
setelah kejadian tersebut, silvi dan juga pria yang telah menyelamatkan diri nya kini berada di rumah sakit terdekat untuk memeriksakan kondisi mereka. apa lagi kondisi pria itu sedang tidak sadarkan diri akibat benturan yang cukup keras sehingga membuat nya mengeluarkan darah segar dari bagian belakang kepala nya
sedangkan untuk silvi, dia tidak mengalami luka di tubuhnya hanya saja dia syok akibat kejadian tersebut dan dia sangat panik ketika melihat darah segar mengalir dari kepala pria yang sudah menyelamatkan diri nya
"ya tuhan, aku mohon selamatkan ka giofan. berikan dia kekuatan untuk melalui masa kritis nya. aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap nya" ucap silvi lirih sambil menatap pintu ruangan ICU tempat giofan di rawat
tiba - tiba seorang wanita paruh baya datang dan membuat keributan
" di mana ruangan putra ku? cepat beritahu aku" ucap ucap wanita paruh baya tersebut kepada perawat yang berada di resepsionis
" tolong tenangkan diri anda nyonya, apakah anda keluarga dari pria yang bernama giofan?" tanya perawat tersebut
" benar, aku adalah ibunya. cepat beritahu aku dimana dia di rawat?" tanya nya
" putra anda sedang di tangani oleh dokter di ruangan ICU, putra anda mengalami benturan yang cukup keras di bagian belakang kepala nya dan mengalami pendarahan. untuk lebih jelasnya silahkan anda menuju ke ruangan itu. karena sampai saat ini dokter masih memeriksa keadaan putra anda."
__ADS_1
" terima kasih, aku pergi dulu"
" silakan nyonya"
setelah sampai di depan ruangan ICU, ibunya giofan menghampiri febrian yang sedang menunggu hasil pemeriksaan giofan bersama dengan silvi dan juga velix yang saat ini sedang fokus bekerja melalui tablet android miliki nya
" bian, bagaimana kondisi giofan saat ini? sebenarnya apa yang terjadi? apa yang dia lakukan sampai mengalami kecelakaan seperti ini?" ucap ibu giofan sambil menatap febrian dengan sorot mata yang sulit di artikan
ketika febrian ingin membuka mulutnya untuk menjelaskan secara rinci tentang kejadian yang sebenarnya, silvi tiba - tiba berlutut di hadapan ibunya giofan. sontak saja perbuatan nya itu membuat ibu giofan menatap tajam kepada silvi
" maafkan saya nyonya, karena sudah membuat putra anda mengalami kecelakaan seperti ini"
"apa maksudmu? bicaralah dengan benar agar aku mengerti" ucap nya
"semua nya salah saya nyonya, jika saja ka giofan tidak menolong ku mungkin saat ini dia tidak akan mengalami kecelakaan" ucap silvi sambil menunduk
__ADS_1
"oh jadi putra ku mengalami kecelakaan karena menolong diri mu, begitu?" tanya nya
" maafkan saya nyonya"
" apa kau fikir dengan kau meminta maaf kepada ku dapat mengembalikan kondisi putra ku" ucap nya sambil menatap tajam kepada silvi
" saya mohon agar nyonya bisa memaafkan saya. saya akan melakukannya apa saja asalkan anda mau memaafkan saya" ucap silvi sambil memegang kaki ibu giofan
" lepaskan aku, aku tidak sudi di sentuh oleh orang yang sudah membuat putra ku mengalami kecelakaan"
" maafkan saya nyonya" hanya itu yang bisa di ucapan silvi karena merasa bersalah kepada giofan. namun ibu giofan mendorong tubuh silvi sehingga membuat silvi tersungkur
melihat silvi di perlakuan seperti itu, membuat velix geram. dia menggendong silvi untuk pergi dari tempat itu
" jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap putra anda, saya yang akan bertanggung jawab. dan anda tidak perlu khawatir tentang biaya rumah sakit karena saya yang akan membayar semuanya sampai putra anda pulih. dan saya ingatkan kepada anda agar tidak bertindak kasar kepada wanita ku" ucap velix sambil berjalan meninggalkan tempat itu namun baru beberapa langkah dia berjalan tiba - tiba langkah nya terhenti ketika mendengar ucapan ibunya giofan
__ADS_1
" jika terjadi sesuatu kepada putra ku maka aku tidak akan melepaskan kalian berdua terutama perempuan pembawa sial itu" ucap nya sambil berteriak namun velix tidak menghiraukan ucapan nya dan bergegas keluar dari rumah sakit tersebut