
Geby menghentikan sepeda motornya di bandara. Di sana telah banyak orang berjaz hitam menunggu "Semua siap?" tanya Geby.
"Siap," jawab semuanya.
"Segera berangkat," perintah Geby.
Mereka pun bersiap-siap menuju landasan pesawat terbang.
Geby tak perlu menunggu karena dia menggunakan pesawat pribadi.
Saat menuju landasan terbang, tak sengaja Geby melihat Yoga yang membuat keributan "Cepat lepas landas, akan ku bayar berkali lipat,"
Pihak keamanan pun berusaha menenangkan Yoga tapi tak di hiraukannya. Geby tahu alasan mengapa Yoga bersikap seperti itu pun memerintahkan salah satu anak buahnya memanggil Yoga dan memerintahkannya mengantarkannya ke pesawatnya. Sedangkan Geby pergi lebih dulu.
Tak lama Yoga memasuki pesawat pribadi Geby. Dengan masih membelakangi Yoga Geby berkata "Duduklah dan bersiap, kita akan lepas landas," ucap Geby tenang.
Yoga menurutinya, tapi terlihat raut wajah berfikir.
Hampir tiga puluh menit perjalanan akhirnya pesawat akan mendarat di bandara kota J.
"Sudah menghubungi Farel?" tanya Geby yang membuat Yoga terkejut dan langsung berdiri.
"Siapa kau?" ucap Yoga hendak mendatangi Geby, tapi di hentikan oleh pramugara "Maaf, sebaiknya anda duduk dulu, karena pesawat akan mendarat,"
Yoga tak dapat membantah dan menuruti pramugara tersebut.
Tak lama pesawat mendarat dengan mulus dan langsung saja Yoga menghampiri Geby. Dan betapa terkejutnya Yoga saat melihat siapa orang tersebut. "Geby? Kau?"
"Hmmm, ya, ini aku, sekarang bukan waktunya untuk bertanya. Sudahkah kau menghubungi kak Farel?" Geby.
Yoga menggeleng "Bagus, kita tak perlu memberitahunya," Geby.
"Kenapa?" Yoga.
"Kau pasti tahu jawabannya," Geby.
Tanpa menunggu tanggapan dari Yoga, Geby meninggalkannya keluar pesawat.
Saat turun dari pesawat 10 mobil hitam telah menunggu dengan masing-masing 8 orang di dalamnya kecuali satu mobil yang hanya di isi dengan satu orang. Geby memasuki mobil dengan hanya satu orang tersebut dan di ikuti oleh Yoga.
"Kau tahu apa yang terjadi?" Yoga.
"Ya," Geby.
"Lalu apa semua ini?" Yoga.
"Nanti saja tanyanya, sekarang kita harus fokus untuk menyelamatkan kedua orang tua kita dari para musuh bisnis mereka," Geby.
Yoga tak lagi bertanya dan berkata, dia tak dapat mempercayai ini. Banyak pertanyaan di kepalanya yang hanya bisa di jawab oleh Geby, tapi untuk sekarang waktuny tidak tepat.
Sekian lama hening "Kau mau kemana? Oh iya pasti Farel telah tahu dan telah mengumpulkan anak buah kalian bukan?" ucapan Geby membuat Yoga bungkam.
__ADS_1
"Tak perlu terkejut, aku tahu segalanya tentang kalian yang membangun organisasi yang bernama Black Tiger,"
Lagi-lagi Yoga hanya mendengarkan semua perkataan Geby.
"Aku harus menurunkanmu di mana? Jangan salah paham, aku tidak mau tahu tentang organisasi kalian, jadi tenang saja,"
Setelah diam cukup lama meredakan keterkejutannya "Turunkan aku di sini saja," ucap Yoga yang mulai tenang dengan semua keterkejutannya.
"Baiklah, oh ya satu pesanku, katakan pada kak Farel, jangan menyerang anak buahku saat misi penyelamatan nanti, abaikan saja kami, anggap tak ada, katakan itu pada anggotamu," setelah mengatakan itu mobil pun meninggalkan Yoga yang masih terkejut dan setelah beberapa saat baru dia terdapat dan bergegas ke tempat yang telah di berikan oleh Farel melalui pesan singkat.
"Bagaimana? Apakah lokasi telah di temukan?" tanya Yoga pada Farel.
"Sudah dapat, itu pun ada seseorang yang mengirimkan informasi secara rahasia dan setelah di telusuri tak di dapat siapa pengirimnya," jelas Farel.
"Pasti Geby," gumamnya dalam hati. "Oh ya nanti akan ada orang lain yang akan menyelamatkan orang tua kita, jadi jangan menyerang mereka,"
"Maksudmu? Akan ada orang lain yang akan membantu kita?" Farel.
"Tidak dikatakan membantu tapi yang pasti mereka bukan musuh," Yoga.
"Tunggu, mereka? Ada berapa banyak orang memangnya?" Farel.
"Aku tidak tahu pasti jumlahnya, yang pasti mereka bukan musuh," Yoga.
"Baiklah," masih banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan Farel kepada Yoga, tapi bukan waktunya untuk bertanya sekarang, karena ada hal yang lebih mendesak.
Setelah sekian lama menunggu bunyi tembakan terdengar menggema di luar maupun di dalam gedung. Penyelamatan berlangsung dramatis. Adu tembak tak terelakan setelah Geby telah berhasil mengamankan kedua orang tuanya, Geby memerintahkan pada salah satu anggotanya untuk mengamankan kedua orang tuanya tanpa berniat memberitahu kedua kakaknya.
"Amankan kedua orang tua ku, aku akan menyerang mereka," ucap Geby pelan melalui alat komunikasi.
Anak buah Geby pun langsung menjalankan perintah Geby. Geby pun langsung masuk menyusul organisasi Black Tiger yang sedang baku tembak di dalam. Hanya Geby yang masuk, tidak dengan anggotanya yang lainnya, dia takut akan terjadi kesalahpahaman jika anak buah Geby ikut, cukup Geby yang ikut campur dengan menembak dari jarak jauh. Padahal Yoga telah memberitahukan kepada Farel serta anggota nya untuk tidak menyerang, tapi Geby tak mengetahui itu.
Dor dor, suara pelan tembakan tak terdengar, hanya hasil yang terlihat, yaitu jatuhnya satu persatu musuh.
"Hah, siapa yang membantu?" tanya salah satu anak buah Farel.
Yoga yang mendengar hanya diam, dan memerintahkan kepada anggotanya untuk fokus saja, begitu juga Farel yang mengintruksi anggotanya yang lain untuk fokus bertarung saja. Anggota black tiger paham dan mengangguk saling memberitahu anggota lainnya.
__ADS_1
"Fokus saja dulu, yang penting bukan musuh," jawab anak buah lainnya.
Tapi karena jumlah anggota black tiger yang sedikit dan juga karena yang mereka masuki merupakan markas musuh, akibatnya mereka kalah jumlah.
Melihat itu Geby pun mulai turun tangan. Dengan kemampuan mengecoh dan kegesitannya, satu persatu musuh jatuh tanpa suara.
Dan tak ada yang menyadari jika jumlah musuh semakin berkurang dan akhirnya tertinggal setengahnya.
Dor dor, sekarang Geby terang-terangan menembak musuh dengan dua pistol di masing-masing tangannya.
"Jangan bengong, cepat habisi mereka," teriak Geby menyadarkan anggota black tiger yang kaget, tercengang dan semacamnya.
Mereka terdapat dan kembali fokus untuk bertarung maupun saling tembak. Banyak anggota blackberry tibet yang terluka, itu membuat orang yang bertahan semakin kewalahan, tapi tidak dengan Geby yang menyerang, menembak tanpa ampun, karena dia sangat marah karena mereka berani mengganggu keluarga barunya itu. Yah Meskipun tak harmonis tapi tetap keluarga tak dapat di gantikan bukan?
Tak ada yang dapat melihat wajah Geby, karena dia menggunakan topeng yang biasa dia gunakan untuk beraksi, hanya mengenalnya dengan gelar Queen BS, kemungkinan hanya akan mengenali Geby sebagai Queen BS.
Pertarungan pun berlangsung lama karena anggota black tiger yang telah kelelahan meskipun jumlah musuh sudah berkurang.
30 menit berlalu akhirnya Geby dan anggota black tiger dapat mengalahkan semua anggota musuh dan menelpon polisi, tapi sebelum itu mereka pergi terlebih dulu agar tak ada yang mengetahui identitas mereka.
Yang bersaksi hanya Farel dan Yoga selaku anak dari orang yang di sekap.
Geby? Dia telah pergi duluan.
Happy Reading
__ADS_1