Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan

Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan
bab 43


__ADS_3

di dalam perjalanan menuju ke rumah silvi, febrian mampir sebentar di warung makan yang biasa dia dan silvi datangi setelah pulang dari kafe ketika silvi masih bekerja bersama dengan nya. dia memesan dua porsi nasi goreng kesukaan silvi. dia berencana menemui silvi untuk sekedar menyapa ataupun berbicara dengan nya karena dia sudah sangat merindukan sosok wanita yang kuat dan mandiri seperti silvi yang selalu menanggung beban nya sendiri dan tidak ingin merepotkan orang lain


dari silvi, dia belajar untuk menghargai apa yang kita miliki dan bangga akan usaha sendiri tanpa harus merasa iri hati pada orang lain yang lebih dari kita. dia adalah wanita yang luar biasa karena mampu menghadapi masalah dengan tenang tanpa harus mengundang perhatian dari orang lain. di jaman modern seperti ini sangat jarang wanita yang mandiri dan kuat seperti nya. yang terlihat ceriah walaupun ada banyak sekali beban yang harus dia pikul sendiri bahkan di usianya yang masih muda di tuntut untuk berfikir lebih dewasa oleh kehidupan yang harus dia lalui tanpa bisa menolak sedikit pun.


dia wanita yang baik dan kuat seperti karang namun hati nya rapuh seperti kaca yang mudah retak namun dia dapat menutupi nya dengan bersikap seolah tidak ada beban dalam hidup nya. hanya senyuman tipis yang selalu terpancar dari bibirnya. tidak ada kata mengeluh untuk apa yang telah terjadi pada nya.


setelah sampai di depan rumah silvi, febrian segera mengetuk pintu rumah tersebut dan tidak menunggu waktu lama, pintu rumah itu pun terbuka dan nampak jelas seorang wanita cantik berdiri di depan pintu hanya menggunakan kaos biru polos dan juga celana trening dengan rambut yang di kuncir kuda memperlihatkan lehernya yang putih dan membuat orang lain yang melihat nya menjadi terkesima seperti halnya febrian yang saat ini sedang menatap silvi tanpa berkedip membuat silvi hanya mengerutkan kening nya


" ka bian, kok bisa di sini sih?" tanya silvi


" hello ka, ka bian, hey" ucap silvi sambil melambaikan tangannya dan seketika menepuk pundak febrian dan membuat nya terkejut dan segera berdehem untuk menetralkan keterkejutan nya

__ADS_1


" ehm. ya ampun dek, kamu bikin kaget aja deh" gerutu febrian


" kok jadi aku yang salah sih ka? kan dari tadi aku panggil kakak tapi kakak malah melamun, makanya aku tepuk punggung kakak" ucap silvi sambil cemberut


" maaf deh kalo gitu. sebagai permintaan maaf dari kakak, ini ambil nasi goreng kesukaan kamu. kebetulan tadi kakak lewat di situ jadi pesan aja sekalian" ucap febrian sambil menyodorkan kantong plastik berisi nasi goreng kepada silvi


" wah kebetulan banget nih ka, aku belum makan jadi bisa makan gratis nih" ucap silvi sambil menerima kantong plastik tersebut namun matanya menatap ke arah bungkusan yang sama seperti yang di berikan oleh febrian kepada nya


" terus kantong yang itu isinya apa ka?" tanya silvi


" oh ini nasi goreng sama dengan yang sama kamu. tadi kakak pesan dua porsi, maunya sih makan bareng sama kamu itupun kalau kamu mau sih" ucap febrian sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal

__ADS_1


" okey, kalau begitu sini in kantong plastik nya biar aku pindahin ke piring terus kita bisa makan sama - sama" ucap silvi sambil menyodorkan tangan nya


" nih ambil tapi jangan lama - lama yah. dan kalau boleh minum nya teh hangat" ucap nya sambil tersenyum


" okey deh, ka bian tunggu aja ya di ruang tamu. aku mau ke dapur" ucap nya sambil menarik tangan febrian menuju ruang tamu yang sederhana


setelah selesai memindahkan nasi goreng nya dan membuat teh hangat, silvi menata makanan tersebut di meja makan dan segera memanggil febrian untuk makan bersama


" ayo ka, di makan nanti kalau sudah dingin jadi nggak enak" ucap silvi


" okey deh. selamat makan" ucap febrian. setelah itu mereka makan dengan lahap tanpa berbicara sedikit pun. namun mereka tidak mengetahui bahwa ada yang sedang merekam aktifitas mereka sedari awal dan segera mengirimkan video tersebut kepada atasan nya

__ADS_1


" siapa sebenarnya laki - laki ini, kenapa mereka terlihat sangat akrab bahkan mereka seperti sepasang kekasih" ucap orang itu sambil memperhatikan tingkah laku silvi dan febrian yang di kirimkan oleh anak buah nya


__ADS_2