Gadis Jahat Insyaf

Gadis Jahat Insyaf
3.8


__ADS_3

Geby puas dengan kediaman pilihannya, dengan cepat dia menyelesaikan transaksinya. Pak Arnod terkejut saat melihat nama keluarga yang di sandang Geby, tapi dia tak berani bertanya dan hanya melayaninya saja. Untung dia bersikap ramah padannya, fikir pak Arnod.


Geby membeli kediaman itu dengan uang tabungannya sendiri, karena saking banyaknya uang jajan Geby asli, sampai-sampi rekeningnya membengkak.


Geby telah selesai bertransaksi, dia meminta pak Arnod untuk tidak menyebarluaskan jika dia pernah membeli sebuah kediaman.


Dia pun langsung pulang, sesampainya di rumah, dia tak mendapati semua keluarganya. Dia bertanya pada bi Sum. Kata bi Sum semua orang memang belum ada yang pulang jam segini.


Jam segini? Ini tuh udah jam 5 sore loh, masa gak ada yang di rumah, apalagi para kakaknya, kalau Yoga sih maklum, mungkin lagi les, karena dia sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan try out. Kalau Farel? Itu yang perlu dicurigai.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Geby turun ke dapur untuk mencari makan. Di dalam kulkas terdapat makanan yang memang di bekukan tinggal Geby panaskan.


Saat asik makan, mamanya pulang.


"Eh baru makan?" tanya Hana sambil menaruh tas kerjanya di kursi meja makan di dapur.


Geby menoleh dan mendapati mamanya baru datang kemudian mengangguk mengiyakan pertanyaan mamanya. Setelah menelan makanannya, dia bertanya "Kenapa pulang cepat?"


Hana membuat raut wajah sedih "Apa kamu tidak senang mama pulang cepat dan ingin menemanimu?"


"Tidak tidak, malahan aku sangat senang," sanggah Geby dengan cepat. Geby mendekati mamanya dan "Mah, aku senang karena mama selalu menyempatkan waktu untuk menemaniku, tapi aku tidak ingin egois, aku tahu mama capek bekerja, jadi jangan memaksakan diri mama untuk selalu menemaniku. Aku tidak apa kok kalau hanya sesekali kita bisa bersama. Dan aku minta maaf atas segala keegoisanku dulu," ucap Geby tulus. Dia ingin memperbaiki ikatan kekeluargaan yang renggang antara Geby asli dengan keluarganya, akibat keegoisannya.


Hana menitikkan air matanya, terharu dengan putrinya yang sekarang lebih dewasa dari sebelum kecelakaan. Dengan perubahannya yang sekarang Hana sangat senang, karena dulu dia tak sempat memberikan kasih sayang yang cukup untuk putrinya ini, itulah membuat hubungannya dengan putrinya merenggang. Selain itu sikap tak perduli putrinya dulu juga membuat hubungan putrinya dengan semua penghuni rumah besar ini sangat-sangat renggang.


Untuk sekarang dia berjanji akan menjadi seorang ibu yang selalu memperhatikan anak-anaknya.


...


Malam ini tidak ada makan malam bersama, karena Hana memiliki pekerjaan yang sangat menumpuk. Danu? Dia bakal pulang telat atau bisa gak pulang, katanya sih bakalan lembur di kantor.


Yoga? Ada di kamarnya?, belajar mungkin?


Farel? Entah kemana itu anak, jam 6 tadi pulang ke rumah setelah itu keluar lagi.

__ADS_1


"Huh membosankan, apa gak ada yang bisa ku ajak jalan? Ini kan malam minggu?" keluh Geby yang merasa kebosanan karena tak ada kerjaan.


"Oh iya, bagaimana kalau aku jalan-jalan sendiri aja, barangkali bakal nemu sesuatu yang berharga," ucapnya. Setelah itu dia bersiap-siap untuk keluar, seperti biasa, dia menggunakan pakaian sederhana, celana kain gober, sweater, rambut di kuncir kuda tak lupa sepatu berwarna hitam.


Dia meminta ijin, tok tok tok "Ma," panggil Geby setelah mengetuk pintu kamar mamanya.


"Ya, masuk," ucap Hana dari dalam.


Geby membuka pintu dan mendapati mamanya masih fokus ke layar laptopnya. Setelah Geby mendekat Hana pun mengalihkan pandangan dari laptopnya ke putrinya tersebut. "Ada apa?" tanya lembut sambil tersenyum dan menepuk sisi kasur, menyuruh Geby duduk.


Geby menurut dan berkata "Ma aku mau keluar jalan-jalan cari angin, bosan di rumah,"


"Dengan siapa?" Hana.


"Sendiri," Geby.


"Hah? Gak ngajak kakakmu?" Hana.


"Hahhhh, baiklah, tapi jangan kemalaman ya dan hati-hati. Mau naik apa?" Hana.


"Naik motor aja," Geby.


"Oh kebetulan mama sudah pesankan motor untukmu, motornya ada di garasi dan ini kuncinya," ucap Hana sambil menyerahkan kunci motor.


"Hah? Untuk apa? Motor yang ada juga masih bagus kok," Geby.


Hana menggeleng "Bukan begitu, tapi mama hanya ingin membelikannya untukmu," Hana.


Geby terharu dengan perhatian Hana, andai dirirnya (Nova) tak memasuki tubuh ini, dia tidak bakalan dapat merasakan kasih sayang seorang ibu lagi, pasalnya di kehidupan ke dua dan ke tiganya tak ada sosok seorang ibu.


Geby memeluk Hana dan begitu juga Hana membalas pelukan Geby. "Terimakasih,"


"Sama-sama," ucap Hana sambil mengelus pucuk kepala Geby.

__ADS_1


Keduanya melepas pelualan mereka dan Hanya berkata "Kau lihatlah motor yang mama belikan, apakah cocok dengan seleramu? Jika tidak bilang sama mama nanti mama akan belikan lagi," dengan senyum penuh perhatian Hana berucap.


Geby mengangguk lalu berdiri "Terimakasih," sekali lagi Geby mengucapkannya.


Hana tersenyum dan mengangguk tanpa kata. "Aku akan garasi melihatnya dan jika aku suka aku akan menghubungi mama," ucap Geby sambil berlari kecil keluar kamar Hana.


Hana terkekeh melihat kelakuan putrinya itu, menggemaskan.


"Mama bakal bahagiakan kamu Geb," batin Hana sambil tersenyum.


Geby telah sampai di garasi. Disana tersusun rapi berbagai macam mobil mewah milik ayah, mama, dan kedua kakaknya, dia juga punya sih, tapi malas macet-macetan, kalau pak motor kan bisa ruh nyalip.


Geby berjalan kepojokan atau paling ujung dari deretan mobil. Di samping motor yang di gunakannya siang tadi terdapat motor matic berwarna hitam. "Bagus juga, meski bukan seleraku, karena seleraku kan motor sport, tapi tak masalah lah hitung-hitung untuk penyamaranku,"


Sebenarnya Geby telah memesan motor sport berbagai macam warna yang akan diantarkan ke kediaman barunya yang baru dia beli, mungkin satu minggu akan datang?


Geby langsung mengeluarkan ponselnya dari kantong celananya, dia mengetik sesuatu dan setelah selesai dia langsung menaiki motor barunya dan tancap gas menuju jalan raya yang ramai.


Dia menyusuri jalanan dengan santai dan jika ada yang menarik dia akan berhenti, seperti sekarang dia telah memarkirkan motornya dan berjalan santai di pasar malam.


Geby dengan sangat antusias memainkan semua permainan, meskipun sendiri itu tak menurunkan semangatnya.


Sampai pada saat dia sedang mengantri untuk menaiki roller coaster yang tak terlalu tinggi. Dia tak sengaja menginjak kaki seseorang yang berdiri di belakangnya, orang tersebut mengaduh, Geby langsung berbalik dan melihat kaki orang tersebut dan meminta maaf.


"Maaf ya, aku tak sengaja, apa sakit banget?" Geby mendongak dan matanya melotot. "Kenan," gumamnya. Sesaat terkejut Geby melihat sesosok gadis menghampirinya "Keyza," gumamnya datar.


Saat ini wajah Geby yang awalnya penuh dengan senyuman sekarang menjadi datar setelah bertemu dengan kedua orang yang membuat moodnya turun drastis.


Geby keluar dari barisan antrian, tapi suara seorang gadis semakin membuat darahnya mendidih. Dia berbalik dan berkata...


.........


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2