.
''Begini tuan fadil, saya dan nona hanif bekerja sama di bidang properti, dan langsung habis, semua sudah tau kualitas reel estate yang di kelola oleh anak anda. '' ucap tuan amir.
''Ayah saya tidak mengetahui semuanya tuan amir. '' ucap hanif.
''Masa siih, termasuk hotel ini. '' ucap tuan amir.
Ayah pura pura memgetahuinya agar tidak membuat putrinya malu.
''Sudah lah tuan amir, yang penting tidak merugikan pihak lain. '' ucap hanif.
''Permisi.... '' ucap latif menghampiri hanif.
''Ini tunangan anda nona hanif?? '' ucap tuan amir.
''Iya tuan amir, dia calon menantu saya. '' ucap ayah fadil
Latif dan tuan amir berjabat tangan dan mengobrol,hanif menghampiri bundanya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
..........