
perkenalan
Aku silvia anggraeni, atau biasa dikenal dengan silvi. umurku delapan belas tahun, aku hanya tinggal bersama ibuku yang sangat menyayangiku karena ayah ku sudah meninggal sejak aku baru lima tahun akibat kecelakaan kerja. ayahku hanya buru pabrik dan ibuku hanya ibu rumah tangga biasa namun sejak ayah meninggal, ibuku bekerja menjadi asisten rumah tangga agar bisa mencukupi kebutuhan hidup kami.
namun ketika aku baru lulus sekolah menengah pertama ibu sudah tidak bisa bekerja karena sakit. sejak saat itu aku bekerja keras untuk melanjutkan pendidikan ku sekaligus menjadi tulang punggung keluarga.
setiap hari aku bekerja di kantin sekolah dan setelah pulang dari sekolah aku bekerja menjadi pelayan kafe.
Giofan saputra seorang pria tampan berkulit putih, tubuh tinggi tegap, bentuk tubuh yang atletis mempunyai sifat baik namun terkesan dingin terutama pada wanita. umurnya dua puluh tiga tahun namun karena tingkat kecerdasan nya diatas rata rata menjadikan dia sebagai seorang pengusaha yang sukses. Giofan terlahir dari keluarga yang kaya namun tidak menjadikan dia orang yang sombong .
dia tinggal bersama keluarga nya namun karena kesibukan kedua orang tuanya membuat dia kekurangan kasih sayang. dia bekerja di salah satu perusahaan terbesar di kota nya sehingga banyak wanita yang mendekati nya hanya untuk memanfaatkan nya atau dengan kata lain mereka mau menjadikannya sebagai mesin atm berjalan.
di pagi yang cerah seorang wanita cantik sedang bersiap siap untuk berangkat ke sekolah dia adalah silvia. sebelum berangkat dia menyiapkan sarapan pagi untuk nya dan ibunya setelah itu dia bergegas menuju sekolah dengan semangat agar dapat memberikan kebahagiaan kepada ibunya. setiap hari ia ke sekolah dengan berjalan kaki hanya butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai di sekolah.
ketika berjalan menuju kelasnya sahabat nya sudah menyambutnya dengan senyuman.
"hay silvi, kita barengan aja yuk ke kelasnya sekalian gue mau curhat sama kalian". ucap sifa sahabat nya
"okey deh kalo gitu, buruan nanti telat".
__ADS_1
"loh kok cuma si silvi aja yg di tarik trus gue di tinggal aja sendiri????". tanya nina pada sifa
"eh sorry gue lupa, lagian lu juga nggak bisa apa jalan sendiri ???bikin repot gue aja". ucap sifa pada nina sambil menarik tangan nina dan silvi bersama nya
"ya elah ni anak bikin gue emosi aja deh, lagian gue kan sahabat lo juga masa pilih kasih gitu ama gue????". ucap nina sambil mengerucutkan bibir nya
"ya udah lagian kita kan sudah lama sahabatan jadi lo berdua harus akur dan yg paling penting nga usah pake cemberut kaya gitu okey???". ucap silvi sambil merangkul kedua sahabat nya itu
"okey". jawab mereka kompak
sesampainya di ruang kelas mereka duduk di tempat masing masing dan tidak lama setelah itu pelajaran di mulai karena guru matematika mereka sudah sampai dan keadaan kelas tersebut sunyi senyap karena tidak ada yang berani bersuara. keberadaan guru tersebut membuat mereka diam karena sifat guru mereka yang terkenal kejam.
"silvi emangnya lo nga malu kerja jadi pelayan di kantin sekolah???". tanya nina, pasalnya setiap dia kerja banyak teman teman yang menghina dia. kebanyakan dari teman perempuan yang iri hati karena bisa di dekati para cowok favorit di sekolah
"gue nggak pernah ngerasa malu kerja kaya gini yang penting gue nggak ngerugiin orang lain". jawab silvi sambil merapikan meja makan yang habis gunakan oleh siswa lain
"betul tuh kata lo, gue salut deh sama lo sil biar di hina sama anak anak yang lain lo tetap semangat dan nggak pernah ambil pusing sama apa yg mereka omongin. lo itu sahabat gue yang paling kuat".ucap sifa sambil menepuk pundak silvi
"gue juga setuju sama pendapat lo fa. dan buat lo sil, lo harus semangat dan tunjukin ke semua nya kalau lo bisa sukses dengan usaha lo sendiri. lo tenang aja gue dan sifa akan selalu ada buat lo". ucap nina menimpali ucapan sifa
__ADS_1
"tanks buat lo berdua yang selalu kasih gue support, gue beruntung bisa mendapatkan sahabat kaya lo berdua". ucap silvi sambil merangkul kedua sahabat nya itu
setelah selesai bekerja silvi dan kedua sahabat nya berjalan menuju kelas karena guru mata terahir akan segera masuk namun ketika hampir sampai silvi tidak sengaja menabrak seseorang yang ada di depan nya karena terburu buru
"sorry, gue ngak sengaja nabrak lo. soalnya gue lagi buru buru". ucap silvi pada orang yang ia tabrak tadi
"ngak apa apa kok lagian gue juga nggak kenap napa ko". ucap orang itu
"skali lagi gue minta maaf". ucap silvi sambil menunduk
"gue dandi, kalo nggak salah lo kan si pelayan kantin yg cantik itukan???". ucap orang itu yang tidak lain adalah ketua osis yg paling populer di sekolah
"eh iya, gue silvi dan lain kali panggil aja nama gue dan satu lagi jangan sebut gue cantik karena gue nggak nyaman dengan sebutan itu okey". ucap silvi sambil berjalan menuju kelas
"menarik". ucap dandi
tanpa disadari dari kejauhan ada enam pasangan mata menatap tidak suka pada mereka terutama pada silvi.
"awas aja lo silvi, gue ngak akan biarin lo deket sama dandi karena dia miliki gue". ucap orang Itu.
__ADS_1