
Geby menggandeng kedua bocah tersebut di kedua tangannya. Dia membawa mereka menaiki motornya. Untungnya dia tak menggunakan motor sportnya, karena dia kan baru pulang sekolah. Bocah kecil di depan sedangkan bocah sang kakak di belakang dengan memegang erat baju Geby atas perintahnya.
Motor Geby berhenti di sebuah warung makan pinggir jalan kaki lima, untungnya masih ada yang bukan, pasalnya ini juga sudah malam. Bukannya tak mau membawa ke restauran atau tempat makan mewah, tapi dia tak ingin membuat pengunjung lain risih dengan kedua bocah yang di bawanya. Karena kedua bocah itu sangat kelaparan, jadi nanti saja mandi dan membelikan baju untuk mereka, yang penting perut mereka kenyang dulu.
Saat makan berlangsung, Geby menanyakan beberapa pertanyaan, seperti nama, kenapa mereka sampai tinggal di jalan dan lainnya. Setelah selesai mengisi perut mereka, Geby pun mengajak kedua bocah itu le kediamannya.
Citt
"Kita sampai," ucap Geby kepada dua bocah yang di bawanya kemudian memarkirkan sembarang motornya di depan kediamannya.
"Wahh, rumah kakak sangat besar," ucap Daniel terkagum-kagum, sedangkan Reno hanya tersenyum mendengar adiknya yang senang.
"Biasa saja, kalian juga akan tinggal di sini,"
"Benarkah?"
Geby mengangguk mengiyakan "Kalian mau kan tinggal di sini?"
"Mau mau," ucap sang adik, Reno yang lumayan paham akan kerasnya kehidupan merasa ragu. Geby melihat itu dan bertanya "Apakah kau ragu? Kakak bukan orang jahat yang akan menjual atau menyakiti kalian, di sini juga banyak keluarga kakak loh," sambil memegang tangan Reno Geby berusaha meyakinkannya.
Saat membujuk Reno, Fino datang menghampiri "Nona kau sudah datang?"
"Oh Fin, ya maaf aku telat, ada yang perlu di selesaikan tadi,"
"Ohh, dan siapa mereka?"
"Mereka, akan ku ceritkan di dalam, mari masuk, Reno, Daniel,"
Mereka pun masuk kedalaman kediaman besar itu setelah Reno setuju dan yakin akan tinggal di kediaman besar itu bersama adik dan orang-orang baru di kenalnya. Off
...
"Bagaimana? Apakah kalian semua telah menyiapkan peralatan yang di perlukan untuk misi pertama kita?"
__ADS_1
"Siap nona," jawab mereka serempak. Mereka adalah Susan, Fino, Aldy, Maya, dan Galih.
Mereka merupakan orang-orang yang telah di tolong maupun mendapat bantuan dari Geby, dan masing-masing mereka pun memiliki tujuan ikut Geby membuat organisasi sesuai keinginan Geby. Untuk apa lagi kalau bukan untuk membalas hinaan, memperbaiki hidup, mendapat kesembuhan dan sebagainya.
Dengan lima orang tersebut di tambah Geby yang bisa dikatakan ahli dalam hal rencana dan penyerangan secara diam-diam akan mampu menghancurkan sebuah organisasi berskala kecil.
Tujuan Geby ingin mengambil alih organisasi yang bisa disebut gangster yang menurut Geby telah salah jalan, karena sering menyusahkan para warga.
Organisasi gangster ini memiliki cukup banyak pengikut/bawahan. Sebanyak 100 orang di berbagai kalangan, mulai dari sang ketua dan wakilnya merupakan anak orang kaya yang keluar dari tingkat sepuluh dan berlanjut dengan kalangan menengah dan sampai anak jalanan yang hanya di manfaatkan untuk umpan dalam misi berbahaya dan di tugasku meresahkan warga, baik itu di sekitar pemukiman sederhana dan kumuh sampai pasar.
Itulah yang membuat Geby ingin mengambil alih organisasi itu, menyadarkan bawahan-bawahan yang hanya di manfaatkan para orang kaya.
"Berangkat," ajak Geby.
Mereka pun berangkat menaiki mobil hitam dengan membawa peralatan yang diperlukan dan penyamaran diri yang sempurna tanpa ada celah diketahuinya identitas mereka.
Mobil mereka berhenti jauh dari gedung tak terpakai dan jarang di datangi orang. Mereka turun dan mempersiapkan alat-alat, seperti laptop untuk mencari informasi, pistol untuk jaga-jaga, dan obat bius untuk membius ketua, wakil dan orang penting dalam organisasi tersebut. Gunanya, agar saat melakukan tidak ada kegaduhan yang akan menarik perhatian bawaham lainnya. Kan bisa repot jika merek ketahuan, pasalnya jumlah mereka sangat jauh dan lagipula kekuatan Geby pun belum kembali, karena misi sebenarnya yang harus di selesaikannya belum menemukan titik terang.
Kembali pada misi mereka, sekarang Geby telah mencari informasi tentang letak posisi keberadaan ketua dan lainnya.
Detik, menit telah berlalu. Geby dan lainnya telah siap menyerang anggota inti dari orgabisasi tersebut.
Dengan gerakan lihai Geby memberi kode kepada yang lain dan segera bergerak.
Hup
Geby masuk melalui jendela lantai 3 gedung tak terpakai itu. Tak ada siapa pun dan tap tap tap, terdengar beberapa orang mendekat dan kreattt, Geby segera bersembunyi. Pintu terbuka menampilkan 3 orang laki-laki sedang bercakap-cakap.
"Bagaimana hasilnya Nix?"
"Sulit bos, si peretas sangat ahli dan bekerja sangat rapi, tak meninggalkan jejak apa pun,"
Si peretas? Dia adalah Geby, dia membobol informasi dari organisasi tersebut, tujuannya yaitu mencari tahu apa saja yang telah organisasi itu lakukan dan yang akan merek lakukan. Dan ya, Geby mendapatkan informasi bahwa mereka akan melaksanakan transaksi ilegal, yaitu perdagangan manusia, terutama wanita dan anak-anak.
__ADS_1
Meski organisasi kecil, tapi mereka juga memiliki pendukung yang kuat, tapi tak ada yang mengetahui dengan siapa mereka bekerja sama, yang pasti bukan organisasi kecil, mungkin mafia?
Syuttt, suara yang hanya terdengar pelan dan hanya saat mrnembak.
"Akh, Apa ini?" ucap salah satu dari tiga orang yang datang.
"Kenapa?" tanya yang lain.
"Tidak tau, sepertinya di gigit serangga," ucap yang kena tembakan Geby.
"Ya sudah, mari bahas hal lainnya," ucap orang ketiga.
Kembali, syutt syutt, sekarang langsung dua orang yang Geby tembak, sedang yang terkena tembak pertama telah tertidur dengan telungkup. Tak lama sebelum dua lainnya menyadari jika temannya tertidur mereka pun ikut menguap dan juga tertidur.
Geby pun menghubungi teman-teman mengarahkan untuk membawa anggota inti organisasi tersebut untuk mengambil alih tanpa adanya kekerasan terhadapat bawahan organisasi tersebut, hanya perlu kekerasan terjadap tiga orang tersebut.
Skip
Di sebuah ruangan yang di perkirakan ruang bawah tanah, terlihat tiga orang laki-laki terikat di kursi dalam keadaan tak sadarkan diri.
"Ugh, kepalaku," keluh salah satu yang telah sadar, "Ah kenapa tanganku tak bisa di gerakkan," ucapnya terkejut sambil berusaha melepaskan menarik-narik tangannya.
"Hei bangun," teriaknya. Dia ternyata adalah ketuanya, terlihat masih muda. Di samping kananya wakil nya juga terlihat muda dan di sebelah kirinya merupakan penasehat/pembuat rencana terlihat lebih dewasa.
"Ah ya ya bos ada apa?" ucap wakil.
"Go***k, sadar, lihat kita dimana?" bentak sang ketua.
Wakil pun mengedarkan pandangan keseluruh ruangan dan hanya terlihat lampu remang-remang dan selebihnya gelap.
__ADS_1
Happy Reading