
setelah menunggu selama berjam - jam akhirnya lampu di ruang operasi berubah warna, itu menandakan operasi telah selesai dan berjalan lancar. tidak lama setelah itu pintu ruangan pun terbuka. nampak seorang dokter keluar dengan tersenyum. silvi yang melihat sang dokter pun segera mendekat untuk menanyakan kondisi ibunya
" dokter bagaimana kondisi ibu saya? apakah operasi nya berhasil? tanya silvi
" kondisi ibu kamu baik hanya tinggal menunggu hasil observasi saja dan selanjutnya akan di pindahkan ke ruang perawatan jadi kamu tidak perlu khawatir karena operasi nya berjalan dengan baik" ucap sang dokter sambil berlalu menuju ke ruangan nya
" alhamdulillah, terima kasih ya tuhan karena sudah menyelamatkan ibu ku" ucap silvi sambil menghela nafas lega
flash back on
__ADS_1
" aku akan membantu mu melunasi biaya operasi serta perawatan ibu mu tetapi dengan syarat, kau harus bekerja di rumah ku untuk melunasi semua biaya yang telah aku keluarkan" ucap orang itu sambil tersenyum simpul
" baiklah saya akan menerima syarat dari anda asalkan ibu saya selamat, lalu apa yang harus saya kerjakan dan berapa lama saya akan bekerja di rumah anda? selain itu, minggu depan saya akan mulai kuliah" ucap silvi
" kalau masalah kuliah kamu tenang saja, karena kamu bisa bekerja sebelum atau sesudah kegiatan kuliah mu berakhir dan ingat satu hal ini, kamu jangan pernah berfikir untuk melarikan diri dari ku karena akan aku pastikan kamu akan menyesal" ucap orang itu sambil menyeringai
" saya tidak akan melarikan diri dari anda tuan dan terima kasih atas kebaikan anda kepada saya" ucap silvi sambil menunduk hormat
" mohon maaf tuan jika besok saya sudah bekerja di rumah anda, siapa yang akan menjaga ibu saya lagipula saya juga harus memberikan surat pengunduran diri saya ke tempat saya bekerja sekarang" ucap silvi sambil menunduk
__ADS_1
" kalau masalah itu kamu tidak perlu cemas karena aku akan memerintahkan salah satu pelayan ku untuk menggantikan mu dan untuk surat pengunduran diri sebaiknya kamu antarkan setelah ibu mu selesai operasi karena kamu harus segera bekerja di rumah ku dan tidak ada tawar menawar lagi kamu mengerti? tanya orang itu
" saya mengerti tuan, saya akan bekerja mulai besok" ucap silvi pasrah
" datang lah ke alamat ini besok sebelum jam 07 pagi, jangan sampai terlambat" ucap orang itu sambil berlalu setelah menyerahkan secarik kertas kepada silvi
"ya ampun gue harus gimana nih pasti ka bian ngak bakal ngijinin gue buat mengundurkan diri dari kafe, pasti dia nanya alasan nya dan kalo gue ngomong jujur pasti dia akan kecewa karena gue nggak mau minta bantuan sama dia. lagian juga gue kan bukan siapa - siapa jadi gue nggak mau ngerepotin dia" gumam silvi
flash back off
__ADS_1
setelah selesai di observasi, ibu silvi di pindahkan ke ruang perawatan dan setelah selesai di pindahkan, silvi memasuki ruangan perawatan tersebut. di ruang tersebut seorang wanita paruh baya sedang terbaring lemah dan terdapat beberapa alat medis yang melekat di tubuh nya. wajah nya yang pucat serta matanya masih terpejam karena belum sadarkan diri dari pengaruh obat bius pasca operasi yang di lalui nya
" ibu ini silvi bu, ibu cepat sembuh yah silvi ngak mau kehilangan ibu. silvi sayang ibu" ucap silvi sambil menggenggam tangan ibunya sambil menangis