Gadis Jahat Insyaf

Gadis Jahat Insyaf
3.58


__ADS_3

Selamat Menikmati Bacaan ini...



Adam terus menyalahkan dirinya seraya berteriak-teriak di tengah jalan sambil melihat ke depan, jalanan yang kosong tanpa ada seorang pun disana yang memberitahukannya dimana keberadaan seorang gadis yang tadinya berada di jalan itu.



Jai yang melihat tak dapat berbuat apa-apa. Selama ini tidak di dapati nya Adam yang berprilaku seperti ini. Dia juga senang dan sedih secara bersamaan melihat perubahan Adam.



"Kenapa? Seharusnya aku menemaninya untuk pulang ke rumahnya. Kalau aku ikut tidak akan terjadi seperti ini," gumam Adam terus menerus menyalahkan dirinya karena tidak menemani Geby yang mengatakan dia ingin menemui keluarganya.



Jai menepuk bahunya. "Tenangkan lah dirimu! Daripada kau terus menyalahkan dirimu sendiri lebih baik kita mencari informasi yang berguna untuk menemukannya," ucap Jai menenangkan Adam.



Adam mendongak menatap Jai. Matanya sudah basar oleh air mata bersalah. Setelah mendengar perkataan Jai dia bangkit dan berkata. "Kerahkan seluruh anak biah kita di kota ini untuk mencarinya. Kalau masih belum di temukan kerahkan semua anak buah kita di seluruh negara," tatapan tajam bak pisau mengarah ke depan, tangan terkepal penuh tekad untuk menemukan Geby.



Di tempat lain, tepat di sebuah mension mewah duduklah seorang pria tampan dengan angkuhnya. Dia adalah Efendy sang ketua dari organisasi mafia terkuat nomor dua setelah organisasi mafia nya Adam.


Dia memang ingin mengalahkan Adam tapi dia bukan lah orang yang licik dan akan berbuat apa pun untuk menang, akan tetapi berbeda dengan bawahan-bawahan setianya.


Namanya Sai, dia adalah tangan kanan plus sahabat nya Efendy. Dia merasa Efendy terlalu lunak terhadap pesaingnya, jadi dia yang akan bertindak untuk menjatuhkan para Perasingnya.


Efendy sering kali melarangnya akan tetapi, Sai tetap melakukannya. Tidak ingin merusak hubungan persahabatannya Efendy pun membiarkannya asal jangan melewati batas.



Sekarang ini Sai sedang bersama Efendy, tiba-tiba ponselnya berdering dan dia mengangkatnya. "Bagus!" Hanya satu kata itu setelah mendengar seseorang berbicara dari ponselnya.



"Ada apa? Kau jangan berbuat aneh-aneh lagi Sai," ucap Efendy memperingatkan.



Sai menyeringai dan berkata. "Tidak akan! Ini yang terakhir kali," setelah mengatakan itu dia pamit pergi.



Efendy yang di tinggal merasa ada yang aneh tapi dia tidak tahu apa itu dan dia pun mengabaikannya.



Di sebuah kamar hotel dengan nuansa romantis tidurlah seorang gadis sedang dalam keadaan terlelap. Entahlah terlelap atau tidak karena diketahui sebelumnya di telah pingsan. Dan dapat di lihat juga keadaannya saat ini sedang terikat pada bagian tangan serta kakinya.


Di kamar yang sama dua orang pria, yang satu mengatur kamera menghadap gadis itu dan satunya lagi berpose dengan gadis itu.


Setelah mendapat kode 'Ok' dari pria yang mengatur kamera, pria berpose itu menjauh dari gadis itu.


Masih tak ada tanda-tanda gadis itu akan bangun.

__ADS_1


Setelah beberapa saat pintu kamar hotel terbuka menampilkan sosok Sai yang tampan dengan dua kancing kemejanya terbuka, menampilkan dada bidangnya yang berotot.


"Bagaimana?" Tanyanya.


"Beres tuan, kamera telah di atur sesuai posisi yang telah tuan arahkan," sahut pria yang mengatur kamera tadi.


"Bagus kalian bisa keluar," ucap Sai.


Kedua pria itu langsung kelur dengan tergesa-gesa karena mereka takut dengan aura dari pria di depan mereka ini.


"Mari kita mulai permainannya sayang!" Ucapnya dengan seringaian.



Saat ini kita beralih kepada Adam yang terus mencari sambil menunggu informasi para anak buahnya, tapi sampai saat ini dia tak menghasilkan apa pun.



Dia menduga musuhnya kali inilah bukanlah musuh yang biasa saja. Akan tetapi dia yakin bahwa tidak jauh dari dunia bawah juga.



Tepat saat dia masih saja menyalahkn dirinya, salah satu anak buahnya menginfokan ada sebuah panggilan masuk dari nomor rahasia yang tidak dapat di lacak keberadaannya.



Adam langsung mengangkat panggilan itu dan terkejut dengan si penelepon.



"Sai?" gumamnya.




"Hei yoo, mantan teman. Sudah lama kita tak bertemu. Apa kabarmu? Ku harap buruk," ucapnya. Dia adalah Sai.



**Flashback On**



Di sebuah universitas ada empat pemuda yang dengan riangnya berbincang, bercanda dan bermain bersama layaknya pemuda normal lainnya. Tapi siapa yang menduga kalau mereka berempat adalah orang-orang yang sangat di takuti oleh dunia bawah.



Mereka adalah, Adam, Efendy, Sai dan Jai.



Mereka adalah anggota inti dari organisasi mafia terkejam dan paling terkenal di dunia bawah.



Mafia Adam saat ini masih belum terbentuk dan mafia Efendy juga belum ada, akan tetapi mafia bernama Four King telah melegenda di dunia bawah.

__ADS_1



Setelah kejadian yang membuat Four King menjadi dua kubu, mafia itu hanya menjadi cerita dan setelah lahirnya mafia Adam dan Efendy tidak ada yang lebih hebat dari kedunya. Sama halnya satu buah tidak akan menjadi utuh jika terbelah menjadi dua.



Sama halnya Four King yang terbagi menjadi dua kubu akibat sebuah kejadian yang membuat mafia terkuat itu tak di ketahui lagi ujungnya.



Kejadian yang membuat Four King terpecah adalah hanya karena seorang gadis yang sangat mereka sayangi. Namanya Jenny.



Jenny adalah seorang perempuan manis nan lugu berteman dengan mereka berempat tanpa tahu identitas mereka berempat sebenarnya.



Dan satu kejadian yang membuat Jenny mengalami celaka karena dia tak sengaja mengetahui identitas keempat teman prianya yang tak biasa.



Jenny mulai menghindari mereka berempat. Dan itu membuat mereka berempat bingung. Dan setelah di ketahui sebabnya mereka terlambat karena Jenny yang telah mereka anggap adik mereka mengkhianati mereka hanya karena satu ancaman, yaitu keluarga dari Jenny yang sedang di sandera.



Mereka paham dengan kekhawatiran Jenny, tapi bisakah Jenny mengatakan kepada mereka yang sebenarnya? Karena jika Jenny mengatakan kepada mereka, maka mereka pasti akan menolongnya.



Efendy dan Sai sangat marah dengan Jenny akan tetapi tidak terlalu dengan Adam dan Jai. Mereka memahami dilema yang di rasakan oleh Jenny, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa.



Oleh kejadian pengkhianatan itu mereka mengalami kerugian besar bahkan hampir nyawa mereka melayang.



Dan mulai saat Adam dan Jai terus memaklumi dan mencegah Efendy dan Sai membalas dendam kepada Jenny hubungan mereka retak dan Adam dam Jai memilih keluar dari sana dan mendirikan mafia baru.



Sedangkan Jenny dan keluarganya mendapat kan kesengsaraan dari Efendy dan Sai. Adam ingin membantu, tapi dia juga tak dapat berbuat apa-apa saat itu. Karena dia dan Jai belum memiliki kekuatan saat iti setelah mereka berdua keluar dari organisasi mafi Four King.



**Flashback Off**



"Mengapa kau menghubungiku dengan nomor rahasi seperti ini, Sai?" Tanya Adam. Dia masih belum curiga dengan mengapa Sai menghubunginya, setelah sekian lama mereka tak bertemu.



"Oh oh, santai bro, tenang... Tidakkah kau merindukan mantan temanmu ini? Ayolah kau masih seperti duluntak bisa berbasa basi terlebih dulu. Tapi baiklah aku akan mengatakan tujuanku," setelah mengatakan itu Sai beralih tempat dan terlihatlah seorang gadis terbaring di ranjang king size dengan serpei putih.


__ADS_1


Makasih para readers yang telah setia menunggu up nya. Author usahakan agar up tiap hari ya...tapi tidak janji...


Semoga dapat mengurangi penasaran kalian....


__ADS_2