
Di sebuah ruangan rumah sakit VIP terdapat 2 orang dokter 2 perawat dan 3 orang yang terlihat menunggu orang sambil di obati oleh dokter.
"Bagaimana? Apakah ada kabar dari mereka?" tanya Danu pada sekertarisnya Jio.
Jio menggeleng "Belum ada kabar pak,"
Tertinggal ketiga orang tersebut di dalam ruangan setelah para dokter dan perawar keluar. Sangat terlihat wajah khawatir pada dua pria daj wanita paruh baya tersebut.
Tok tok tok, ceklekk. Pintu terbuka menampakkan Farel dan diikuti oleh Yoga.
"Kalian baik-baik saja?" tanya Hana.
Farel dan Yoga mengangguk "Kenapa kalian tak mengatakan pada kami jika kalian mendirikan organisasi seperti itu? Itu sangat bahaya bagi kalian," ucap Danu.
"Maaf ayah, kami membentuk organisasi ini juga untuk berjaga-jaga untuk kejadian seperti ini, maaf tak memberitahukannya kepada kalian," ucap Farel.
Danu memeluk kedua anaknya begitu juga Hana. "Bukan ayah melarang maupun marah, tapi hal-hal seperti itu berbahaya bagi kalian. Kami hanya khawatir," Danu.
"Benar kata ayah kalian, itu bahaya, tapi karena ini pula kami selamat, terimakasih telah memikirkan kami," Hana.
"Kami minta maaf," ucap Farel dan d angguk oleh Yoga.
Senang-senangnya dengan kehangatan dan keharmonisan keluarga tiba-tiba.
"Maaf mengganggu keharmonisan kalian, tapi apa boleh saya bertanya?" tanya Jio.
Keempat orang tersebut menoleh kearah Jio dan memberi isyarat 'tanyalah'
"Saya dengar bukan hanya kalian yang datang membantu pak Danu dan bu Hana. Saya juga dapat info ini baru saja dari anak buah saya yang saya suruh membantu, tapi belum sempat merek membantu masalah sudah hampir selesai dan tak sengaja salah satu dari mereka melihat seseorang dari jauh yang menembak. Dia kira orang yang menembak adalah musuh, tapi setelah dia mau mendekat ternyata yang dia tembak adalah musuh. Dia juga mengatakan sempat melihat mobil keluar dari pemukiman gedung tersebut. Apakah ada yang membantu lagi selain kedua tuan muda?" tanya Jio.
Yoga diam, Farel nampak berfikir, karena dia pun tidak tahu siapa mereka, dia hanya tahu mereka bukan musuh dari "Oh ya, orang yang mengantar kami apakah anak buah kalian juga? Mereka menggunakan topeng loh, tapi mama lihat saat itu ada yang menggunakan topeng dan tidak, jadi yang mana anggota kalian?" tanya Hana.
"Hah? Saat itu aku di luar dan tidak tahu tentang ini semua jadi apakah kakak menyuruh salah satu dari anggota kita? Tapi ku pastikan mereka bukan anggota kita karena bertopeng, anggota kita kan tidak menggunakan topeng," ucap Yoga pada Farel.
Farel menggeleng. "Tidak, dan kau benar mereka bukan anggota kita. Apakah mereka yang membantu kita? Karena saat aku ingin membawa keluar mama dan ayah, kalian berdua tak terlihat lagi dan setelah ku tanya pada anak buahku, mereka mengatakan ada yang membawa kalian, aku tenang karena kata Yoga di bulan musuh,"jelas Farel.
Mereka semua terlihat kebingungan kecuali Yoga yang nampak sangat berfikir.
__ADS_1
"Lalu siapa mereka?" Hana.
"Kakak tak menyadari topeng yang di gunakan mereka?" tanya Yoga serius.
"Topeng? Oh iya bukankah itu organisasi Bule Scorpio yang terkenal dan tak ada yang mengetahui identitas mereka?" ucap Farel yang terkejut.
"Benar mereka anggota dari organisasi bule scorpio dan lagi di antara mereka ada queen nya yaitu orang terakhir yang membantu kita," Yoga.
"Apa? Benarkah?" tanya Farel tak menduga yang diangguki oleh Yoga yang membuat Farel dan lainnya juga lainnya tak percaya.
"Apakah kalian tak penasaran kenapa mereka membantu kita dan apalagi queen yang juga turun tangan langsung?" Yoga.
Mereka yang mendengar itu pun tak bisa tak penasaran. "Kau tahu kenapa? Dan juga kau tahu dari mana tentang akan adanya orang yang akan membantu kita?" tanya Farel yang sedari awal Yoga mengatakan itu ingin rasanya dia banyak bertanya.
"Itu karena aku tahu siapa queen mereka," Yoga.
"Siapa?" tanya mereka serempak tak sabar.
"Dia adalah....," Yoga menggantungkan ucapannya.
"Dia adalah...Geby," ucapan Yoga ini membuat semuanya tertawa, tapi tidak dengan Yoga yang berwajah serius. Melihat wajah Yoga yangbserius membuat semuanya berhenti tertawa.
"Kau tidak bercanda?" Farel.
"Tidak," jawab Yoga serius. "Mereka...adalah anak buahnya Geby, anggota dari organisasi blue scorpio," ucap Yoga pelan.
Semua orang masih memproses semua ucapan Yoga.
"Anak buah Geby? Masudnya bagaimana? Apakah Geby memiliki anak buah sebanyak dan sehebat itu? Farel.
"Ya," Yoga.
"Tidak mungkin anak perempuanku menjadi Queen organisasi besar seperti itu? Tidak mungkin kan?" ucap Hana.
"Ya sangat tidak mungkin anak manja itu dapat membangun organisasi sendiri? Seterkenal itu? Sejak kapan? Mustahil," Farel.
Yoga menggeleng "Geby memang queen dari organisasi bule scorpio," Yoga.
__ADS_1
"Coba fikirkan saja, Apakah kalian tak sadar mengapa organisasi sebesar itu membantu keluarga kita? Kalau bukan Geby siapa lagi?" tanya Yoga lagi.
"Jangan bercanda jadi maksudmu, queen bs adalah Geby? Tidak mungkin, kau pasti salah," Farel tak percaya.
"Kau pasti bercanda Yoga, tak mungkin adikmu bergelut dalam hal berbahaya seperti itu," Hana.
"Tidak, aku serius. Mulanya aku juga tak percaya dengan yang ku lihat, tapi setelah kejadian ini dan lagi aku pun bisa sampai di sini karena ikut dengan Geby menaiki pesawat pribadinya," jelas Yoga. "Awalnya ku kira Geby hanya kebetulan memiliki pesawat pribadi dan tahu akan peristiwa ini, tapi...saat ku lihat dengan mata kepalaku sendiri itu benar-benar Geby, karena aku mengenali satu orang anak buahnya yang ku lihat saat di pesawat dan kenapa aku yakin? Karena aku tak melihat satu orang pun perempuan selain Geby di sana, dia juga terlihat seperti bosnya,"
Semua orang diam mencerna semua penjelasan Yoga, antara percaya dan tidak.
"Jadi dimana Geby sekarang?" tanya Danu.
"Tidak ada yang melihat, karena setelah membantu kami, dia menghilang," Yoga.
Hana dengan cepat menelpon puterinya tersebut.
Tut tut tut, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif (suara dibalik telpon). Berkali-kali Hana menelpon tapi tak ada hasil.
Dilain sisi, yaitu di sebuah kamar hotel terlihat seorang gadis sedang bersemedi.
Lengan kanannya terlihat diperban dan darah di resap oleh perban tersebut. Dia adalah Geby.
Tak lama Geby pun membuka matanya, wajahnya terlihat menahan sakit.
"Auhh, sialan aku lengah, bisa-bisanya aku kena tembak, untungnya cuman di lengan saja," gerutu Geby.
Geby meraba tas kecilnya dan mengeluarkan ponselnya nya.
"Ah mati," karena ponselnya nya mati karena kehabisan daya, Geby pun mengisinya.
30 menit kemudian setelah selesai membersihkan badan, Geby mulai menghidupkan ponselnya nya dan terpampanglah panggilan tak terjawab yang begitu banyak dari Hana.
Happy Reading
__ADS_1