Gadis Jahat Insyaf

Gadis Jahat Insyaf
3.15


__ADS_3

Terdengar lenguhan dari sebelah kiri mereka.


"Ugh kenapa seluruh badanku terasa sakit semua?" keluh penasehat. "Kita dimana?" sadarnya.


Mereka pun saling diam, karena tak ada yang dapat menjawab pertanyaan mereka, yaitu sekarang mereka ada dimana?


Tiba saat seseorang menjawab pertanyaan mereka. "Kalian ada di ruang bawah tanah?" terdengar suara seorang gadis yang datar.


Tap tap tap, dengan perlahan dan terdengar santai suara langkah kaki terdengar dan mulai terlihat sesesorang berpakaian serba hitam dengan memakai topeng setengah wajah.


"Siapa kau? Untuk apa kau menangkap kami? Ku rasa aku tak pernah berurusam dengan seorang wanita seperti kau," ucap ketuanya.


"Hahahaha," suara tawa gadis bertopeng menggema di ruangan itu menambah suasana mencekam. "Memang kalian tak pernah berurusan dengan ku, tapi... Kalian telah meresahkan masyarakat, itu membuatku geram tau," suaranya semakin menjadi dingin. Dia adalah Geby.


"Apa urusannya dengan mu?" ucap ketua itu dengan sinis.


"Sudah ku katakan kita tak memiliki urusan, dan juga bukan urusan ku sih, tapi... Aku hanya ingin mengambil alih organisasi kalian," ucapnya santai.


"Siala...," ucapan wakil terpotong saat sang gadis bertopeng mengangkat tangannya.


Dan ternyata di hanya ingin mengambil kursi untuknya duduk.


"Aku lelah berdiri, jadi biarkan aku duduk dulu baru kita lanjutkan diskusi kita," ucapnya.


?????


Ketiga orang tersebut tak dapat mengeluarkn kata-kata lagi, manakala gadis kecil itu terlalu santai? Bercanda tak tahu tempat? Atau apa? Fikir mereka.


"Oke, lanjutkan. Katakan umpatan kalian padaku sepuas kalian," ucap Geby santai.


"Apa maksudmu ingin mengambil alih organisasi kami?" tanya penasehat tenang.


"Oh itu, akan ku jawab," ucap Geby membenarkan posisi duduknya menjadi tegak "Hanya ingin, dan oh ya, akan lama jika aku membuat organisasi sendiri dari nol, jadi kenapa tidak mengambil organisasi yang gak guna kaya organisasi kalian itu. Membuatnya lebih bermanfaat bagi yang lain dan khususnya tak menyusahkan seperti perbuatan kalian itu,"


Ketiga orang di depan Geby itu merasa geram dan marah, tapi tak dapat melakukan apa-apa.


"Jadi tujuanku menyekap atau menculik ya? Menculik aja deh, yaitu ingin meminta secara baik-baik kepada kalian untuk menyerahkan organisasi kalian padaku," ucap Geby berubah serius.

__ADS_1


Wajah ketiga orang tersebut merah padam karena menahan kemarahan. Kedua tangan terkepal mengumpat di dalam hati.


"Apa keuntungan kami jika kami menyerahkan organisasi kami?" tanya penasehat berusaha tenang.


"Joe," teriak ketuanya kepada penasehatnya yang bernama Joe.


"Apa yang kau katakan?" ucap wakil.


"Sen, Lee, kita tidak bisa menolak maupun melawan sekarang, daripada tak menghasilkan apa-apa dan ya kalian pasti tahu cara kekerasan bagaimana bukan?" ucap Joe (penasehat)


"Tapi," ucap Sen (wakil) ragu.


"Benar kata temanmu, memang benar ya kata orang kalau umur semakin menua akan lebih bijak dalam berfikir, bagus-bagus dan ya untuk keuntungan yang kalian dapat yaitu aku akan membayar semampuku dan tetunya kalian aman dan tidak dalam keadaan cacat keluar dari sini," ucap Geby. "Bagaimana?" ucap Geby memastikan karena menunggu ketiga orang di depannya itu berfikir.


"Baiklah, kami tak memiliki pilihan bukan?" ucap Lee pasrah dan di angguki kedua orang lainnya.


"Bagus bagus," ucap Geby santai.


Mereka pun menjalani kesepakatan yang beraifat mutlak untuk sisi Geby muapun ketiga orang tersebut dan juga mereka tidak akan pernah di perbolehkan lagi ikut campur dalam organisasi yang telah menjadi kepunyaan Geby.




Banyak para kepala di kepolisian meminta bantuan dari organisasi ini karena meskipun organisasi yang di bentuk Geby ini terlihat seperti mafia, tapi mereka tidak melakukan sesuatu yang berbahaya bagi anggota maupun orang lain, maupun melanggar hukum, tapi juga tidak terikat dengan hukum. Yang pasti organisasi ini akan membantu para pemerintah memberantas para oknum penjahat, tapi tidak menampakkan diri kepada pemerintah pula.



Organisasi ini hanya pekerjaan sampingan Geby, pekerjaan yang sebenarnya adalah membuka berbagai usaha, seperti hotel, restauran, dan cafe yang berada di beberapa tempat cabangnya.



Geby hanya duduk santai menerima hasilnya, karena dia bekerja di balik layar, karena dia masih dalam masa pendidikan yaitu tahun ini dia telah berada di kelas 3 dan akan berfokus menghadapi ujian kelulusannya, tapi bukan Geby kalau hanya belajar, karena dia itu jenius. Tak ada yang tahu pemilik dari setiap usaha yang memiliki banyak cabang itu. Jika pun Geby menghandiri pertemuan yang sangat penting, dia selalu menggunakan topeng.



Perusahaan, restauran dan lainnya di pimpin oleh masing-masing anggota Blue Scorpionya.

__ADS_1


"Hah, sangat ngantuk, tidur sebertar kali ya, masih 30 menit masuk," gumamnya sambil melihat jam tangannya.


Dia pun langaung tertidur telungkup di atas meja.


Tak tik tak tik


Waktu terus berputar sampai pada saat Geby membuka matanya dan betapa terkejutnya dia saat mendapati dirinya sekarang berada di uks bukan di kelas. Dan lagi-lagi dia terkejut saat melihat jam di tembok yang menunjukkan sudah jam pulang sekolah.


"Astaga, berapa lama aku tertidur? aku tertidur atau pingsan sih sampai gak sadar gini?" gumam Geby sambil kebingungan.


"tentu saja kau gak ingat, karena kamu emang pingsan," ucap seseorang dari arah balik tirai uks.


"Siapa?" kaget Geby.


Seorang pemuda tampan pun muncul dari balik tirai, siapa lagi kalau bukan Ardikha yang selama ini selalu mendekati Geby, tapi tak di gubris oleh Geby pasalnya Ardikha ini selalu menempeli Geby, tidak seperti kepada gadis lain yang selalu bersikap dingin, kalau dengan Geby seperti anak ayam yang selalu mengekori induknya.


"Kamu lagi," ucap Geby malas.


"Kau ini kenapa sih sama aku selalu begitu? Aku kurang baik apa sama kamu?" ucapnya manja, sangat berbanding terbalik dihadapan orang lain.


Geby tak menanggapi ucapan manja Ardikha. Ardikha duduk di ranjang di samping Geby duduk. "Kau itu tadi sakit, badanmu panas, dan saat ku coba bangunkan badanmu hampir jatuh jadi ku bawa ke uks," jelas Ardikha dan Geby hanya manggut-manggut.


"Mana tas ku?" ucap Geby sambil menadahkan tangannya malas.


"Ada di mobilku," jawab Ardikha.


"Mobilmu?"


"Ya, kenapa? Kau kan lagi sakit, jadi aku akan mengantar mu pulang,"


"Tidak," jawab Geby dengan tegas "Cepat ambilkan tas ku, oh tidak perlu langsung saja keparkiran, motorku juga disana," ucap Geby sambil berdiri dan membenarkan seragamnya yang kusut kemudian melangkah keluar dari ruang uks.


Ardikha yang fokus akan sesuatu baru tersadar setelah Geby menutup pintu uks dengan lumayan keras.


"Dimana dia? Ah sial, lagi-lagi ditinggal," ucapnya kemudian menyusul Geby yang sudah tak terihat di lorong itu.


__ADS_1



Happy Reading


__ADS_2