
silvi secara perlahan mengambil tablet android tersebut dan matanya terbelalak ketika melihat rincian biaya perawatan giofan dan matanya melotot seperti ingin melompat keluar karena melihat total biaya yang harus di bayar kepada pihak rumah sakit
("astaga sebanyak itu? bahkan jika aku masih bekerja di kafe, mungkin aku memerlukan waktu bertahun tahun untuk mengumpulkan uang sebanyak itu") gumam silvi pelan
"apa kau sudah melihat nya dengan baik?, apa kau sudah percaya?" tanya velix sambil memperhatikan raut wajah silvi
" saya ini hanya orang miskin, bagaimana caranya saya mendapatkan uang sebanyak itu? bahkan gaji saya saja bila di kumpulkan bertahun tahun tidak akan cukup membayar biaya sebesar itu"
" aku bisa saja membantu mu untuk melunasi biaya tersebut akan tetapi kau harus menuruti keinginan ku"
" apa yang anda inginkan dari orang miskin seperti saya?"
__ADS_1
" aku ingin kau mulai saat ini tinggal di rumah ini dan kau harus mengikuti semua pelatihan yang akan di ajarkan oleh orang kepercayaan ku nanti. apa kau bisa melakukan nya?" tanya velix
" jika kau menolak nya, yah mungkin saja orang tua dari pria itu akan melaporkan mu ke pihak berwajib dan membuat mu mendekam di balik jeruji besi untuk waktu yang lama" ucap velix dengan santai
" apa tidak ada syarat yang lain selain kedua hal tersebut?" tanya silvi ragu
" tidak ada"
" baiklah jika memang ini pilihan terbaik, saya setuju. akan tetapi apakah saya masih bisa melanjutkan kuliah saya?"
" terima kasih tuan muda" ucap silvi memaksakan senyum nya
__ADS_1
flash back off
sementara itu giofan yang sudah beraktivitas kembali seperti biasa di perusahaan nya, karena dia menjalani operasi di bagian kepala dan membuat dia harus istirahat total selama beberapa bulan sehingga membuat pekerjaannya menumpuk bahkan hampir kolaps karena tidak ada yang mengambil alih pekerjaan nya selama dia di rumah sakit. dan karena dia sulit menemukan asisten baru yang cocok untuk nya, dia meminta febrian untuk menjadi asisten nya menggantikan posisi hendrik. menurut nya febrian sangat tepat untuk berada di posisi itu karena sikap nya yang bertanggung jawab. sejak lama giofan memang sudah menawarkan posisi itu kepada febrian namun dia menolak nya karena menurutnya dia lebih nyaman mengelola kafe dari pada bekerja di perusahaan besar seperti GIOFAN CORPORATE.
dan semenjak febrian bergabung dengan perusahaan giofan, pekerjaan giofan menjadi lebih cepat selesai bahkan beberapa tender proyek yang hampir memutuskan kerja sama dengan perusahaan giofan kembali memperpanjang kontrak kerjasama nya dan bahkan menambahkan nominal investasi nya berkat presentasi yang di sampaikan oleh febrian.
" akhirnya masalah yang terjadi di perusahaan ini selesai juga, semoga kedepannya tidak akan ada masalah seperti ini lagi. semua ini tidak mungkin selesai secepat ini jika tidak ada bantuan mu. " ucap giofan menghela nafas lega sambil menatap sahabat nya itu
" ini semua karena usaha dan kerja keras mu. aku hanya membantu mempresentasikan hasil nya saja" ucap febrian
" terserah kamu saja yang jelas aku sangat berterimakasih kepada mu karena mau menjadi sekretaris ku" ucap giofan
__ADS_1
" tidak perlu berterima kasih kepada ku, kita sudah bersahabat sejak lama dan aku sudah menganggap mu seperti saudara ku sendiri"
"okey, thanks brother" ucap giofan sambil merangkul sahabat nya