
setelah menemui anak buah nya dan menyerahkan resep obat yang harus di tebus di apotik. dia bergegas menuju ke kamar nya untuk menjaga silvi dan ketika dia masuk ke kamar nya dia melihat wajah silvi seperti orang yang sedang gelisah. dahinya mengkerut dan terlihat butiran keringat membasahi wajah silvi dan tubuhnya sedikit bergetar
velix segera mendekati silvi dan menggenggam erat tangan silvi. dia berbisik di telinga silvi untuk menenangkan nya
" tenanglah sayang, aku akan selalu ada untuk mu. kau tidak perlu mengkhawatirkan apa pun karena ada aku yang akan melindungi diri mu" setelah membisikkan kata - kata itu velix menatap wajah silvi yang sudah terlihat lebih tenang
" periksa seluruh cctv yang berada di tempat- tempat yang di datangi oleh wanita ku. aku mau secepat nya pelaku yang berusaha mencelakakan nya di seret ke hadapan ku SECEPATNYA"
" siapa pun yang sudah berani mengusik ketenangan wanita ku maka aku tidak akan melepaskan nya dengan mudah. dia harus menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan nya" ucap velix menatap lekat wajah silvi
setelah menunggu sekian lama akhirnya silvi sadarkan diri dan pemandangan pertama kali nya yang di lihat oleh silvi adalah ruangan yang sangat besar dan mewah. silvi merasa tidak asing dengan ruangan tersebut. ketika dia ingin menggerakkan tangan kanannya, tangan nya terasa berat seperti ada yang menahan nya. ketika dia menatap ke arah tangan nya yang terasa berat itu, dia melihat seorang pria sedang tertidur di samping nya dan menjadikan tangannya sebagai bantal dan ketika dia menggerakkan tangan yang satunya lagi terasa nyeri di bagian punggung tangan nya karena terpasang jarum infus
__ADS_1
" apa yang sebenarnya terjadi kepada ku? kenapa aku bisa berada di kamar ini, apa tuan muda itu yang membawa ku ke sini?. ahh aku baru ingat sekarang, ketika aku tersungkur akibat di dorong oleh ibunya ka giofan di rumah sakit tadi ternyata tuan muda itu membawa ku pulang ke rumah nya namun di dalam perjalanan aku merasa tidak enak badan dan akhirnya tidak sadarkan diri." ucap silvi sambil mengingat kembali kejadian yang dia alami
silvi menggerak - gerakan tangan nya agar si tuan muda terbangun dari tidur nya karena tangan nya terasa keram serta tenggorokan nya terasa kering. sedangkan velix yang merasakan tangan silvi bergerak segera tersadar dari tidur nya dan menghujani silvi dengan banyak nya pertanyaan
" syukurlah kau sudah sadar, aku sangat khawatir dengan kondisi mu yang sangat lemah bahkan sampai tidak sadarkan diri. apa ada yang kau inginkan? bagian mana saja yang sakit? apa yang kau rasakan saat ini? apa kepala mu pusing? cepat beritahu aku sekarang juga" ucap velix
" astaga tuan muda bagaimana bisa saya menjawab semua pertanyaan anda bahkan saya baru membuka mata akan tetapi anda sudah menghujani saya dengan banyak pertanyaan" ucap silvi sambil memijat pelipis nya
silvi menjadi merasa bersalah kepada velix dan berkata " anda tidak perlu minta maaf kepada saya karena anda tidak melakukan kesalahan, seharusnya saya berterima kasih kepada anda karena sudah menolong saya"
" tidak perlu berterima kasih kepada ku, cukup kau menjaga dirimu dengan baik itu sudah sangat membantu ku"
__ADS_1
" maksudnya apa?"
" tidak ada apa- apa, apa kau merasa lapar atau pun haus?"
"sebenarnya tenggorokan saya dari tadi terasa kering namun saya tidak bisa menggerakkan tangan saya karena anda menjadikan nya sebagai bantal" ucap silvi
" maafkan aku karena membuat mu harus menahan rasa haus, ini minum lah" ucap velix sambil tersenyum dan membantu silvi duduk bersandar pada bantal yang sudah dia perbaiki posisi nya
tanpa menunggu lama air itu langsung di minum silvi hingga tandas
" terima kasih" ucap silvi sambil menunduk
__ADS_1