
" gue harus cari kemana uang sebanyak itu? bahkan tabungan gue cuma bisa nutupin kurang dari setengah biaya perawatan ibu, gue harus gimana nih?" ucap silvi sambil menunduk di kursi tunggu di depan ruangan ICU
setelah lama menunggu, akhirnya pintu ruangan ICU itu terbuka dan silvi bergegas menuju ke arah seorang dokter yang menangani ibu nya
" dokter, bagaimana keadaan ibu saya? apa dia baik - baik saja? " tanya silvi
" keadaan pasien sangat lemah dan saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa namun karena kondisi pasien yang lemah sehingga membuat pasien tidak sadarkan diri atau bisa di sebut dengan koma. kita hanya perlu berdoa agar pasien dapat sadar dari koma nya" ucap dokter tersebut kemudian pergi meninggalkan silvi
setelah mendengarkan penjelasan dari dokter yang menangani ibu nya, silvi terduduk lemas. air mata nya mengucur deras tanpa bisa di tahan lagi, dia menyalahkan diri nya sendiri karena membuat ibu nya menjadi seperti ini. akibat ulah nya, ibunya yang menjadi korban. jika saja dia diam saja dan menerima takdir nya, mungkin ibu nya tidak akan koma seperti ini.
setelah cukup lama dia menangis, akhirnya dia tertidur pulas di kursi tunggu depan ruangan ibunya dengan mata yang bengkak dan masih terlihat jelas sisa air mata nya yang mulai mengering
sementara itu, giofan yang sedang berjalan di sekitar rumah sakit setelah menjenguk salah satu karyawan nya karena mengalami kecelakaan saat sedang bekerja. tanpa sengaja dia melihat seseorang wanita sedang tertidur pulas di kursi tunggu depan ruangan ICU membuat dia penasaran dan mempercepat langkah nya. setelah sampai di depan wanita tersebut, matanya terbelalak karena orang itu ternyata adalah silvi, gadis tomboy dan bar - bar yang ia cari beberapa hari ini
" sebenarnya apa yang terjadi pada nya? kenapa dia tertidur di sini dan siapa yang dia tunggu? kenapa wajah nya terlebih sembab bahkan masih ada sisa air mata yang sudah mengering" gumam nya sambil menatap sinis
__ADS_1
karena dia tidak tega melihat silvi yang meringkuk seperti orang yang kedinginan, membuat dia segera melepaskan jas yang dia kenakan untuk menyelimuti silvi dan mengangkat kepala silvi ke pangkuan nya agar tidurnya lebih nyaman
("mengapa dia menjadi seperti ini, apakah dia dalam masalah? bukankah dia dekat dengan febrian? mengapa dia tidak menemui febrian yang sudah mengangkat dia sebagai adiknya, bahkan febrian sendiri tidak tau bagaimana keadaan nya") ucap giofan dalam hati sambil menatap silvi dan mengelus lembut kepada silvi
selang beberapa menit kemudian seorang perawat keluar dari ruangan tempat ibunya silvi di rawat dengan terburu - buru dan tanpa menunggu lama, perawat tersebut berbalik lagi ke ruangan tersebut dengan seorang dokter yang menangani ibunya silvi. dokter itu segera masuk ke ruangan ICU tersebut namun setelah hampir setengah jam dokter itu keluar lagi dengan wajah yang menunduk dan di ikut oleh perawat yang tadi dengan mendorong brangkar yang di tutup dengan kain putih
giofan hanya memperhatikan apa yang di lakukan oleh petugas rumah sakit tersebut dan tidak mengetahui siapa dan apa alasan yang membuat silvi tertidur di depan ruangan tersebut
setelah cukup lama tertidur, akhirnya silvi pun terbangun namun ketika mata nya terbuka, pandangan nya tertuju pada seorang pria tampan yang sedang duduk di samping nya bahkan membiarkan silvi tertidur pulas di atas pangkuan nya dan menyelimuti silvi dengan jas nya
namun tiba - tiba di ingat kalau dia sedang di rumah sakit, dia segera melangkah menuju ke ruangan ICU tempat ibunya di rawat. dia belum mengetahui keadaan ibu nya saat ini
ketika sampai di dalam ruangan tersebut, yang dia lihat hanya ruangan kosong dan dia segera keluar mencari informasi tentang ibunya. besamaan dengan itu pula dia tidak sengaja berpapasan dengan dokter yang menangani ibunya
" dokter, bagaimana keadaan ibu saya? apakah dia sudah baik baik saja? dan di ruangan mana dia di rawat?" tanya silvi
__ADS_1
" silahkan anda mengikuti saya" ucap dokter tersebut kemudian pergi meninggalkan silvi. setelah sampai di depan sebuah ruangan, dia pun berhenti dan membuka pintu ruangan tersebut dan pemandangan pertama kali yang di lihat silvi adalah brangkar yang di tutup dengan kain putih. setelah sampai di depan sebuah brangkar, dokter tersebut membuka sedikit kain tersebut dan seketika mata silvi melotot, air mata nya mengucur deras dan segera dia mendekap erat tubuh kaku yang tertutup kain putih tersebut dengan erat dan seketika itu pula isakan tangis yang memilukan lolos dari mulutnya
" ibu . . . . ibu . . . . . bangun bu . . . . "
" jangan tinggalkan silvi bu . . . "
" maafkan silvi bu, semua nya gara - gara silvi"
" andai saja silvi ngak melakukan kesalahan, mungkin ibu ngak bakal kaya gini"
" silvi menyesal bu . . . , maafin silvi bu"
" jangan tinggalkan silvi bu, silvi ngak bisa melindungi ibu"
" bu, silvi ngak mau kehilangan ibu. silvi mau ikut ibu" ucap silvi sambil menangis sejadi - jadi nya dan setelah itu dia terjatuh tidak sadarkan diri
__ADS_1