
setelah telphone berahir hanif langsung sadar dengan ucapannya.
''Ya allah, kenapa aku kegatelan sekali yah bicara seperti itu tadi, pantesan mas danil bicaranya ngawur. '' ucap hanif sambil memegang dadanya karena kebodohannya terlalu jujur.
''Ya allah, kalau memang hamba dan mas danil berjodoh di dunia ini yang engkau ridhoi, persatukan kami dan lancarkan hubungan ini tanpa ada masalah. '' ucap hanif dengan penuh harap dan keyakinan.
Hanif langsung merebahkan tubuhnya, lalu mencium pipi sauqy dan melepas botol susu dari mulut sauqy.
Tak lama hanif tertidur pulas......
Hanif membuka matanya dan kaget, karena dia ada di hamparan bukit yang asri dan sejuk sekali.
Hanif terus berjalan menyusuri bukit itu dan hanif melihat samar samar bayangan wanita yang tersenyum kepadanya, hanif terus berjalan menghampiri bayangan itu.
''Heraa.... '' ucap hanif yang memanggil karena bayangan di hadapannya adalah hera yang sedang tersenyum bahagia.
Hanif menghampiri dan memeluk hera dengan erat.
''Hera, kenapa kamu selalu melibatkan kaka dengan laki laki yang ada kaitannya dengan kamu, apa kamu gak kasian ke kaka?? '' ucap hanif sambil menangis.
Hera hanya tersenyum dan menghapus air mata di wajah cantik nya hanif.
''Maafkan hera kaka, terimakasih sudah merawat anak nya hera dengan kasih sayang yang sangat tulus, maafkan hera karena melibatkan kaka dalam setiap kisah pernikahan kaka, percayalah kaka kalau laki laki yang hera pilih saat ini, adalah laki laki terbaik untuk kaka yang hera pilihkan, percayalah kaka, allah sudah menyiapkan kejutan indah di balik rasa sabar dan syukur kaka, tiada sakit yang terobati, tiada tangis tak berhenti, tiada kesedihan bekesudahan, karena semua akan berakhir.
Kuatkan hati kaka dengan penuh syukur maka bahagialah yang akan kaka dapat, danil laki laki baik kaka dia tidak salah dalam masalah ini, danil laki laki tulus dan penyayang, kelembutan nya, kasih sayang nya adalah nilai plus darinya yang kaka dapatkan, terimakasih sudah menerima nya menjadi suami kaka, sayangi dan jaga ketulusannya karena kelak kaka akan bahagia dengannya, aku pamit kaka dan jagalah anak hera karena dia akan tumbuh menjadi anak yang berduplikat dengan kaka, pulanglah kaka danil dan anak kamu sudah menunggu. '' ucap bayangan hera yang perlahan memudar dan hilang.
''Terimakasih hera. '' ucap hanif sambil terduduk dan menangis.
''Berdirilah sayang ayo kita pulang sekarang, kasian sauqy menunggu kita. '' ucap danil sambil memegang dan meraih tangan hanif.
''Mas danil. '' ucap hanif yang kaget dan danil seperti biasa tersenyum padanya.
Hanif berdiri dan langsung memeluk tubuh danil.
''Astagfirullah... '' ucap hanif terbangun dari mimpinya.
Hanif melihat jam ternyata sudah pukul empat pagi, namun sayang sangat di sayangkan, hanif sedang datang bulan jadi dia tidak bisa melaksanakan sholat sunat nya.
Hanif melihat ke arah sauqy yang tertidur pulas memeluk gulingnya.
''Mimpi apa itu yah, terasa nyata sekali semuanya, makasih hera dan semoga kamu tenang di alam nya dan kaka akan menjaga anak kamu dengan penuh kasih sayang. '' ucap hanif sambil menatap sauqy yang sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Hanif menutupi tubuh sauqy dengan selimbutnya dan segera ke kamar mandi untuk bersih bersih karena hari ini dia akan masak makanan enak untuk sauqy dan dirinya juga.
Duapuluh menit kemudian hanif selesai mandi dan memakai pakaian santainya dan tidah berhijab, hanif melihat sauqy masih tertidur, hanif berjalan ke arah pintu dan turun kelantai satu lalu ke dapur.
Hanif membuka kulkas dan mengeluarkan semua bahannya.
koki dan bibi kaget melihat hanif memasak dan menghampiri hanif.
''Kenapa melihatnya seperti itu?? ucap hanif yang melihat tatapan ART nya.
''Tidak nona, biar saya yang memasak yah, nona tinggal bilang mau di masakin apa. '' ucap koki.
''Gak usah mba biar saya yang masak. '' ucap hanif menolak sambil tersenyum.
Hanif melanjutkan masaknya, koki membantu menyiapkan bahannya, bibi mulai bersih bersih rumah dan rina sedang mencuci pakaian sauqy.
Hanif selesai dengan masakannya dan menyimpan di penghangat makanan.
''Mba masak buat mba, bibi, rina dan linda ajah yah, saya kan masaknya cuma sedikit. '' ucap hanif dan koki mengangguk.
Hanif langsung menuju kamarnya dan melihat sauqy sudah bangun dan memainkan botol susu nya yang kosong, hanif langsung membuatkan sauqy susu dan memberikannya.
Hari ini hanif hanya menyeka sauqy dan tidak memandikannya, karena sauqy baru sembuh dari panasnya.
Hanif membawa turun sauqy dan mendudukannya di sofa, hanif ke dapur membawa makanan untuk sauqy makan.
Sauqy hari ini makan nya lahap dan menghabiskan makanan yang di buatkan hanif, rina menghampiri hanif dan sauqy karena kerjaan nya sudah selesai dan rina juga sudah siap.
''Kamu jagain dulu yah rina, saya mau makan dulu soalnya. '' ucap hanif dan rina mengangguk.
Hanif langsung kemeja makan dan segera makan, hanif membuka handphone nya dan membaca semua email masuk yang di kirim dimas kepadanya.
Semua bisnis hanif sudah kembali stabil dan tidak mempengaruhi perjalanan nya, walaupun kemarin sempat ada masalah karena perusahaan mahardika mencabut kerja samanya, namun hanif tidak mempermasalahkannya karena hanya butuh satu hari satu malam hanif menyelesaikan semuanya dan besoknya perusahaan stabil.
Hanif melihat ada email masuk dan ternyata dari perusahaan ayah nya.
Doni mengabari kalau besok hanif harus menghadiri meeting menggantikan ayahnya yang masih di singapura.
''Kenapa harus aku sih, males deh ketemu sama presdir. pegeon itu lagi. '' ucap hanif yang sedikit kesal karena presdir itu selalu mencoba mendekati hanif.
''Kalau ada mas danil, aku suruh dia ajah yang gantiin ayah. '' ucap hanif.
''Sepi nya minggu kedua ga ada mas danil, biasanya dia udah rame ngajakin sauqy jalan jalan, lagi apa yah mas danil disana?? '' ucap hanif yang mulai kepo pada danil.
__ADS_1
Bibi menghampiri hanif dan memberitahukan alat alat mandi, mencuci dan masak sudah habis, hanif langsung meminta semua bersiap, karena hanif akan mengajak semua penghuni untuk berbelanja kebutuhan dan hanif akan membawa mereka untuk shoping di toko pakaiannya, pokonya hanif akan memberikan bonus hari ini.
Semua pekerja pun senang dan segera bersiap siap untuk pergi hari ini.
Hanif membawa sauqy untuk bersiap siap dan meminta rina juga untuk mengganti pakaiannya.
Hanif mengabari olive untuk menyusul ke toko pakaian yang ada di sebuah mall karena hanif ga mau keliling terlalu jauh, dia ingin ke mall yang sudah lengkap dan semua tersedia.
''Ayo jagoan mamah, kita jalan jalan dan shoping pakaian sauqy yah, kita pakai kartu papah untuk shoping. '' ucap hanif sambil memakaikan kupluk di kepala sauqi.
Hanif membawa aisan pinggangnya yang merangkap dengan tas pinggang juga, hanif bisa menyimpan semua kartu, uang dan juga handphone nya.
Semua sudah siap di lantai satu dan hanif langsung keluar rumah menuju mobil, hanif duduk di depan samping linda, sedangkan yang lain duduk di kursi belakang.
Sauqy tak hentinya berceloteh antusias dengan jalanan di depannya, hanif hanya senyum melihatnya.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di mall dan hanif turun juga yang lainnya.
''Jangan dulu masuk kita tunggu linda yah disini. '' ucap. hanif dan semua mengangguk.
''Anak mamah nge mall yah. '' ucap hanif karena sauqy terus berceloteh dan terlihat senang.
''Rina kamu tau kan sifatnya hera gimana, kayanya nurun sama sauqy deh, seneng jalan jalan. '' ucap hanif pada rina.
''Iya juga Neng, neng hera kan semangat kalau di ajak shoping dan jalan jalan. '' ucap rina dan hanif mengangguk.
Linda sudah datang dan semuanya langsung masuk ke dalam mall, hanif langsung menuju supermarket untuk belanja keperluan rumahnya.
''Kalian semua belanja kebutuhan rumah yah, yang tadi saya minta tuliskan dan kalian semua boleh belanja kebutuhan pribadi juga yah, saya mau pilih kebutuhan saya dan nanti saya hampiri kalau sudah selesai. '' ucap hanif dan membuat semua ART nya menggangguk senang.
Hanif termasuk majikan yang baik, memenuhi semua kebutuhan pribadi pekerjanya, tanpa memotong gaji bulanan mereka.
''Hanif.....'' ucap seseorang memanggil nya saat hanif memilih peralatan untuk danil.
.
.
.
.
............
__ADS_1