Gadis Jahat Insyaf

Gadis Jahat Insyaf
3.40


__ADS_3

Saat di mobil pun Geby masih tak bangun, mungkin kelelahan. Sesaat kemudian mereka sampai di hotel. Para pegawai yang mengenal Adam sebagai pemilik hotel kaget melihat sosok laki-laki berdarah dingin tengah membawa seorang gadis digendongannya.


"Selamat datang Tuan," ucap manajer serta para staf lainnya dengan hormat, ternyata kedatangan Adam di sambut oleh mereka dengan berbaris di sepanjang pintu hotel, karena mereka telah diberitahu akan kedatangan Adam.


"Hmm" balas Adam singkat.


"Tuan, Kami akan menyiapkan satu kamar lagi" ucap seorang pegawai wanita dengan tersenyum lebar.


"Tidak perlu!" ucap Adam segera melenggang menuju lift pribadinya.


Sedangkan pegawai wanita tadi merengut tak suka.


Di lantai paling atas merupakan kamar pribadi Adam, karena setiap dia ke kota Z ini dia selalu menginap di hotelnya. Baik itu untuk perjalanan bisnis atau lainnya.


Adam merebahkan tubuh Geby di atas ranjang besar itu yang memiliki sprei berwarna putih lembut dengan pelan agar Geby tak terbangun. Karena dia lelah juga akhirnya dia pun ikut merebahkan diri nya di samping Geby di atas ranjang yang sama. Mereka tertidur dengan pulas, bahkan Adam dan Geby sendiri tidak sadar bahwa mereka tidur dengan saling berpelukan satu sama lainnya.



Drtttttt Drtttttt Drtttttt



Suara ponsel tersebut membangunkan salah satu insan yang tengah terlelap, antara sadar atau tidak sang wanita mencari ponselnya dimanapun dia ingat terakhir kali menaruh ponselnya.



Ternyata panggilan video call, tanpa ragu wanita tersebut langsung mengangkat sambungan teleponnya. "Hallo.." ucapnya dengan suara seraknya khas bangun tidur. "Hal..Oh oh astaga astaga!" pekiknya di seberang sana.



"Hmm, ma. Ada apa ma? Oh ada ayah sama kakak juga?" ucap Geby yang masih belum sadar dengan dirinya.



"Eh... Tidak tidak, maafkan kami karena sudah mengganggu waktu istirahat mu. Kami hanya ingin tahu apa kau sudah sampai di kota Z?" tanya Hana. Karena mereka video call menggunakan laptop membuat penampakan sosok Geby yang baru bangun serta sang suami Adam yang memeluk Geby dengan erat. Wajah sangar dan kejam nya berubah menjadi kucing manis yang menggemaskan ketika tertidur.



"Kota Z? Oh iya, hmm..." heran Geby dan melihat-lihat sekitar yang ternyata sebuah kamar sambil mengingat-ngingat, namun saat Geby ingin membalikkan badannya ia terkejut melihat sosok Adam yang berada tepat di depan wajahnya.



Bahkan wajah mereka sangat dekat hampir hidung mereka bersentuhan. Geby mengedipkan beberapa kali matanya untuk menyadarkan pikiran nya. Tepat saat itu, Adam membuka matanya dengan perlahan. Adam sedikit terkejut melihat Geby yang berada tepat di depan wajah nya.



Adam tersenyum tipis dan menarik leher Geby untuk menyatukan bibir mereka. Geby sendiri terkejut dengan perlakuan Adam padanya, dia berontak, tapi apalah daya baru bangun tidur dan juga kekuatannya sangat jauh dari Adam.



Saat nafas keduanya hampir habis akhirnya Adam melepaskan ciumannya.

__ADS_1



Geby juga baru teringat dengan sambungan video yang masih terhubung itu, dengan cepat Geby berbalik dan melihat sambungan video yang untungnya sudah terputus.



"Fiuh...," lega Geby yang kemudian menatap tajam Adam.



"Ada ap..." tanya Adam yang langsung terpotong karena Geby langsung meninggalkan Adam, tapi...



"Kyaaa!" teriak Geby saat Adam menariknya kembali kekungkungannya.



"Dam, lepas!" ucap Geby berontak.



"Biarkan seperti ini sebentar, aku masih ingin bersamamu lebih lama," ucap Adam.



Kesal, marah, tak ada gunanya untuk sekarang, jadi Geby pun membiarkannya.


Tak lewat banyak dari jam 10, salah satu insan bangun, kali ini adalah Adam.


Adam tak langsung bangun dari ranjang, dia masih memperhatikan wajah tenang Geby yang sedang tidur. Membelai lembut pipinya dan menyelipkan helaian rambut yang jatuh ke pipinya.


"Mengapa aku tak bisa berpaling darimu. Meski kau belum membula hatimu untukku, aku akan menunggumu," ucap Adam yang kemudian dengan pelan turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Tak berapa lama Adam pergi, Geby pun terbangun.


"Hoammm," uapan Geby sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku. "Oh astaga, sudah jam 10 lewat!" ucap Geby terkejut. Tak biasanya dia bangun telat. Dia kira saat Adam tak melepaskannya pagi tadi, dia tak akan tertidur tapi ternyata...tertidur juga.


Saat sedang melamun Geby tak menyadari kedatangan Adam.


"Melamun?" tanya Adam mencondongkan badannya.


Geby tersentak dan berpaling dan mundur kembali tatkala wajah mereka sangay dekat dan saat Geby melihat Adam dari atas sampai bawah dia langsung melotot dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Terlihat kedua telinga Geby memerah. Bagaimana tidak, saat ini Adam hanya menggunakan handuk di pinggangnya sampai atas lutut. Dada bidangnya dengan bebasnya terekspos serta rambut yang basah sungguh...menggoda.


"Tak perlu menutupi wajahmu kalau memang sudah melihat keseluruhan tubuhku," ucap Adam dengan percaya diri masih dalam posisi di depan wajah Geby yang sekarang semakin mendekatkan dirinya kearah Geby.


"Pergilah!" ucap Geby dengan kesal.


Adam pun berdiri tegak kemudian tertawa puas sudah berhasil menggoda istri tercintanya.

__ADS_1



Mereka berdua turun untuk makan di restoran yang berada di hotel itu juga.



Sepanjang jalan mereka menjadi pusat perhatian baik itu dari para staf maupun pengunjung hotel.



"Apa kalian lihat? Itu sangat nyata!! Bahkan aku tak percaya tuan Adam yang terkenal dingin itu menggandeng lengan perempuan. Aku tahu dia menikah dan pastinya perempuan disampingnya itu istrinya, tapi aku masih tak percaya kalau tuan Adam sendiri yang melamar dan ingin menikahi perempuan itu?" ucap seorang wanita dengan heboh.



"Kau benar, tapi apa mau dikata, toh sudah terpampang dideoan mata kalau tuan Adam sangat mencintai istrinya," sahut yang lain.



"Tapi meskipun begitu, aku masih tidak percaya. Sosok Presdir yang begitu dingin dan datar bisa luluh oleh perempuan seperti nona Geby kan namanya? Sangat hebat!" Mereka terus saja membicarakan tentang kejadian tadi, sedangkan di restoran Adam dan Geby sedang menunggu pesanan mereka.



"Ada apa? Kau terlihat risih?" tanya Adam melihat Geby yang sering mengusap-usap telinganya.



"Ah tidak apa. Hanya saja disini berisik ya!" ucap Geby dengan wajah tersenyum paksa.



"Mau ketempat lain?" tanya Adam perhatian. "Atau apakah perlu aku mengosongkan restoran ini?"



"Tidak perlu!" jawab cepat Geby. "Tidak perlu seperti itu, aku akan makan cepat dan kembali ke kamar. Oh ya kapan kita pergi dari hotel ini dan pergi ke rumahmu?" tanya Geby.



"Baiklah! Kita akan pergi malam ini. Alasanku membawamu kesini karena persiapan di mension ku masih dalam tahap perbaikan dan siang ini akan selesai dan malam kita akan kesana," jelas Adam.



"Hmm, baiklah!" ucap Geby.



Pesanan pun datang dan seperti yang dikatakan Geby sebelumnya, dia degan cepat makan dan langsung kembali ke kamar. Adam sampai kewalahan mengimbangi kecepatan makan Geby yang cepat serta banyak. Adam bingung Geby makan sebanyak itu, apakah memang setiap kali makan? Lalu kalau memang sebanyak itu, tapi mengapa tubuhnya tak gemuk? Ini perlu dipertanyakan.



Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2