
" apa yang harus aku lakukan agar kucing kecil ku mau menuruti kata - kata ku tanpa harus membuat dia tertekan atau pun merasa tidak nyaman. walaupun saat ini hubungan kami baik - baik saja itu pun hanya sebagai dosen dan mahasiswi dan tidak lebih dari itu. namun aku tidak ingin jika dia dekat dengan laki - laki lain bahkan tidak merasa canggung seperti ketika sedang bersama ku" ucap velix sambil memijat pelipis nya
di sisi lain, lima pasang mata sedang memperhatikan silvi yang sedang duduk santai bersama dengan febrian di sebuah food court sebuah mall. mereka terlihat sedang berbicara dengan sesekali tertawa bersama seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta
" tertawa lah kau sepuasnya wanita sialan, aku akan memberikan pelajaran kepada mu karena sudah menghancurkan hidup ku bahkan keluarga ku harus menderita karena ulah mu" ucap nya sambil menatap tajam kepada silvi sambil mengepalkan tangan nya
ketika melihat seorang pelayan sedang berjalan melewati mereka, salah satu dari lima orang tersebut menghadang pelayan tersebut dan membisikkan sesuatu kepada pelayan tersebut dan di balas anggukan kepala sebagai tanda mengerti setelah itu dia memberikan uang kepada pelayan tersebut dan berkata
" selesai kan pekerjaan mu dengan baik dan jangan sampai tertangkap, apa kau mengerti?" ucap nya
" anda tidak perlu khawatir nona, saya akan melakukannya dengan cepat tanpa ada yang mengetahui nya" ucap pelayan tersebut
" bagus lah, cepat pergi dari sini"
__ADS_1
" permisi nona"
setelah pelayan tersebut pergi, mereka berlima tersenyum sinis kepada silvi
" terimalah pembalasan dari kami wanita sialan" ucap mereka
sementara itu terlihat seseorang sedang berjalan mendekati silvi sambil membawa minuman di tangan nya. orang itu mengenakan masker dan juga topi agar tidak ada yang mengenalinya. dia berjalan dengan cepat dan ketika sampai di dekat silvi, dia berpura - pura tersandung dan dengan sengaja menyiram minum yang dia bawa ke tubuh silvi sehingga membuat silvi seketika berdiri dan menatap tajam kepada orang tersebut
" maafkan saya, tadi kaki saya tersandung dan tidak sengaja membuat pakaian anda kotor"
" ya sudah, lain kali kamu kalau jalan hati - hati agar tidak membuat kesalahan lagi" ucap febrian
" terima kasih, kalau begitu saya permisi. sekali lagi maaf" ucap orang tersebut sambil berjalan meninggalkan silvi dan febrian
__ADS_1
" ya ampun ka, kok orang nya di lepasin sih? kan aku belum maafin dia" ucap silvi
" kan dia udah minta maaf, jadi nggak usah di perpanjang lagi masalah nya. sekarang kamu pergi ke toilet aja dulu buat bersih- bersih, nanti kakak nyusul setelah dari kasir okey" ucap febrian sambil mengusap kepala silvi
" okey, aku ke toilet dulu ya ka" ucap silvi dan di balas anggukan kepala oleh febrian. setelah itu dia bergegas menuju ke toilet untuk membersihkan pakaian nya
setelah sampai di toilet, silvi bergegas menuju ke salah satu ruangan dan menutup pintu ruangan tersebut dan tidak lupa mengunci nya agar tidak ada yang masuk ke ruangan tersebut. kemudian dia membuka kemeja yang dia gunakan sebagai bleser dan membersihkan kemeja tersebut dengan air. namun tiba - tiba tubuhnya terasa gatal tepat di mana minuman itu tumpah
" kok badan aku gatal - gatal kaya gini sih? padahal kan dari tadi baik - baik aja. apa jangan - jangan karena minuman tadi yah? apa orang itu sengaja ngelakuin ini semua sama aku? awas aja kalau ketemu, bakal aku kasih pelajaran sama dia biar tau rasa" ucap silvi geram sambil menggaruk bagian tubuh nya yang terasa gatal
ketika merasa lebih baik, silvi keluar dari ruangan tersebut dan mengenakan kembali kemeja nya yang sudah ia bersihkan. namun ketika dia membuka pintu ruangan tersebut, seorang wanita langsung menyiram silvi dengan air se ember
" upps, basah yah? maaf ya aku sengaja" ucap nya sambil tersenyum
__ADS_1