
Aku memerintahkan kepada mereka untuk menangkap orang-orang yang mengejarnya di hutan pada malam itu. Dengan pengaruhku di dunia mafia, memudahkanku untuk mendapatkan informasi.
Bawahanku telah menangkap 20 orang dari mereka aku segera menuju ke markas.
Setelah sampai Jai mengatakan jika mereka berasal dari organisasi pedang hitam. Karena mereka tak berguna lagi aku pun memerintahkan Jai untuk menghabisi mereka.
Selama satu bulan terakhir aku mendapati berita pencarian gadis ini, tapi karena dia milikku aku tak akan membiarkan siapa pun menemukannya meskipun itu keluarganya. Aku pun sampat memalsulan seluruh identitas yang ditanyakannya padaku.
Pada suatu hari aku sangat terkejut saat dia pingsan sesaat setelah aku akan keluar dari kamarnya. Dan tak sengaja aku menyebut nama asliku, ku harap dia tak menyadarinya, karena aku sangat menahan menyebut nama palsunya ataupun nama aslinya.
Aku menunggunya sepanjang malam di kamarnya. Dan saat pagi menjelang tak kudapati dia di ranjangnya. Aku langsung berlari keluar, aku sangat gugup ini sesuatu yang sangat kurang takutkan karena ini sama dengan saat ibuku menghilang dan saat ditemukan sudah tak bernyawa.
Aku berlari keseluruh rumah sampai aku melihatnya berada di taman.
"Kau sedang apa?" tanyaku berusaha menenangkan diriku.
Dia terlihat kaget, aku pun bertanya sekali lagi dan dia menjawab. "Um, hanya berolahraga,"
Aku pun pergi meninggalkan karena aku tak tahu apa yang akan ku lakukan jika terus berlama-lama dekat dengannya. Tapi sebelum benar-benar pergi aku menyuruhnya untuk kembali masuk.
PoV Adam end.
Malam yang dinantikan seluruh orang terkecuali Geby pun telah datang. Itu semua membuat Geby semakin gelisah, pasalnya selama satu hari saat Adam tak berada di rumah, dia terus mencari informasi dan mendapati fakta tentang dirinya. Seperti berita tentang pencarian dirinya oleh sebuah keluarga kaya di kota dan juga identitas sebenarnya tentang dirinya.
"Bagaimana ini?" Geby mondar mandir di kamarnya dengan gelisah.
Tok... Tok... Tok...
"Nona? Bisakah saya masuk?" panggil seorang perias yang telah di persiapkan oleh Adam.
Klek!
Kunci terbuka dan pintu pun terbuka. "Masuklah," ucap Geby.
Mau tak mau Geby harus mengikuti semua rencana Adam pada malam ini dan setelah ada kesempatan dia akan kabur. "Mungkinkah keluargaku juga akan datang? Tapi kurasa tidak mungkin." batin Geby berfikir. "Atau ada yang mengenalku? Entahlah lihat saja nanti,"
Geby di dandani sedemikian cantiknya. Gaun berwarna putih selutut mebalut tubuhnya yang putih. Tiara kecil menghiasi rambutnya yang sebahu.
Di ruang pesta telah banyak tamu yang datang. Tak main-main tamu yang datang, pasalnya hampir semua menggunakan kendaraan pribadi masing-masing untuk datang ke pula pribadi ini. Seperti menggunakan helekopter dan kapal.
"Selamat tuan Adam atas pertunangannya!" tamu.
"Terimakasih," Adam.
__ADS_1
Adam terus diberikan selamat oleh para tamu yang datang.
"Paman," panggil seorang pemuda tampan dengan setelah jaz berwarna abu muda.
"Kau datang?" tanya Adam datar.
"Ya tentu lah datang! Aku sangat penasaran dengan perempuan yang mampu meluluhkan es batu ini," ucap Ardikha. Ya dia Ardikha atau bisa kita sebut kembaran Dikha.
Ya sebenarnya Ardikha dan Dikha adalah saudara kembar tak sama dari keluarga Williams. Ya meski dikatakan kembar tapi hanya waktunya yang bersamaan lahirnya, tapi wajah mereka sama sekali tak sama. Ardikha orangnya percaya diri yang tinggi, sedangkan Dikha sendiri pribadi yang pendiam dan kutu buku.
"Dimana Dikha dan kedua orang tua kalian?" tanya Adam.
"Umm tuh baru masuk," ucap Ardikha.
"Hei Dam," sapa ayahnya Ardikha dan Dikha, Agung. Agung merupakan kakak Adam, anak pertama dari keluarga Williams.
Adam tak menyahut, dia hanya mengangguk. "Selamat!" ucap Agung dan Tina mamanya Ardikha dan Dikha.
"Selamat paman atas pertunangannya," ucap Dikha.
"Terimakasih," sahut Adam.
Saat semua tamu hampir semuanya telah datang, sekarang tinggal menunggu mempelai wanitanya.
Musik mengalun merdu mengiringi acara pesta yang sangat megah ini. Saat musik berganti semua perhatian teralihkan ke lantai dua. Seorang perempuan berbalutkan dress putih selutut menuruni tangga.
Adam mengulurkan tangannya untuk menyambut tangan Geby.
Semua orang menatap membuat Geby mau tak mau harus mengikuti keinginan Adam.
Geby tersenyum menanggapinya begitu juga Adam yang menampilkan senyum kecil membuat semua orang lagi-lagi terkejut.
"Baiklah, sang wanitanya telah datang maka saatnya akan dilakukan pertunangannya," ucap pembawa acara.
Prok...prok...prok...
Semua orang berkumpul mengelilingi Geby dan Adam. Semua terlihat iri, senang dan sebagainya, tapi tidak Ardikha dan Dikha yang tak menyangka perempuan yang dapat membuat paman mereka itu luluh adalah perempuan yang mereka sukai. Mereka tak dapat berbuat apa-apa, pasalnya memang jika sesuatu yang sudah di sukainya tak dapat diambil kembali.
"Geby? Bukankah keluarganya sedang mencarinya?" Dikha.
"Kenapa Geby?" Ardikha.
Prok...prok...prok...
__ADS_1
Pertukaran cincin telah selesai dan sekarang waktunya berdansa. "Maukah kau berdansa denganku?" ucap Adam mengajak Geby berdansa.
"Ugh," Geby mendekat kearah Adam dan berbisik. "Aku tak tahu caranya berdansa! Entah ini karena aku tak ingat atau memang tak bisa," lanjutnya.
Frrtt "Hampir saja Adam tertawa dengan nyaring, tapi dia berusaha menahannya.
"Kau tertawa? Keterlaluan!" Geby kesal dengan Adam yang menurutnya mengejeknya.
"Tidak, tenang saja, aku akan mengajarimu," ucap Adam juga ikutan berbisik.
"Tap...," belum sempat Geby menolak Adam telah menariknya ketengah ruangan dengan beberapa pasangan juga maju, termasuk Ardikha dan Dikha.
Musik pun berbunyi dansa pun dimulai. Adam mengangkat Geby untuk menginjak kedua kakinya.
"Arg, apa-apaan kau," bisik Geby.
"Ikuti saja!" ucap Adam.
Para pasangan terus berdansa begitu juga Adam dan Geby yang hanya mengikuti langkah-langkah Adam.
Musik berganti dan pasangan juga berganti. Geby bertemu dengan Ardikha sebagai pasangan dansanya.
"Geby, kenapa kau bisa berada disini? Tidak tahukah keluargamu mencarimu?" tanya Ardikha berusaha bicara sepelan mungkin dan hanya Geby yang dapat mendengarnya.
Geby kebingungan. "Apakah dia mengenalku?" batinnya. "Kau mengenalku?" tanya Geby.
Duarrr!
"Apa-apaan dia? Apakah dia bercanda?" batin Ardikha. "Kau tak mengenalku?" tanya Ardikha yang mendapat gelengan pelan dari Geby. Geby bukan orang bodoh yang secara terang-terangan menunjukkan pada Adam jika dia berbicara dengan orang lain.
"Apa kau mengenalku? Maaf, tapi aku melupakan semua ingatanku. Aku juga tidak tahu siapa aku sampai aku menemukan fakta aku adalah Geby, puteri dari keluarga Pradita. Tunanganku itu yang aku pun tak mengenalknya menyembunyikan fakta ini dariku, tapi aku tak dapat melakukan apa-apa jadi aku mengikuti semua keinginannya," ucap Geby. "Eh kenapa aku bercerita padanya?" batin Geby baru menyadari itu.
Musik akan berganti lagi dengan cepat Ardikha berkata. "Temui aku setelah pamanku lengah!" ucap Ardikha dan musik pun berganti lagi.
"Paman?" batin Geby.
Geby berpasangan lagi dengan Adam. "Apa yang kalian bicarakan?" tanya Adam tak suka.
"Tidak ada! Dia hanya memperkenalkan dirinya sebagai keponakanmu," ucap Geby berbohong.
Musik berhenti dan Geby dan para pasangan dansa lainnya pun juga berhenti bergantian dengan pasangan-pasangan yang lain.
__ADS_1
Happy Reading