
Hampir satu bulan Geby berada dikamar rawat tanpa pernah keluar kamar, walau hanya sekedar turun ranjang sendiri tanpa bantuan para perawat.
Para perawat sangat hati-hati dalam merawatnya, itu semua membuatnya bingung dan penasaran. Siapkah dirinya? Hingga orang besar seperti Adam memperlakukannya sangat baik.
Dia hanya tahu sosok Adam karena melihat di TV. Adam merupakan seorang pengusaha yang sukses di usia muda hingga sekarang usianya 28 tahun. Dia juga merupakan Anggota keluarga Williams, keluarga terkaya nomor satu di dunia.
Satu yang Geby tak ketahui yaitu dia merupakan ketua dari mafia yang sudah sangat lama jadi incarannya dulu. Tapi itu dulu, karena sekarang dia telah kehilangan ingatannya dia tak akan melakukan peretasan atau apapun itu untuk mengorek informasinya, tapi entah kalau ingatan Geby telah kembali.
ΦΦΦ~•••~ΦΦΦ~•••~ΦΦΦ
Ditempat lain, di kota yang berbeda. Sebuah keluarga kaya telah dilanda kegelisahan.
"Bagaimana hasilnya? Apakah ada kabarnya mengenai keberadaan Geby?" tanya Danu kepada Farel dan Yoga.
"Tidak ada! Setelah kami berpisah waktu itu, aku bertemu dengan anak buah Geby dan langsung menyusulnya, tapi kami terlambat. Tapi anehnya saat kami cari di dasar jurang tak ditemukan tubuh Geby malahan kami menemukan ada jejak kaki sekitar dua orang," jelas Farel.
"Ya, tapi dimana dia sekarang? Sudah hampir satu bulan keberadaannya masih tak diketahui," ucap Danu khawatir.
Semua orang tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menemukan keberadaan Geby yang seperti disembunyikan oleh seseorang.
Mamanya pun selama menghilangnya Geby selalu mengurung diri dikamarnya. Makan, minum semua dilakukannya dikamar, itupun harus ada yang mengantarkannya, kalau tidak dia tak akan ingat yang namanya makan dan minum.
Semua pekerjaannya terbengkalai. Oleh karena itu kedua anaknya Farel dan Yoga serta suaminya Danu yang menghandle semua pekerjaannya.
Sudah sering Hana dibujuk untuk tidak terlalu dijadikan fikiran, karena semua orang sudah dikerahkan untuk mencari keberadaan Geby, tapi tetap tak mempan. Mungkin karena dia seorang ibu yang melahirkannya, membuatnya merasakan sakit dan senangnya anak.
Tok... Tok... Tok...
Pintu kamar diketuk, sudah pasti tak ada sahutan membuat sang pengetuk langsung masuk. Kali ini adalah Sasa yang membawakan segelas susu. Sasa memang sering berkunjung untuk mendiskusikan pencarian Geby dengan Farel dan Yoga, karena selama Geby tak ada Sasa lah yang menjadi ketua dari BS.
"Tante, minumlah susu ini!" ucap Sasa.
Hana menoleh ke arah Sasa. "Sa...Apakah ada kabar mengenai Geby?" tanya Hana penuh harap.
"Untuk saat ini belum ada tan!" jawab Sasa. "Tapi kami akan lebih berusaha lagi untuk menemukan keberadaannya, jadi tante harus menjaga kesehatan tante. Nanti kalau Geby kembali dan melihat tante seperti ini bagaimana persaannya? Dia akan menyalahkan dirinya sendiri nanti," ucap Sasa.
Hana tersenyum. "Pasti tante akan menjaga kesehatan tante,"
__ADS_1
Sasa keluar dari kamar Hana, di luar telah menunggu Danu dan kedua puteranya. "Bagaimana?" tanya Danu.
Sasa menggeleng. "Masih sama seperti sebelumnya," jawab Sasa sedih. Mereka semua pun terlihat murung.
Kembali ke pulau pribadi dengan keamanan sistem yang ketat sampai Geby pun tak mengetahui jika dirinya menjadi topik pencarian, karena semua berita pencarian Geby telah di hambat masuk oleh Adam ke area pulau pribadinya. Mulai dari surat kabar hingga berita yang disiarkan di TV.
Saat ini Geby sedang berjalan-jalan karena dia telah diijinkan untuk mencari angin segar.
Sangat luas! Hanya itu yang pantas di katakan untuk sebuah rumah yang lengkap segalanya. Yang Geby kira dia sedang di rumah sakit ternyata tidak. Ternyata dia berada di sebuah rumah besar yang berada di sebuah pulau pribadi.
"Kau dari mana?" suara berat memasuki pendengaran Geby.
"Hanya jalan-jalan! Oh ya, anda kan berjanji jika saya sudah sembuh anda akan memberitahukan identitas saya," ucap Geby formal.
"Benar!" Adam menyerahkan sebuah amplop.
"Apa ini?" tanya Geby.
"Baca saja! Jangan katakan kau juga tak ingat caranya membaca," Adam.
"Mungkin saja!" ucap Geby.
Nama: Luciana
Umur: 18 tahun
Keluarga: Tidak ada (Yatim Piatu)
Sampai situ saja Geby membacanya dan dia sudah paham kalau dia itu sebatang kara. Geby menyerahkan amplop serta isinya kepada Adam.
"Kenapa? Apakah tidak dibaca sampai habis?" tanya Adam tenang.
"Tidak! Aku tak ingin melanjutkannya," ucap Geby kemudian pergi dengan perlahan.
"Ah," karena kondisi Geby masih lemah dan tak sanggup menerima kenyataan yang sebenarnya telah dimanipulasi oleh Adam dia tak dapat menyeimbangkan tubuhnya dan terkajatuh. Adam dengan cepat membantunya meski dengan wajah temboknya.
"Kau tak apa?" tanya Adam dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Tidak apa! Aku bisa sendiri," ucap Geby yang menolak bantuan Adam. Tapi lagi-lagi kakinya tak mau berkompromi dengannya membuatnya jatuh kembali. Merasa geram dengan kekeras kepalaan Geby Adam langsung menggendongnya.
"Tolong turunkan! Saya bisa jalan sendiri!" ucap Geby berontak, tapi sayang kekuatannya tak seperti dulu.
Adam langsung memelototi Geby yang tak mau diam digendongannya. "Diam! Kalau tidak, mau ku lempar?" ancam Adam. Geby langsung diam tak berkutik. Entah kenapa dia tak dapat membantah perkataan Adam, seperti ada hal yang mendorongnya untuk tidak melawan semua perkataannya.
Hari-hari Geby dijalaninya dengan lamunan. Dia berpikir siapakah dirinya sehingga orang besar seperti Adam menampungnya di rumahnya yang besar. Sedangkan dia hanya seorang yatim piatu, apakah ada sesuatu yang disembunyikannya? Pertanyaan itu akan terjawab kalau ingatannya kembali.
"Aku harus berusaha mengembalikan ingatanku!" gumam Geby penuh tekad.
Satu, dua, tiga hari sampai satu minggu Geby berusaha mengingat ingatannya yang hilang, tapi tak ada hasilnya sama sekali. "Mungkinkah karena aku berada di pulau pribadi? Karena aku merasa tempat ini sangat asing, sama sekali tak ada ingatan mengenai tempat ini," mungkin karena kecerdasan dan kecakapannya, Geby mampu melogikakan keadaannya dengan tempat nya tinggal sekarang. "Tidak mungkin selama hampir satu minggu ini aku berusaha mengingat tapi tidak ada hasilnya, kecuali memang aku bukan tinggal disini sebelumnya. Tapi saat itu tuan Adam mengatakan, kalau kami berdua adalah tuanangan. Akibat aku koma pun karena mengalami kecelakaan. Ada yang tidak beres!" gumam Geby yang memikirkan semua kemungkinan dia tak dapat mengingat satu pun potongan ingatannya yang hilang.
Saat memikirkan semua kemungkinan yang ada, seseorang membuka pintu kamarnya.
Kreatt!
Ternyata itu adalah Adam. "Kau sedang apa?" tanyanya.
"Hanya berpikir!" jawab Geby. "Aneh! Selama ini dia tidak pernah memanggilku dengan namaku. Apakah namaku bukan Luciana, tapi yang lain?" batin Geby merasa semakin yakin jika ada yang tidak beres.
"Tentang apa?" tanya Adam lagi seraya duduk di kursi seberang Geby.
"Bukan hal yang penting," jawab Geby acuh.
"Oh ya, dua hari lagi acara pertunangan kita akan digelar dan perancang gaunmu akan datang sore ini," ucap Adam.
"Em, baiklah!" sahut Geby.
"Bagus! Aku akan pergi dulu, masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan," ucap Adam sambil mengelus kepala Geby.
Tapi belum sempat dia menyentuh gagang pintu, suara orang jatuh terdengar dari belakangnya. Saat dia berpaling tanpa sadar dia memanggil...
"Geby!"
__ADS_1
Happy Reading