
Di sisi lain yaitu tepatnya di parkiran sekolah khusus siswa/i, Geby telah menunggu pemilik mobil hitam mewah.
"Hah hah hah, kau terlalu cepat berjalan hah hah hah," ucap Ardikha ngos-ngosan.
"Kau saja lambat, cocok dengan wajahmu yang mirip perempuan itu," sinis Geby.
"Hahhh, aku tak bisa menang melawan ucapanmu, tapi aku ini laki-laki tulen tau," pasrah Ardikha kemudian menyangkal dan membuka pintu mobilnya dan "Eit tunggu dulu," ucapnya tatkala saat Geby hendak masuk mencari tasnya. Sebenarnya jika tidak ada benda yang penting di dalam tasnya itu, tidak mungkin Geby mati-matian ingin segera mengambilnya.
"Apa lagi," ucap Geby tak suka.
"Kau kan lagi sakit dan...biar aku saja yang mengantarmu pulang ya," ucap Ardikha langsung mendorong Geby masuk mobilnya tanpa memperdulikan kemarahan dari Geby.
Dengan cemberut Geby akhirnya tenang duduk di samping Ardikha yang sedang mengemudi.
Sesampainya di depan rumah Geby, Geby langsung masuk dan di sabut mamanya yaitu Hana. "Sayang sudah pulang, eh siapa yang nganter?" tanya Hana sambil menengok ke belakang Geby dan terlihat lah Ardikha berjalan ke arah mereka berdua.
"Sore tante, maaf kesorean nganter pulangnya," ucap Ardikha sopan.
"???" Hana bertanya-tanya sambil memandang ke arah Geby.
"Teman," ucap Geby malas lalu masuk.
Tak tau Ardikha pulang atau tidak yang pasti sekarang Geby telah mandi dan lanjut istirahat, karena memang badannya terasa tak enak dan lagi malam harinya Geby memiliki tugas lain di Organisasi Blue Scorpionya.
"Oh astaga, jam berapa sekarang?" ucap Geby yang bangun dari tidurnya sambil melihat jam. "Masih jam 9, aku masih memiliki beberapa jam lagi. Ah peritku lapar,"
Geby pun turun ke dapur mencari makan. Hanya ada makanan yang di bekukan, karena jam makan malam juga telah lewat, dan dapat di pastikan tak ada orang juga di rumah.
Setelah mengisi perut Geby pun bersiap-siap untuk pergi dan menelpon seseorang.
Tut tut tut "Hallo" suara dari seberang.
"Apakah semua sudah siap?" tanya Geby.
"Siap," jawab tegas seseorang dari telpon.
Geby pun segera berangkat menggunakan mobil hitamnya.
Skip
Area gedung tak terpakai berlantai 20, tepatnya sekarang Geby sedang mengintai musuh dengan teropong dan senapang laras panjangnya di atap gedung tersebut.
Dor syuttt
Suara tembakan tak terdengar karena terbawa angin malam yang cukup kencang.
"Kena," ucap Geby. Kemudian memasukkan senapannya kedalam tas khusus dan menuruni gedung dengan cepat dan setelah turun dia memasuki mobilnya dan pergi. Misi selesai sedangkan sisanya akan di bereskan oleh anggota yang lain.
...
__ADS_1
Keesokan paginya media masa di hebohkan dengan kabar tertangkapnya oknum pejabat yang melakukan tindakan kejahatan yang diantaranya menjual barang terlarang, korupsi, menyuap dan lainnya.
Bukan heboh karena yang ditangkap adalah pejabat yang sangat berpengaruh di pemerintahan, tapi pahlawan yang membantu menguak hal itu.
Masyarakat sangat penasaran akan pahlawan yang selalu memberantas kejahatan besar yang tidak dapat di tuntaskan oleh para polisi.
Banyak media masa yang mencari informasi tentang identitas pahlawan itu, tapi hasilnya selalu nihil, tak dapat apa-apa.
Bertanya pada pihak pemerintah pun tak ada hasil, karena mereka pun tak tahu identitasnya.
Sedangkan orang yang di bicarakan dan di cari-cari sekarang sedang fokus menjawab soal-soal percobaan untuk ujian.
Karena tak berapa lama lagi dia akan menghadapi ujian kelulusannya.
"Hei, sedang belajar?" tanya Sasa.
"Hmm," sahutan Geby hanya deheman yang membuat Sasa kesal dan mengambil alih bukunya.
"Kembalikan," ucap Geby.
"Tunggu, kau bukan belajar? Tapi membaca tentang...emmm," perkataan Sasa berhenti saat Geby membekap mulutnya.
"Jangan katakan, kau mau kita ketahuan?" ucap Geby dan mendapat gelengan dari Sasa.
Jam istirahat berakhir dan jam pelajaran di mulai.
Sasa? Dia adalah teman Geby yang masuk ke sekolah Geby dengan niat dekat dengan Geby.
Hari, minggu dan bulan telah terlewatkan dan sekarang adalah pesta kelulusan Geby.
"Aduh sayang kenapa memakai pakaian begitu ke pesta kelulusanmu, pakailah selayaknya pakaian anak gadis," ucap Hana pada Geby.
"Benar kata tante Geb, sesekali pakai lah pakaian yang sesuai denganmu," Sasa.
"Memang yang salah dengan pakaian ini? Tidak terbuka tidak ketat juga," Geby.
"Huhh," helaan nafas Hana dan Sasa.
"Kau itu mau ke pesta kelulusan atau mau balapan?" Sasa.
"Pesta kelulusan kan?" Geby.
"Itu tau, jadi pakailah dress," Sasa.
"Ini," ucap Hana menunjukkan dress dibawah lutut berwarna biru muda.
"Hah itu? Apa tak ada yang lain? Yang ini," ucap Geby menunjukkan dress hitam semata kaki yang besar?
"Tidak tidak tidak yang ini saja, sudah cepat ganti," ucap Hana mendorong Geby ke kamar mandi dengan paksa.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Geby keluar dengan gaun biru muda dibawah lututnya.
"Wahh sangan pas," Hana.
"Iya tan sangat cantik," Sasa menimpali.
"Selanjutnya...," Make over pun terjadi secara besar-besaran terhadap Geby dengan penatanya Hana dan Sasa.
Dua jam kemudian
"Geb, mah, apa kalian sudah selesai? Kalau menunggu kalian dua jam lagi, keburu pestanya bubar," ucap Yoga.
"Ya ya ya, tunggu sebentar lagi," sahut Hana.
"Baiklah aku tunggu di bawah sama ayah dan kak Farel," ucap Yoga.
"Ya," jawab Hana.
Hah apa keluarga Geby telah bersatu? Kapan? Bagaimana kejadiannya?
~Cerita bersatunya keluarga Geby~
Lima bulan yang lalu, tepatnya pagi hari Hana dan Danu akan berangkat keluar kota untuk bekerja dan pagi itu juga Farel akan berangkat ke kota yang sama dengan kedua orang tuanya yaitu kota J untuk mengerjakan projek yang diberikan oleh dosen kampus.
"Geb baik-baik ya di rumah, Yoga jaga adikmu," Hana.
"Ok," Geby.
"Hmm," Yoga.
Mereka bertiga pun berangkat bersama dengan penerbangan yang berbeda, karena Farel akan berangkat bersama teman kelompoknya.
Jam menunjukkan 15:00 p.m.
Pada jam ini Geby telah berada di rumah, karena hari itu sekolah pulang cepat.
Saat Geby menuju dapur tak sengaja Geby mendengar "Ba****t kau, jangan macam-macam dengan keluargaku," ucap Yoga marah.
"Baik, jangan berani kau sentuh mereka ba*****n," setelah itu Yoga langsung menutup telponnya dan mengambil jaket dan kunci mobilnya kemudian segera pergi. Melihat Yoga mendekat, segera Geby bersembunyi.
"Apa yang terjadi, siapa yang dia maksud?" gumam Geby.
Segera Geby kembali ke kamarnya dan menghubungi seseorang. Dari percakapannya sepertinya memerintahkan melakukan suatu hal.
Selang 20 menit, terdengar notifikasi masuk di ponsel Geby, terlihat wajah Geby menggelap membaca pesan itu.
Sama seperti Yoga sebelumnya yang bergegas pergi, Geby pun melakukan hal yang sama. Dia menaiki sepeda motornya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi, tapi sebelum itu dia menghubungi anggota Blue Scorpio.
__ADS_1
Happy Reading