Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan

Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan
bab 29


__ADS_3

sesaat setelah silvi tidak sadarkan diri, dokter yang sebelumnya ibunya segera memanggil perawatan untuk mengangkat silvi ke ruangan perawatan namun ketika silvi sedang di bawa ke ruangan perawatan menggunakan brangkar, tiba - tiba seorang pria tampan menghentikan langkah orang yang mendorong brangkar tersebut


" apa yang sebenarnya terjadi kepada dia? mengapa dia tidak sadarkan diri?" tanya orang itu yang ternyata adalah giofan


" pasien mengalami syok karena ibunya baru saja meninggal dan dia sangat terpukul mendengar berita itu dan membuat dia tidak sadarkan diri" ucap perawat tersebut


"apa dia akan baik - baik saja?" tanya giofan


" untuk hal itu saya belum bisa memberikan kepastian dan silahkan anda bertanya pada dokter yang menangani pasien ini. kami harus segera membawa pasien untuk di periksa" ucap nya sambil mendorong kembali brangkar tersebut


setelah kepergian perawat tersebut, giofan segera menghubungi febrian agar dapat menghibur silvi karena dia tau bahwa febrian sangat menyayangi silvi


" halo yan, lo bisa datang ke rumah sakit kasih bunda ngak skarng?"


" emang nya ada apa? siapa yang sakit?" tanya febrian


" datang aja, ini semua tentang silvi"

__ADS_1


" silvi kenapa? lo apain gue? awas aja kalo dia kenapa - napa gue hajar lo" ucap febrian setengah membentak bahwa giofan harus menjauhkan handphone nya agar telinga nya tidak sakit


" ngak usah banyak tanya, cepat ke sini skarng" ucap giofan lalu memutuskan panggilan tersebut secara sepihak


sementara itu febrian yang tiba - tiba mendapat telepon dari giofan, segera bangun dari tempat duduknya dan segera menyambar jaket dan kunci motor nya dan bergegas menuju ke rumah sakit sambil berdoa dalam hati agar tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap silvi yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri


setelah sampai di depan rumah sakit, febrian langsung menelfon giofan untuk menanyakan keberadaan nya


" halo fan, gue udah ada di depan rumah sakit nih, lo di mana sekarang?"


" lo tunggu aja di situ, gue bakalan nyamperin lo"


setelah mereka bertemu, giofan segera membawa febrian ke ruangan perawatan silvi karena sudah hampir dua jam dia belum sadarkan diri


" sebenarnya apa yang terjadi sama adik gue? kenapa dia sampai ngak sadar kaya gini?" tanya febrian


" gue juga bingung mau jelasin sama lo karena gue juga ngak tau apa - apa, yang jelas kata dokter, dia syok berat gara -gara ibu nya baru aja meninggal dunia"

__ADS_1


" astaga, ko lo baru kasih tau gue sih?"


"yah gimana caranya gue kasih tau lo, sedangkan gue aja baru tau"


" ya udah deh kalo gitu, gue masuk dulu ke dalam yah"


" bareng aja kalo gitu" kata giofan dan hanya mendapatkan anggukan kepala saja


ketika sampai di dalam ruangan tersebut, kedua pria tampan itu menatap wajah silvi yang pucat serta matanya masih sedikit bengkak akibat terlalu banyak menangis. kedua pria tersebut harus berusaha untuk memberikan semangat kepada silvi karena dia hanya tinggal sendiri setelah di tinggal oleh ibunya. orang tua satu satunya yang dia miliki sejak kecil dan satu satunya orang yang selalu ada untuk nya dan satu satunya orang yang sangat berarti bagi hidup nya


" ibu. . . . hiks hiks jangan tinggalkan aku bu " ucap nya lirih dengan mata masih terpejam dan air mata yang sudah mengalir


" ibu . . . tolong bawa aku ikut bersama ibu hiks hiks hiks aku nggak mau sendiri bu"


" hanya ibu yang aku punya hiks hiks ngak ada lagi yang aku punya selain ibu hiks hiks" ucapnya dengan air mata yang sudah menganak sungai


(" ya tuhan, tolong berikan adikku kesabaran dan berikan dia kekuatan untuk melewati cobaan ini. hati ku sakit melihat dia terpuruk dalam kesedihan nya. aku mohon kuatkan dia") ucap febrian sambil menatap sendu wanita yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri yang tengah terpuruk dalam kesedihan nya

__ADS_1


" maafkan aku, karena tidak berada di samping mu saat kau rapuh" ucap febrian lirih sambil menggenggam silvi


__ADS_2