
Saat mata kuliah pertama selesai semua orang keluar dari kelas untuk ke kantin atau kemana pun mereka mau. Tapi tidak dengan Geby dan beberapa murid lainnya yang bertinggal di kelas hanya untuk sekedar duduk atau pun membaca buku. Sama halnya seperti Geby yang hanya peregangan otot-ototnya kemudian dia juga mau keluar sebelum Angga mengajaknya ke kantin.
"Geb, mau ke kantin?" tanya Angga yang di angguki Geby.
"Ikut," ucap Angga kemudian berlari menyusul Geby.
Geby dan Angga pun menuju kantin dan saat tiba ditempat biasa mahasiswa mendapat pengumuman dan menempel karya mereka pun terdapat banyak mahasiswa yang bergerombol melihat sesuatu. Mereka tak ribut hanya berbisik-bisik.
"Ei, apakah Geby wanita seperti itu? Tidakkah foto itu hanya editan?"
"kita tidak tahu seseorang hanya dari luarnya,"
"Gadis yang kita tidak tahu pastinm identitasnya seperti itu kalau benar dia seperti itu benar-benar menjijikan bersekolah di kampus ini,"
Geby yang pendengaran nya tajam bak elang selintas mendengar bisik-bisik mereka.
"Aku? Memangnya foto apa?" batin Geby penasaran.
"Ada hal menarik apa?" tanya Angga pada salah satu dari mereka.
Orang ditanya pun kaget dan akan menjawab tapi saat melihat kearah Geby dia menjadi diam dan hanya memersilahkan melihatnya sendiri.
Geby langsung maju kedepan membuat mereka yang didepan dan tadinya berbisik-bisik diam seribu bahasa.
"Beritahu aku siapa yang memajang foto menjijikkan ini disini?" tanya Geby dengan sangat menyeramkan.
Di lain tempat, yaitu dikamar mandi wanita.
Terdapat tiga orang perempuan tertawa dengan kerasnya.
Hahahahaha
Hahahahaha
Tapi yang sangat senang hanya satu orang.
"Haha, Hani, Feni, kalian lihat berkat foto yang kita edit menjadi seasli mungkin itu membiat reputasi gadis rendahan itu menjadi buruk dalam sekejap. Dan seluruh kampus tahu bahwa Geby adalah seorang wanita simpanan," ucap Nina.
"Benar! Siapa suruh dia tak tahu diri," ucap Feni.
Ekspresi Nina saat ini bukan tampak senang dan bahagia yang manis, tapi karena kelewat senang ekspreai wajahnya menjadi sangat aneh.
"Meski aku tak tahu pasti Geby berhubungan atau tidak dengan tuan Adam! Tapi aku masih belum bisa menerima kekalahan ini," batin Nina.
Saat mereka asik mengobrol mengenai kejatuhan Geby, mereka tak menyadari kehadiran seseorang yang dari tadi mereka bicarakan.
"Kalian tidak ada kapok-kapoknya menggangguku ya! Apakah belum cukup pelajaran terakhir kali? Dan...apakah kalian berdua ingin merasakannya juga?" bisik pelan Geby dari belakang tiga sekawan itu.
Mereka bertiga terlonjak kaget dan langsung berbalik.
"Geby! Sejak kapan dia datang?" ucap Hani terbelalak. Meski dia tak terlalu berperan dalam hal mempermalukan Geby, tapi dia juga termasuk teman dari tiga yang telah ditandai Geby.
"Aku dengan ada yang memposting dan menempel foto diriku dibelakangku. Aku rasa...itu adalah kalian!" ucap Geby dengan wajah datar dan suara dingin.
__ADS_1
Mereka bertiga masih dia dengan wajah marah untuk Nina dan dua lainnya pucat pasi.
"Tak ingin menghapusnya? Mudah saja... Aku tidak akan berbelah kasihan lagi. Sudah cukup aku membiarkan kalian hidup dengan tenang dikampus ini, jadi....,"
Krak
Krak
Geby membunyikan jari-jarinya meregangkan otot-ototnya bersiap memulai permainan.
Greppp
Geby menarik rambut Nina dan menghidupkan keran wastafel sebelum itu dia menyumbat pengurasnya.
Setelah wastafel penuh dengan air...
"Geby, jangan berani kamu! Lepaskan aku," berontak Nina sambil berteriak.
Tanpa mampu berontak lagi, Geby telah menekan kepala Nina kedalam wastafel penuh air.
Glukk
Glukk
Terus berulang kali Geby menekan kepala Nina setelah Geby memberi sejenak untuk Nina mengambil oksigen.
Kedua teman Nina yaitu Feni dan Hani hanya bisa gemetar ketakutan di pojok dengan berjongkok karena tak sanggup berdiri.
Setelah merasa cukup Geby melepaskan Nina yang dengan rakusnya menghirup oksigen.
"Aku akan memberikan kesempatan terakhir padamu. Hapus dan hilangkan rumor tak benar itu atau kau ingin lebih dari ini," ucap Geby dengan seringaian. "Jika tidak...,"
Brakkk
Geby meninju pintu yang terbuat dari plastik tebal di kamar mandi tersebut hingga bolong.
"B-baik akan kami hapus," bukan Nina yang menjawab tapi Feni dan Hani yang menjawab dan mereka berdua langsung menghapus postingan tersebut dan menjelaskannya.
"Kalian," marah Nina kepada Feni dan Hani. "Hei sialan berhenti!" teriak Nina tapi tak mereka hiraukan mereka sibuk menjelaskan kepada setiap yang bertanya. Setelah di postingan selesai mereka bergegas keluar dan mengambil foto-foto yang mereka pajang dan meneriakkan bahwa itu adalah foto editan.
"Kamu?" Geby menatap Nina yang masih berdiam diri tanpa ada niat melakukan hal yang sama seperti kedua temannya.
__ADS_1
Nina terkejut sejenak sebelum...
"Bermimpilah kamu! Aku tidak akan menghapus maupun menjelaskan postingan itu meskipun aku mati," teriak Nina.
"Yah terserah padamu," Geby tak terlalu perduli apakah Nina akan menghapusnya atau tidak, yang penting kedua temannya telah menghapusnya dan menjelaskn kepada semua orang.
Geby meninggalkan Nina di dalam kamar mandi sendiri dengan keadaan mengkhawatirkan.
Gruk
Gruk
"Ahh, kan jadi lupa makan. Pelajaran sebentar lagi mulai lagi. Tahan sebentar deh," ucap Geby yang melewatkan makannya dan kembali ke kelas tanpa Nina dan kedua temannya masuk kelas.
Pelajaran dimulai dan pasa saat di tengah-tengah pelajaran. Nama Geby dipanggil melalui pengeras suara.
Geby pun meminta ijin kepada dosen pengajar untuk menemui si pemanggil.
Tok...tok...tok...
"Masuk!" ucap yang di dalam.
Geby masuk dan belum sempat menutup pintu kembali...
"Geby! Berani sekali kamu membully teman sekelas mu di kampus," ucap bagian kemahasiswaan marah sekaligus meremehkan Geby.
"Ku beritahu padamu, kejadian ini membawa pengaruh buruk bagi reputasi kampus. Kau tahu bukan mahasiwi yang bully itu adalah anak dari pemilik saham di kampus ini,"
Bu Sofia, dosen sekaligus ketua kesiswaan dari kampus yang mengurus semua masalah mahasiswa/i kampus. Dia terkenal sangat membedakan orang kaya dan miskin.
Geby masih diam membiarkan bu Sofia menyelesaikan omongannya.
Dan setelah merasa bu Sofia selesai dengan omongannya Geby pun baru membela diri.
"Apakah bu Sofia melihat postingan di forum sekolah dan foto yang di tempel di mading kampus? Anda terus menyudutkanku bahwa aku membully. Tapu bagaimana dengan Nina, Feni daj Hani yang menyebarkan itu, apakah termasuk membully juga?"
"Jangan hanya melihat mereka menjebakmu, siapa tahu kalau semua itu benar kan?" ucap bu Sofia. "Ingin melihat dari sisi manapun, kau itu mahasiswi miskin dan mungkin saja kau memang simpanan, karena darimana kau akan mampu bersekolah di kampus elit seperti ini?" sambung bu Sofia menghina. "Jadi oleh sebab itu kau harus meminta maaf kepada mereka bertiga dan juga akan di skors selama seminggu untuk merenungkan kesalahanmu," putusnya.
"Baiklah untuk bagian skors, tapi jangan harap aku akan meminta maaf, karena aku tidak salah," ucap Geby santai kemudian keluar tanpa permisi membiarkan bu Sofia berteriak-teriak memanggilnya.
__ADS_1
Happy Reading