Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan

Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan
bab 10


__ADS_3

seminggu telah berlalu kini ujian pun telah selesai dan tinggal menunggu hasil nya saja. karena sudah tidak ada lagi mata pelajaran para siswa / siswi di liburkan selama dua minggu, sebelum libur silvi sempat mengajukan permintaan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan nya ke universitas namun pihak sekolah belum bisa memberikan kepastian karena sesuai dengan keputusan dari pihak yayasan sekolah, seluruh siswa peserta beasiswa harus memiliki nilai yang tinggi termasuk nilai ujian akhir dan apabila peserta beasiswa mendapatkan nilai tertinggi maka pihak yayasan sendiri yang akan langsung mendaftarkan siswa tersebut di universitas terbaik di kota tersebut


setelah mendengarkan penjelasan dari pihak sekolah, silvi melangkah pergi meninggalkan sekolah karena dia harus bergegas pulang ke rumah nya untuk merawat ibu nya yang sedang sakit sekaligus untuk pergi kerja di kafe


(" semoga aja gue dapat beasiswa supaya gue bisa buat ibu bangga dan gue harus optimis lagian kalo emang gue nggak bisa dapet beasiswa, setidaknya gue tabungan gue bisa di pake buat ngedaftar kuliah semoga aja cukup ")


yah memang selama dia bekerja, dia selalu menyisihkan uang nya untuk kuliah makanya dia tidak pernah jajan di kantin dan dia juga selalu membawa bekal makanan sendiri. bagi nya uang jajan nya lebih baik dia gunakan untuk membeli alat tulis atau pun buku pelajaran. ( jadi kebayang kan gimana susahnya jadi silvi, semoga orang -orang di luar sana bisa lebih bersyukur lagi atas apa yang mereka miliki bukan malah sirik sama orang lain semoga bisa bermanfaat )


lanjut cerita


ketika silvi berjalan menuju ke tempat kerjanya dia melihat ada segerombolan orang berbadan kekar


sedang menghajar seorang pria namun karena kalah jumlah maka pria itu menjadi kualahan maklum saja dia hanya sendiri melawan lima orang yang hajarnya tanpa ampun. silvi yang tidak tega melihat itu langsung saja menghajar mereka dari belakang menggunakan balok kayu dan membuat mereka tersungkur dan pria yang di hajar tadi segera menarik tangan silvi untuk meninggalkan tempat itu. pria itu membawa silvi ke tempat motor nya

__ADS_1


" ayo cepat naik, kita harus cepat pergi dari sini sebelum mereka mengejar kita" ucap pria tersebut


" eh lo mau bawa gue kemana?? gue harus kerja dan gue nggak mau ikut campur masala lo dan tadi gue cuma mau nolongin lo doang nggak lebih" ucap silvi menatap tajam ke arah pria tersebut


sebelum pria itu membuka suara nya sudah terlihat orang - orang yang menghajar nya tadi mulai mendekat


" mau lari kemana kalian?? ujar orang itu sambil berlari dengan cepat ke arah silvi dan pria itu


namun karena kaget silvi dengan cepat memeluk perut pria itu agar tidak terjatuh dari motor


(" dasar cowok ngak punya otak main tarik - tarik aja dia kira gue sapi kali sampe di tarik kaya tadi dan dia malah main tancap gas aja kaya pembalap, kalo sampe gue jatuh tadi gimana?? kok gue selalu ketemu cowok yang nggak jelas semua sih. tapi ngomong - ngomong ni cowok mau bawa gue kemana????")


karena penasaran silvi pun menepuk pundak pria itu lalu bertanya kepada pria tersebut

__ADS_1


" lo mau bawa gue kemana???"


tak ada jawaban


" lo denger ngak gue nanya, lo mau bawa gue kemana???


lagi - lagi tidak ada jawaban


" kalau lo ngak jawab pertanyaan gue mending gue loncat dari motor lo" ucap silvi sudah emosi karena tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya


seketika motor itu pun berhenti dan pria tersebut langsung turun lalu menatap wajah silvi yang sedang kesal namun bukan nya menjawab pertanyaan silvi pria itu langsung mengarahkan kedua tangan nya untuk mencubit gemas pipi silvi. mendapatkan tindakan itu silvi langsung menepis kasar tangan pria tersebut dan mengarahkan tatapan membunuh kepada pria itu


" maaf, aku tidak sengaja melakukan nya" ucap pria tersebut menunduk

__ADS_1


__ADS_2