Gadis Jahat Insyaf

Gadis Jahat Insyaf
3.57


__ADS_3

Pada pagi minggu Geby berencana untuk pergi mengunjungi keluarganya, tapi sayangnya Adam tidak bisa menemaninya.


Ada rasa gelisah, tapi di tepisnya dengan memikirkan betapa senangnya akan bertemu keluarga yang sudah lama tidak di jumpainya.


Saat ini dia telah di perjalanan menuju bandara, tapi tiba-tiba ada lima buah mobil berwarna hitam mencegat mobil taxi yang dia naiki.


"Siapa mereka?" gumam Geby. Dia langsung mengirim pesan kepada Adam, mula ingin mengirim pesan kepada anak buahnya, tapi tidak memungkinkan bahwa mereka akan cepat datang karena faktanya mereka berada di luar kota. Jadi dia memutuskan untuk mengirim pesan kepada Adam saja, meski dia tak yakin Adam akan merespon karena sudah beberapa hari Geby mencoba berkomunikasi dengan Adam tidak ada respon sama sekali dari Adam. Mungkin dia benar-benar sibuk dengan proyek barunya.


"Pak supir, apapun yang terjadi di luar nanti, bapak jangan keluar dari dalam taxi, mengerti?" Geby memperingatkan kepada pak supir untuk tidak keluar dari dalam taxi apapun yang terjadi, karena dirinya sendiri tidakntahu akan bagaimana nasibnya kedepannya. Dia hanya sendiri, sedangkan oran-orang di luar begitu banyaknya.


Geby keluar dari dalam mobil taxi tanpa rasa takut sedikit pun, dia berjalan mendekati mereka sehingga dirinya di kelilingi hampir lebih dari sepuluh orang.


"Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Geby tenang.


"Ck ck, kau gadis pemberani, jangan sok tidak tahu," ucap salah satu dari mereka yang hanya dia yang berambut kuning. Kemungkinan dia pemimpinnya.


"Aku sungguh tidak tahu apa yang kau maksud! Aku tidak merasa memiliki musuh di kota ini," ucap Geby dengan tenang.


Geby merasa sungguh tidak ada masalah di kota ini, karena dia juga jarang keluar kota untuk misi saat dia masih di organisasinya.


"Memang kau tidak memiliki masalah dengan kami, akan tetapi kau adalah kelemahan Adam, hahahaha," ucapnya kemudian tertawa bersama-sama.


Geby namoak berpikir dan sadar, kalau Adam memanglah banyak memiliki musuh, akan tetapi siapa yang tahu tentang dirinya adalah kelemahan Adam. Dia sendiri berpikir dirinya tidak lah dapat membuat Adam yang seorang berhati dingin, bos terbesar dari jajaran mafia menjadi kelemahannya.


Benar, Geby sadar kalau Adam baik padanya akan tetapi bukankah itu terlalu naif?


"Mengapa diam? Apakah kau baru sadar?"


"Tidak juga! Aku tidak yakin kalau diriku ini adalah kelemahan Adam,"


"Hahahahaha, jangan membuat kami tertawa. Adam rela mencarimu saat dia menjalankan misi yang sangat penting hanya demi dirimu. Seorang Adam tidak akan meninggalkan misinya dalam hal apa pun meski itu keluarga nya sekalipun, tapi demi mu dia rela meninggalkannya,"


Geby terkejut, apakah Adam segitunya terhadap dirinya? Kapan? Apakah saat dia di culik itu?


"Jangan berpikir terlalu keras, ikut lah dengan kami untuk menjadi sandera untuk melawan Adam, maka kau akan baik-baik saja,"


"Hah? Menyerah begitu saja? Apakah kalian siapa aku?" Tanya Geby meremehkan.


Mereka semua kesal dan marah akan tetapi mereka masih berusaha tenang, karena Geby ini merupakan umpat yang sangat mahal untuk menjebak Adam.


"Sudah jangan membuat kami marah, cepat ikut kami,"


Dua orang maju ke depan untuk mengkap Geby, akan tetapi dengan kelincahan Geby, Geby dapat menghindari mereka berdua dan menendang titik vital mereka, membuat mereka terjungkal dan menutupi titik vital mereka dengan kedua tangan. Menahan rasa sakit yang teramat.


"Kau...," pria berambut kuning terlihat sangat marah. Dia kemudian memerintahkan empat anak buahnya lagi untuk menangkap Geby.


Tapi masih mampu di kalahkan Geby.

__ADS_1


Siapa kah gadis ini?


Mereka oun akhirnya mengerti, tidak lah mustahil seseorang yang sangat dilindungi oleh Adam, adalah gadis yang luar biasa juga.


Tapi sehebat-hebatnya Geby menghalau mereka untuk menangkapnya, dia hanyalah seorang perempuan dan dia juga sendirian.


Tengkuknya di pukul membuatnya tak sadar kan diri.




Di tempat lain, yang ruangnannya di kelilingi kaca besar, yang transparan dari dalam akan tetapi tidak dengan di luar.



Di sana duduk seseorang di kursi kebesarannya dan banyak di kursi biasa yang duduk di satu meja dengannya berkeringat dingin.



"Lanjutkan!" ucapnya. Dia adalah Adam. Saat ini dia sedang mengadakan rapat di perusahaannya. Dan sekarang mereka sedang membahas tentang proyek hotel yang akan di bangun atas nama perusahaan Adam.



Saat seseorang mempresentasikan materinya, tiba-tiba notifikasi dari ponsel adam berbunyi. Jika itu orang lain maka akan dia abaikan, akan tetapi ini dari seseorang yang dia rindukan.




Dia langsung mengambil ponselnya dan membaca pesan yang dikirim kan Geby kepadanya.



'Aku tidak tahu siapa mereka, akan tetapi mereka mencegat taxi yang ku naiki. Sekarang aku sedang berada di jalan xxxxx, menuju bandara. Entah kau tahu atau tidak aku akan berkunjung ke rumah ibuku hari ini. Tapi melihat situasi ini kemungkinan tidak jadi. Ku harap kau datang!'



Kalimat terakhir membuat Adam terenyuh dan senang karena Geby mengharapkan dirinya datang. Tapi bukan itu sekarang. Sekarang dia harus menyelamatkan Geby. Dia yakin saat ini Geby dalam masalah besar.



Dia menggebrak meja membuat semua orang semakin berkeringat dingin bahkan sang pemateri sebelumnya gemetaran, kakinya serasa menjadi jelly.



"Kita cukupkan rapat hari ini dan di lanjutkan lain waktu. Jai, siapkan mobil dalam waktu lima menit," perintah Adam.

__ADS_1



Jai juga terkejut awalnya, tapi melihat ke seriusan dan amarah Adam yang terlihat jelas di wajahnya membuat Jai langsung bertindak menuruti perintah Adam tanpa banyak bertanya.



Dia keluar dengan tergesa-gesa menuju lantai satu.



Di depan gedung kantor sudah tersedia mobil yang telah di sediakan oleh satpam kantor, setelah sebelumnya Jai meneleponnya saat masih di atas.



Jai langsung masuk di kursi mengemudi di susul oleh Adam yang duduk di kursi penumpang.



"Jalan xxxxx, cepat! Tidak ada waktu lagi. Geby dalam masalah besar sekarang,"



Mendengar itu Jai langsung tancap gas, dia tahu kalau mengenai Geby, Adam akan sangat berubah. Lembut, senyum, kalau dia merasa senang. Marah berapi-api dan brutal jika gadis yang sangat di lindunginya itu dalam bahaya. Sama halnya kejadian terakhir kali penculikan itu. Dia hamoir mengobrak abrik seluruh kota hanya untuk mencari keberadaan Geby.



Satu jam berlalu, akhirnya mobil yang di gunakan oleh Adam telah berhenti di tempat dimana Geby terakhir kali mengiriminya pesan.



Tapi sayangnya tak ada apa pun di sana. Hanya terlihat seperti bekas petarungan yang tak seimbang.



Argh



Teriak Adam frustasi. "Kemana? Kemana mereka membawanya?" Tentunya tak akan ada yang menjawab kebenarannya. Karena memang di sana tak ada satu orang pun selain dirinya dan Jai yang baru tiba.





__ADS_1




__ADS_2