
" bos, hari ini nona silvi berdebat dengan seorang wanita hanya karena masalah sepele, wanita itu hampir saja menyakiti nona silvi akan tetapi seorang pria bernama febrian datang dan membantu nya. wanita itu memarahi dan menghina nona silvi di depan banyak orang" ucap nya
" cari tau siapa wanita itu. berani - beraninya dia memarahi bahkan mempermalukan wanita ku. aku ingin tau informasi nya sedetail mungkin" ucap nya geram
" baik bos" ucap nya setelah mendengar perintah dari orang yang dia panggil bos
(" hmmm siapa yang berani sekali mengganggu nona silvi, aku bahkan masih ingat jelas bagaimana kelima wanita yang pernah menjadi sasaran empuk bagi singa bos akibat menyakiti nona silvi dan hampir membuat nona silvi celaka. aku masih ingat jelas apa yang di katakan oleh bos saat itu " semua orang yang berani mengusik wanita ku akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang dia perbuat" bahkan aku baru pertama kali melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana singa itu mengoyak habis tubuh para wanita itu hidup - hidup dan bos saat itu hanya tersenyum dan berkata" itu hukuman yang setimpal untuk mereka" dan berlalu begitu saja setelah tidak mendengar suara jeritan kesakitan dari wanita - wanita itu") gumam nya setelah menghubungi salah satu rekan nya untuk menjalankan perintah dari bos nya
saat ini silvi sedang bersiap untuk pulang karena saat ini sudah pukul lima sore. ketika dia berdiri dari tempat duduknya, gilang menawarinya tumpangan untuk mengantarkannya pulang sebagai bentuk terimakasih karena sudah membantu nya mengerjakan berkas yang dia berikan tadi pagi
" eh silvi udah mau pulang yah? kalau boleh, aku ingin mengantarkan mu pulang hari ini sebagai bentuk terimakasih karena sudah membantu ku tadi" ucap gilang sambil tersenyum
" tidak usah repot - repot mengantarkan aku pulang karena aku ikhlas membantu mu. kita kan rekan kerja jadi sudah seharusnya saling membantu" ucap silvi sambil melangkah pergi
" kasihan deh sepertinya ada yang baru saja di tolak nih" ucap vero sambil tertawa terbahak bersama dandi karena silvi menolak tawaran gilang. sedang gilang hanya mencebikkan bibirnya
" biarin, namanya juga usaha" ucap gilang sambil tersenyum sinis dan pergi dari ruangan tersebut
(" awas aja nanti, aku nggak bakalan kalah sama si kaca mata itu") gumam dandi dan vero bersamaan sambil menatap tajam ke arah gilang yang sudah menghilang dari pandangan mereka
sementara itu silvi yang sedang berada di depan gerbang perusahaan, tersentak kaget ketika seseorang menepuk pundak nya dan membuat dia segera berbalik ke belakang. pandangan mata nya tertuju kepada febrian yang berada di depan nya sambil tersenyum
"eh ka bian, ada apa ka?" tanya silvi
__ADS_1
" kamu udah mau pulang yah dek?"
" iya ka, memang nya ada apa?"
" kakak cuma mau ngajak kamu pulang bareng"
" memangnya nggak apa - apa kalau ka bian nganterin aku pulang?"
" memangnya kenapa? apa kamu udah punya pacar makanya udah nggak mau pulang bareng sama kakak?" tanya febrian
" nggak sih, cuma aku ada janji sama teman aku makanya aku nggak bisa pulang bareng kakak" ucap silvi sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal karena merasa tidak enak hati
" ya sudah deh kalau begitu, kakak duluan ya. kamu hati - hati di jalan" ujar febrian sambil mengacak rambut silvi dan bergegas pergi
" ayo nona, tuan sudah menunggu di dalam" ucap orang itu
"suruh tuan mu kemari sekarang karena aku tidak mau masuk ke dalam gudang itu" ucap silvi sambil menatap penuh selidik
" jika nona tidak menuruti ucapan saya maka jangan salahkan saya jika bertindak kasar terhadap nona" ucap orang itu
mendengar ucapan orang itu membuat silvi semakin yakin bahwa orang yang membawa nya saat ini bukanlah orang yang di tugaskan oleh velix karena jika anak buah velix pasti tidak akan pernah menyakiti nya
" siapa kau sebenarnya? apa yang kau inginkan?" tanya silvi
__ADS_1
" tidak usah banyak bertanya, ayo ikut aku. " ucap orang itu sambil menarik tangan silvi namun silvi segera menendang kaki orang tersebut sehingga membuat nya tersungkur dan genggaman tangan nya pun terlepas
" dasar perempuan sialan, kau ingin bermain - main dengan ku rupanya. baiklah aku akan menemani mu bermain" ucap nya sambil melayangkan kepalan tangan nya namun dengan cepat silvi menghindari nya setelah itu silvi melayangkan tendangan nya ke arah ************ orang tersebut sehingga membuat nya meringis kesakitan. tidak hanya sampai di situ saja silvi kembali melayangkan kepalan tangan nya kepada orang itu dengan cepat dan tanpa henti. dia membuat orang itu seperti sebuah samsak. setelah puas menghajar orang itu, silvi menarik tangan orang itu ke belakang dan membuat nya berlutut
" siapa orang yang menyuruh mu ?" ucap silvi dingin namun orang itu tidak mau membuka mulut nya
" jawab pertanyaan ku atau aku tembak kepala mu" ucap silvi sambil menodongkan pistol di kepala orang itu
" baik aku akan memberi tahu mu siapa yang menyuruh ku tapi aku mohon jangan tembak kepala ku" ucap nya sambil memohon
" cepat katakan" teriak silvi
" yang menyuruh ku adalah seorang wanita cantik namun aku tidak tahu siapa namanya" ucap orang itu. ketika silvi sedang memikirkan siapa orang yang menyuruh pria yang saat ini sedang berlutut di depan nya membuat orang itu dengan cepat melarikan diri dari silvi sebelum silvi menyadari nya
" akhirnya aku selamat" ucap orang itu menghentikan langkahnya setelah di rasa sudah cukup jauh dari tempat silvi
namun dia tidak menyadari bahwa saat ini beberapa orang pria berbadan besar sedang berdiri di depan nya
" tangkap orang itu sekarang juga" ucap salah satunya
(" dasar bodoh, dia sedang mengantarkan nyawanya ke hadapan seekor singa yang lapar") gumam orang itu dan bergegas menyeret paksa orang yang sudah di buat babak belur oleh silvi
(" kenapa hari ini aku sial sekali, lepas dari mulut buaya kini masuk ke kandang singa") ucap pria yang di hajar silvi dalam hati
__ADS_1