Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan

Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan
bab 64


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul 05 sore itu adalah waktu pulang untuk seluruh karyawan di perusahaan tempat silvi magang. saat ini silvi sedang merapikan beberapa berkas yang telah selesai dia kerjakan serta bersiap - siap untuk pulang namun ketika ingin keluar dari ruangan itu, ketiga rekan nya menawarkan untuk mengantarkannya pulang


" eh sil, kamu udah mau pulang yah?" tanya dandi


" iya" jawab silvi singkat


" aku juga mau pulang" ucap dandi cepat sambil merapikan berkas yang berada di mejanya


" siapa?" ucap silvi


" ya aku lah, kan kamu udah mau pulang jadi aku mau pulang bareng kamu" ucap dandi sambil tersenyum


" maksudnya siapa yang tanya" ucap silvi singkat setelah itu dia bergegas keluar dari ruangan nya


mendengar ucapan silvi membuat vero dan juga gilang seketika tertawa terbahak - bahak dan membuat dandi nyengir kuda sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal

__ADS_1


" ha ha hahaha, emang enak di kacangin?" ucap gilang sambil terus tertawa


" makanya jadi orang itu jangan SKSD" ucap vero


"apaan tuh SKSD?" tanya gilang


" dasar kurang update masa sih SKSD aja ngak tahu. SKSD itu Sok Kenal Sok Dekat" jawab vero sambil tertawa terbahak


"ahahaha aku setuju sama ucapan kamu vero, ya kali si silvi mau pulang bareng sama orang yang baru saja dia kenal. itu tandanya dia itu perempuan baik - baik karena tidak langsung percaya dengan orang baru apalagi sama laki - laki. berarti dia itu tau yang terbaik untuk dia" ucap gilang sambil merangkul dandi


" gimana kalau kita ikuti silvi sampai rumah nya untuk memastikan keamanannya" ujar vero


" ide yang bagus, kalau begitu ayo cepat nanti kita kehilangan jejak silvi" ucap dandi sambil menarik tangan kedua rekan nya


ketika mereka keluar dari gerbang perusahaan, mereka melihat silvi yang sedang memakai sepatu roda nya dan membuat mereka bingung. apa yang akan di lakukan oleh silvi

__ADS_1


" sedang apa dia di situ dan apa yang akan dia lakukan? kenapa juga dia pakai sepatu roda segala?" ucap gilang. namun tiba - tiba silvi dengan cepat menghilang dari hadapan mereka dan membuat mereka segera berlari ke arah kendaraan mereka masing - masing


" silvi kemana yah? kok cepat banget hilang nya" ucap vero sambil melajukan mobilnya dan di susul dengan dandi yang menggunakan motor sport dan juga gilang yang menggunakan motor matic nya


ketika mereka berbelok ke arah jalanan yang cukup sunyi, tiba - tiba vero menginjak pedal rem mobil nya mendadak dan membuat gilang dan juga dandi yang berada tidak jauh dari mobilnya hampir celaka. beruntung mereka sempat mengerem motor mereka


" astaga, apa yang dia lakukan?" ucap vero dengan suara cukup kencang sambil menunjuk ke arah depan sehingga membuat gilang dan juga dandi melihat ke arah yang di tunjuk oleh vero. mata mereka membulat sempurna melihat seorang wanita yang sedang berkelahi dengan tiga orang preman yang menakutkan


" apa dia benar - benar seorang wanita?" tanya gilang sambil menelan salifa nya ketika silvi menendang perut salah satu preman tersebut dan membuat nya tersungkur


" K E R. E. N B A. N G E. T "ucap dandi sambil mengangkat dua jempol nya. namun ketika ada salah satu preman yang berada di belakang silvi ingin memukul nya menggunakan balok kayu, dandi segera berlari dan memukul preman tersebut hingga membuat balok kayu yang berada di tangan nya terjatuh


" dasar banci, berkelahi sama perempuan. apa ngak malu" ucap dandi


" pergi dari sini, kami tidak ada urusan dengan mu. kami hanya ingin memberikan pelajaran kepada perempuan sialan itu yang sudah berani menantang kami"

__ADS_1


" berarti kami juga harus ikut campur dengan urusan ini karena perempuan itu adalah teman kami" ucap vero


__ADS_2