Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan

Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan
bab 76


__ADS_3

prraannnggg


terdengar suara barang - barang yang hancur akibat di hempaskan begitu saja oleh seorang pria


" aarrrggg dasar brengsek. siapa sebenarnya wanita itu? kenapa orang - orang ku bisa di kalahkan dengan mudah. siapa sebenarnya yang sedang melindungi wanita itu? dasar wanita sialan, kenapa sangat sulit hanya untuk memberikan pelajaran kepada mu. tunggu saja balasan dari ku, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja" ucap nya sambil tersenyum sinis


" cepat panggil dion dan juga anak buah nya ke ruangan ku sekarang juga" ucap velix pada salah satu orang kepercayaan nya


" baik tuan muda" ucap nya kemudian bergegas keluar dari ruangan velix


" dion cepat ke ruangan tuan muda sekarang, dan bawa juga anak buah mu yang datang menyelamatkan nona silvi."


" baik, aku akan langsung menemui tuan muda" ucap dion


" kalian semua sekarang juga ikut aku ke ruangan tuan muda "


" baik bos" ucap anak buah dion


tok tok tok


" masuk"

__ADS_1


" selamat malam tuan muda, apakah ada yang anda inginkan?" tanya dion sopan


" aku tidak punya waktu untuk ber basa basi dengan mu, tanpa aku bicara kau pasti tau apa yang aku inginkan saat ini" ucap velix sambil menatap kearah dion


" orang yang mengikuti saya dan nona silvi adalah anak buah dari pemilik perusahaan dan juga pemilik bar terbesar di kota ini, nama nya adalah daniel. menurut informasi yang saya dapatkan, dalang di balik semua tindakan yang di lakukan oleh anak buah dari daniel ini di picu oleh hasutan dari wanita yang pernah terlibat perdebatan dengan nona silvi. namun sampai saat ini kami masih mencari tahu siapa sebenarnya wanita itu dan apa yang sebenarnya dia inginkan. bahkan kami masih belum menemukan tempat tinggal nya karena dia sangat lihai dalam bersembunyi." jelas dion


" pantau terus pergerakan dari daniel dan juga anak buah nya, jika mereka masih mengganggu wanita ku maka seret dia ke hadapan ku karena aku muak melihat pahlawan kesiangan seperti dia"


" baik tuan muda. lalu apa yang harus kami lakukan kepada anak buah daniel yang saat ini kami jadikan sebagai sumber informasi"


" jaga dia baik- baik, suatu saat nanti dia akan berguna untuk kita."


" baik tuan muda, kalau begitu saya permisi dulu tuan muda"


" baik tuan muda"


setelah berada di luar ruangan velix, dion pun memerintahkan anak buahnya sesuai keinginan tuan muda nya


" kalian semua sudah mendengar ucapan tuan muda tadi kan? segera lakukan sekarang juga dan ingat jangan sampai membuat nona silvi menyadari keberadaan kalian"


" baik bos"

__ADS_1


Tanpa terasa waktu pun berlalu begitu cepat ketiga rekan kerja silvi yang sedari awal simpati pada silvi, kini semakin gencar melakukan segala macam cara untuk mendapatkan hati silvi. setiap hari nya pasti ada yang memberikan bunga mawar merah, coklat atau pun mengajak silvi makan siang bersama dan juga menawarkan untuk mengantarkannya pulang bahkan mereka bertiga sering kali berdebat tentang hal yang sepele dan membuat silvi pusing melihat tingkah konyol mereka. sama seperti saat ini, ketiga rekan nya menawarkan bekal makan siang mereka kepada silvi


" sil, nih aku bawain makan siang buat kamu. semoga kamu suka yah" ucap dandi sambil menyodorkan kotak makan siang kepada silvi


" makan yang ini aja sil, pasti lebih enak" ucap gilang sambil menyodorkan kotak makan siang untuk silvi"


" enak aja kamu lang, main nyerobot aja. pasti silvi milih makanan dari aku" ucap dandi


" mana ada kaya gitu, yang ada si silvi pasti milih makanan dari aku. secara ini kan masakan spesial dari ibu ku untuk calon pacar aku" ucap gilang sambil tersenyum meremehkan


" silvi ngak bakalan mau makan makanan dari kalian berdua, karena aku bawain makan siang spesial yang aku pesan khusus untuk silvi di restoran terkenal di kota ini. lihat saja bentuk nya, pasti rasanya lebih enak. karena ini adalah buatan koki terkenal." ucap vero sambil menunjukkan makanan yang dia bawa untuk silvi


" dasar sombong, belum tentu silvi mau sama masakan kaya gitu. pasti bakalan di tolak sama silvi" ucap gilang dan juga dandi


" bilang aja kalau kalian pada sirik sama aku karena takut kalah kan?" ucap vero sambil mencibir kedua rekan nya


" semua keputusan ada di tangan silvi jadi kalian ngak ada hak untuk berkomentar" ucap vero


" ayo sil, kamu pasti milih makanan dari aku kan?" tanya dandi


" nggak, pasti makanan dari aku" ucap vero

__ADS_1


" nggak mungkin silvi nolak masakan dari ibu aku, iya kan sil?" tanya gilang


" D I A. M, KEMBALI KE TEMPAT DUDUK KALIAN DAN BAWA SEMUA MAKANAN ITU PERGI, AKU PUNYA MAKANAN SENDIRI DAN TIDAK BISA MENERIMA MAKANAN DARI KALIAN" ucap silvi sambil menatap tajam kepada ketiga rekan nya


__ADS_2