Gadis Jahat Insyaf

Gadis Jahat Insyaf
3.23


__ADS_3

Geby tercekat saat sebuah ingatan yang menampilkan seseorang dengan lembut mengusap kepalanya sedangkan dia berbaring dipangkuan orang tersebut. "Jangan lakukan hal yang berbahaya lagi! Kakak khawatir. Tidak hanya kakak, semua orang juga khawatir, kami tidak ingin kau terluka. Kita belum lama menjadi keluarga yang utuh, kakak tak ingin membuat keluarga ini tak utuh lagi. Lihat kakak! Meskipun kakak ketua, tapi kakak santai bukan? Tidak sepertimu yang turun tangan sendiri," ucap orang itu yang menyebut dirinya kakak.


Kilasan ingatan pun berhenti membuat penglihatan Geby menggelap dan dia tak tahu apa-apa lagi. Hal terakhir yang di dengarnya yaitu Adam yang memanggil nama Geby. Entah Geby menyadarinya atau tidak, kita akan tahu setelah dia sadarkan diri.


"Ugh," Geby terbangun. Dia melihat ke sekeliling kamarnya dan mendapati Adam tertidur di sofa dengan tumpukan berkas di mejanya. Mata Geby beralih ke jam di tembok. "Eh? Sudah tengah malam?" gumamnya.


Geby pun ingin melanjutkan tidurnya, ya, dia berfikir dia tadi itu hanya tertidur, ya memang tertidur karena dia sudah sadar sejak sore, tapi karena malas bangun dia pun melanjutkannya.


Geby kembali duduk. "Oh ya! Aku baru ingat kalau siang tadi beberapa potongan ingatanku muncul dan terakhir sebelum aku benar-benar pingsan, Adam menyebut nama Geby! Siapa Geby? Apakah itu nama asliku? Pasalnya hanya ada kami berdua dikamar saat itu. Kalaupun memanggil perawat ataupun Dokter, tidak ada yang bernama Geby!" batinnya. "Aku harus mencari tahu bagaimanapun caranya!" lanjutnya kemudian dia kembali melanjutkan tidurnya.


Matahari belum menampakkan dirinya, tapi Geby sudah berjalan-jalan di taman sambil berlari-lari kecil. Entah mengapa, bangun pagi, berolahraga sepertinya telah menjadi kebiasaan rutinnya setelah potongan ingatan itu muncul.


"Hosh hosh, tubuhku terasa lebih segar setelah berolahraga!" ucap Geby.


Gluk gluk gluk. "Ahhhh, segarnya. Setelah ini aku harus mencari informasi tentang diriku. Aku tidak bisa percaya pada siapapun selagi ingatanku belum kembali meskipun itu dengan Adam yang sudah sangat baik, tapi disini yang paling mencurigakan adalah dirinya," gumam Geby menduga-duga.


"Kau sedang apa?" suara bariton mengagetkan Geby yang sedang melamun.


"Astaga! Kau mengagetkanku," ucap Geby.


"Ku tanya kau sedang apa?" suara dingin menusuk sampai ke tulang.


"Hiii, mengerikan saat dia seperti ini!" batin Geby merinding.


"Um, hanya berolahraga," jawab Geby.

__ADS_1


Adam langsung pergi meninggalkan Geby, tapi baru beberapa langkah. "Masuk ke dalam, kau baru saja sembuh tidak baik kena angin dingin," setelah mengatakan itu Adam kembali melanjutkan perjalanannya.


PoV Adam on


Saat itu aku baru saja mendarat di kota ini dan berjalan-jalan mencari lokasi yang bagus untuk pembangunan anak perusahaan ku. Tak menyangka menemukan sesuatu yang menurutku sedikit menarik. Terdengar tembakan beruntun, aku pun mencari asal suaranya dan mendapati sekelompok pria mengejar seorang gadis. Pertama aku hanya penasaran dengan sekelompok orang yang mengejar seorang gadis ditengah hutan ini. Aku mengikuti mereka sampai di tepi jurang.


Para pria itu mengatakan kata-kata yang tak senonoh terhadap gadis itu, tapi apa peduliku?


Aku pun berbalik akan pergi tapi kakiku berhenti saat mendengar jawaban dari gadis itu.


"Hah! Menyerah?" suaranya terdengar tangguh. Dan lagi aku dibuatnya terkejut saat dengan santainya dia menjatuhkan dirinya ke jurang. Aku tak pernah merasa lebih terkejut dan se penasaran ini terhadap seorang gadis.


Sekelompok pria itu pergi dengan kesalnya meninggalkan jurang. Aku langsung melihat kebawah. "Sangat dalam!" memang jurang itu sangat dalam tak dipungkiri bahwa siapa saja yang terjatuh akan mati.


Aku memanggil anak buah ku yang berjaga diluar hutan untuk menyiapkan mobil dan helikopter untuk langsung pergi ke pulau pribadiku. Tak lupa aku menelpon para Dokter yang telah ku besarkan. Kenapa aku menyiapkan semua itu? Itu karena aku yakin meskipun dia seorang gadis, dia adalah gadis yang kuat meski jatuh dari ketinggian belum tentu mati. Entahlah mengapa aku bisa yakin?


Aku terus mencari dengan cepat, takutnya akan ada binatang buas yang mendekati tubuhnya.


Setelah cukup lama mencari, akhirnya aku menemukan tubuhnya di atas rerumputan. "Dia masih hidup? Aku semakin penasaran!"


Aku langsung membawanya, pasalnya aku mendengar langkah kaki mendekat. Aku tak ingin mengambil resiko jika itu adalah musuhnya. Tapi meskipun orang yang membantunya aku tak akan melepaskannya, karena aku sudah mulai tertarik padanya. Dan sesuatu yang kusukai harus menjadi milikku.


Setelah sekian lama tak memberi respon apa-apa sekarang aku mendengar dari para Dokter yang menanganinya dia kejang dan jantungnya lemah. Entah mengapa hatiku merasa tak tenang. Aku tak pernah merasakan hal seperti ini setelah kematian ibuku?


Setelah semua pekerjaanku selesai aku langsung menjenguknya, karena sedari aku membawanya aku tak pernah lagi menjenguknya, karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku.

__ADS_1


Aku merasa ada yang menatapku membuatku menoleh dan ternyata gadis itu bangun. Aku pun langsung memanggil Dokter.


Entah terlalu senang atau apa, tapi aku merasa sangat gugup. Aku pun memberanikan diri untuk sekedar berbasa-basi. "Apakah masih ada yang terasa sakit?" ucapku berusaha se biasa mungkin, se biasa seperti aku berbicara pada orang lain.


Aku terus menunggu jawabannya, tapi yang ada dua hanya menatapku. Itu membuatku semakin gugup. Untungnya para Dokter datang dan segera aku menyuruh mereka untuk memeriksa gadis itu.


Mendengar penjelasan Dokter Bowo bahwa keadaannya semakin membaik membuatku lega. Aku melihatnya terlihat kebingungan, tapi aku tak bisa menanyakannya lagi, karena pastinya dia tak akan menyahut.


Sejak hari itu aku selalu menemaninya dikamar rawat kalau aku memiliki waktu luang. Tapi setidaknya setiap hari pasti menjenguk.


Tepat hari kelima, dia pun mulai dapat bicara, dia bertanya tentang dirinya. Aku sempat terkejut tapi dengan cepat kau rubah ekspresiku seperti semula.


Aku tak bisa menjawab, jadi aku pun memanggil Dokter dan Jiko lah yang datang.


Kata Jiko dia harus menjalani rontgen dan aku iya-iya saja, pasalnya aku pun tak mengerti masalah kedokteran.


Setelah mendengar penjelasan Jiko bahwa tak ada cedera serius padanya membuatku semakin penasaran. Bagaimana bisa orang yang jatuh dari ketinggian setinggi itu tak mengalami cedera yang parah. Ini semakin membuatku tertarik mengetahui siapa kah gadis ini.


Aku pergi dan menelpon bawahan ku untuk mencari tahu identitasnya, karena dari awal aku tak berniat mencarinya, karena aku juga tidak tahu kalau dia bakal hilang ingatan.


Aku juga memerintahkan kepada mereka untuk menangkap orang-orang yang mengejarnya di hutan pada malam itu. Dengan pengaruh ku di dunia mafia, memudahkan ku untuk mendapatkan informasi.



__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2