
setelah mengetahui dalang dari hilangnya silvi, dion memerintahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan daniel agar lebih mudah menemukan keberadaan silvi
" cepat lacak keberadaan daniel sekarang juga jangan sampai terjadi sesuatu pada nona silvi, kemungkinan besar orang suruhan dari daniel membawa nona silvi ke sebuah tempat untuk di pertemukan dengan pria brengsek itu" ucap dion melalui sambungan telepon
" kali ini aku tidak akan melepaskan mu, dasar daniel brengsek. tunggu saja balasan dari ku" ucap dion sambil mengepalkan tangan nya dengan kilatan kemarahan yang nampak jelas di wajah nya
sementara itu silvi yang sedang tidak sadarkan diri di bawa ke sebuah fila sederhana di tengah hutan oleh pria yang sebelumnya menyamar sebagai seorang office boy dan dua orang rekan nya
" eh ngomong - ngomong kenapa kita harus menculik wanita itu?" tanya salah satu rekan pria itu
" gue juga nggak tau apa alasannya yang penting imbalan nya gede banget" ucap pria itu
" pasti bos daniel senang banget kalau tahu kita udah berhasil menculik wanita itu"
__ADS_1
" pastinya gitu dan kita juga bakalan senang banget karena nerima uang yang banyak" ucap pria itu sambil tertawa terbahak- bahak
ketika mereka sampai di tempat tujuan, mereka membawa silvi masuk ke dalam fila tersebut yang terlihat tidak terurus dan bahkan sangat kotor. mereka membuka plastik yang di pakai untuk menutupi seluruh tubuh silvi dan setelah itu mereka bertiga meninggalkan silvi di sebuah ruangan yang sangat kotor dan kemungkinan besar sudah tidak pernah di urus oleh pemilik nya. dia di biarkan berbaring di atas lantai yang berdebu dengan keadaan kaki dan tangan nya terikat dan juga mulut nya di lakban oleh ketiga pria tersebut dan tidak lupa mereka mengunci pintu ruangan tersebut agar silvi tidak melarikan diri. sebelum mereka pergi, salah satu dari mereka bertiga memotret keadaan silvi saat ini untuk di kirimkan kepada bos mereka
" akhirnya, tugas kita selesai. sebentar lagi kita akan menjadi orang kaya" ucap salah satunya sedang mengunci pintu ruangan tempat silvi berada
beberapa saat berlalu, terlihat ada pergerakan sedikit demi sedikit yang di lakukan oleh silvi sambil menstabilkan kesadarannya. setelah itu dia menatap setiap sudut ruangan itu sambil terus berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan nya namun semua itu hanya sia - sia karena mereka mengikat tangan dan juga kaki silvi dengan kuat sehingga membuat silvi kesulitan untuk melepaskan nya
" dimana aku? ? ? kenapa aku bisa berada di sini dengan tubuh yang terikat seperti ini? apa yang harus aku lakukan? siapa yang melakukan hal ini terhadap ku? apa salah ku?" ucap silvi dalam hati
" bos, saya sudah berhasil mendapatkan wanita itu" ucap salah satu pria yang membawa silvi
" aku tidak akan percaya jika tidak. melihatnya langsung" ucap daniel
__ADS_1
" kalau begitu saya akan mengirimkan foto wanita itu" ucap nya kemudian mengirim foto silvi yang sedang tidak sadarkan diri dan tubuhnya terikat yang dia ambil ketika akan keluar dari ruangan tempat dia menyekap silvi
"aku suka kerja kalian, kirim alamat tempat kalian membawa wanita itu dan aku akan langsung mentransfer imbalan yang sudah aku janjikan pada kalian semua"
" transfer uang nya terlebih dahulu baru saya akan mengirimkan alamat lengkap nya"
" baik, aku akan langsung mentransfer uang nya sekarang juga" ucap daniel
" terima kasih bos, saya sudah mengirimkan alamat lengkap nya. senang sekali bisa bekerja sama dengan orang seperti bos daniel"
" aku akan menghubungi kalian semua jika membutuhkan bantuan kalian" ucap daniel kemudian memutuskan panggilan telepon tanpa menunggu jawaban dari anak buah nya
" kita alamat ini sekarang juga" ucap daniel kepada anak buah nya
__ADS_1
" baik bos"
" sebentar lagi kau akan menjadi milik ku rosa, dan untuk kau wanita sialan, aku akan menikmati tubuh mu setelah itu aku akan menjual mu di pasar gelap. Hmmm sempurna" ucap daniel sambil menyeringai