
waktu kini menunjukkan pukul setengah empat pagi. saat ini silvi sedang berlatih di ruangan khusus yang biasa dia gunakan untuk pelatihan nya selama ini akan tetapi saat ini dia sedang berlatih seorang diri karena jadwalnya untuk latihan adalah saat dia memiliki waktu senggang dan saat hari libur.
dia saat ini sedang berlatih menggunakan samsak untuk melatih kemampuan otot nya agar bisa lebih kuat dari sebelumnya. dia harus mempersiapkan diri nya untuk hal - hal yang tidak terduga seperti sebelumnya. ketika waktu sudah menunjukkan pukul enam pagi, silvi menyudahi latihan nya dan bergegas menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri. setelah itu dia bergegas menuju ke arah dapur untuk membuat sarapan untuk nya sekaligus membuat bekal untuk makan siang nya
setelah sarapan dan menyimpan bekal makanan nya, dia bergegas menuju ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya dan segera pergi ke perusahaan tempat dia bekerja
sementara itu, ketika silvi sampai di depan pintu perusahaan, dia tidak sengaja menabrak seseorang yang membuat nya hampir jatuh jika tidak ada seseorang yang membantu nya.
" saya minta maaf karena tidak sengaja menabrak anda" ucap silvi
" dasar perempuan kampung sialan, kau pikir dengan meminta maaf semuanya sudah selesai?" ucap orang itu sambil menatap tajam ke arah silvi
" saya sudah mengakui kesalahan saya akan tetapi kenapa anda marah - marah? anda kan tidak terluka" ucap silvi singkat
" dasar perempuan kampung tidak tahu diri. apa kau tidak melihat hah, penampilan ku jadi rusak karena kecerobohan mu" ucap orang itu sambil berteriak kesal
" apa yang akan kamu lakukan kepada dia? dia sudah mengakui kesalahan nya lalu apa lagi yang kamu inginkan?" tanya orang yang menolong silvi ketika hampir terjatuh. ketika mendengar ucapan tersebut, mereka mengalihkan pandangan nya kepada orang itu. dan ketika silvi mengangkat pandangan nya, mata terbelalak melihat seorang pria yang saat ini sedang berdiri di hadapan nya menggunakan setelan jas yang tapi dan juga penampilan nya yang sangat berkesan
" la bian" ucap silvi singkat
__ADS_1
" siapa kau, apa kau berfikir bisa menyelamatkan perempuan sialan ini? jangan mimpi. aku tidak akan melepaskan nya" ucap nya sambil menunjuk ke arah febrian yang saat ini berdiri tepat di hadapan nya
" apa yang kau inginkan?" tanya febrian
" aku ingin perempuan kampung ini membayar ganti rugi kepada ku karena sudah merusak penampilan ku" ucap nya sombong
" berapa yang kau inginkan?"
" mungkin lima juta cukup untuk membayar nya"
" A P A ? kalau anda ingin uang, seharusnya anda bekerja bukan memeras orang lain" ucap silvi sambil menatap tajam ke arah orang tersebut
" jaga mulut mu sialan, kalau pun aku mau perusahaan ini akan aku beli bahkan aku dengan mudahnya meminta agar ceo dari perusahaan ini berlutut di kaki ku" ucap nya sombong
" siapa kau? jangan mencampuri urusan orang lain. lebih baik kau pergi dari hadapan ku" ucap nya sambil mencibir orang tersebut
" yang seharusnya pergi dari sini adalah kau. bagaimana bisa pemilik perusahaan ini harus pergi dari perusahaan nya sendiri" ucap orang itu singkat
" ha hahaha, apa kau pikir aku bodoh? mana ada pemilik perusahaan berpenampilan seperti gembel yang menjijikkan" ucap nya sambil tertawa terbahak.
__ADS_1
hari ini giofan hanya menggunakan kaos polos berwarna putih dan celana jeans serta sepatu kasual nya. karena hari ini ada perjalanan bisnis ke luar negeri makanya dia hanya berpakaian seperti itu. karena ada beberapa berkas yang harus dia ambil, maka dia memutuskan untuk ke perusahaan terlebih dahulu sebelum dia pergi ke bandara namun langkah nya terhenti ketika mendengar ucapan seseorang yang membuat nya menjadi emosi
" panggil keamanan sekarang juga dan seret orang dia keluar dari perusahaan ini sekarang juga dan jangan biarkan dia menginjakkan kakinya di perusahaan ini lagi" ucap giofan sambil menatap penuh emosi kepada orang itu
tidak lama setelah itu pihak keamanan perusahaan segera menyeret paksa orang yang sudah berani mengacau di perusahaan dan membuat ceo mereka marah
" dasar brengsek, tunggu pembalasan ku" ucap orang itu sambil berteriak kesal
" dasar sampah tidak berguna. aku akan membuat kalian semua menyesal karena memperlakukan aku seperti ini" ucap nya kemudian masuk ke dalam mobil nya dan pergi dengan kecepatan tinggi
" apa kau tidak apa - apa dek?" tanya febrian
" iya. tapi kok ka bian bisa berada di sini? bukannya kakak masih kerja di kafe" ucap silvi
" kau tenang saja, kakak mu ini di pindah tugaskan di sini atas permintaan ku" ucap giofan sambil merangkul febrian
" apa? jadi kakak kerja di sini? wah selamat ya kak, aku senang sekali mendengar nya" ucap silvi sambil mengulurkan tangannya
" terimakasih adik ku yang cerewet" ucap febrian sambil mengacak rambut silvi
__ADS_1
" ihhh ka bian bikin kesel aja" ucap silvi sambil memanyunkan bibirnya dan bersedekap dada
" dasar anak kecil" ucap febrian sambil tertawa