
hay reader, di episode kali ini auto kasih sesuatu yang berbeda dari yang sebelumnya yah jadi penasaran kan???
dari pada penasaran mending langsung baca aja tapi sebelum itu autor mau minta maaf karena lambat up nya soalnya jaringan internet di tempat tinggal nya autor lagi ngak bagus jadi ngak bisa update tepat waktu. sekali lagi maaf yah.
jangan lupa like, komen, dan juga vote nya yah
...happy reading guess...
tidak lama setelah febrian pergi meninggalkan rumah silvi, seorang pria sedang berjalan menuju ke rumah silvi dengan pakaian yang sedikit berantakan, bau alkohol yang pekat tercium dari pakaian orang tersebut. ketika sampai di depan pintu rumah itu, dia segera mengetuk pintu rumah itu dan seperti yang dia harapkan. terdengar suara sahutan. dari dalam rumah dan setelah itu pintu pun terbuka, pria itu pun langsung ambruk di hadapan silvi dan membuat silvi mematung di dekat pintu dan menatap lekat seseorang yang berada sedang tidak sadarkan diri di hadapan nya
silvi pov
setelah kepergian febrian, dia segera melangkah menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian seperti yang biasa dia lakukan. ketika dia ini merebahkan diri di tempat tidur nya, dia mendengar suara ketukan di pintu rumah nya membuat nya terpaksa harus bangun dengan mulut yang menguap lebar .dia berjalan mendekati pintu rumahnya dengan menggerutu kesal
" siapa sih yang datang malam - malam kaya gini, ganggu orang mau istirahat aja. udah jam berapa lagi ini, ngak nyadar apa kalau ngak sopan datang bertamu di rumah orang di jam begini. awas aja kalau ngak penting, aku akan kasih dia pelajaran biar ngak se enak nya gangguin orang yang mau istirahat" ucap nya sambil berjalan menuju pintu tersebut
terdengar suara ketukan lagi membuat silvi berteriak dari dalam rumah
" iya, tunggu sebentar" ucap nya
__ADS_1
" siapa sih ngak sabaran banget sih, ngak tau apa kalau aku jalan udah kaya zombi gini gara - gara ngantuk banget" gerutu silvi setelah itu dia memutar kunci yang berada di pintu tersebut dan setelah itu meraih gagang pintu dan membuka nya
namun ketika pintu itu terbuka nampak seorang pria tampan dengan pakaian yang sedikit berantakan dan juga tercium aroma alkohol yang menyeruak.
karena merasa terkejut dengan kedatangan orang tersebut membuat silvi ingin mengeluarkan suara nya namun seketika mata nya membulat sempurna karena terkejut. tiba - tiba orang yang berada di depan pintu rumah nya ambruk dan refleks dia langsung menghindar dari orang tersebut sehingga membuat orang tersebut terjatuh tepat di hadapan silvi membuat silvi mematung di tempat namun dalam hati nya dia bersyukur karena dapat menghindar dari orang itu jika tidak maka tubuhnya pasti akan merasa sakit karena tertimpa tubuh orang itu
pov silvi end
sementara itu silvi mencoba menyadarkan orang yang ada di depan nya dengan menggoyang kan tubuh orang itu namun tidak ada pergerakan sama sekali dan membuat silvi harus bersusah payah untuk membalikkan tubuh orang itu karena dia jatuh dengan posisi telungkup
pria misterius pov
" sepertinya aku mempunyai ide yang brilian untuk mendapatkan apa yang aku inginkan" ucap nya sambil tersenyum
" akhirnya dia datang juga" ucap nya sambil tersenyum penuh makna
dan ketika dia mendengar suara pintu yang sedang di buka dari dalam membuat nya menjadi senang. perlahan pintu rumah itu pun terbuka dan nampak jelas seorang wanita cantik berdiri di depan pintu rumah dengan menggunakan setelan piyama tidur nya dan rambut nya yang sedikit berantakan terurai membuat orang itu terlihat semakin mempesona
matanya berbinar melihat pemandangan di depan nya dan seketika senyuman tipis tersungging di bibirnya ketika melihat wanita itu terkejut dengan kedatangan nya dan membuat dia mengambil kesempatan untuk memeluk wanita itu namun bukannya tubuh wanita itu yang dia peluk akan tetapi lantai yang keras yang dia dapatkan karena tiba- tiba wanita itu segera menghindar dari nya
__ADS_1
(" shit sialan, kenapa menghindar dari ku. dasar kucing kecil nakal, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan. kamu tidak akan bisa menghindar lagi dari ku") ucapnya ketika merasakan sakit di tubuh nya
pria misterius pov end
setelah berhasil membalikkan tubuh orang tersebut, mata silvi lagi - lagi melotot melihat orang yang sedang terbaring tidak sadarkan diri di hadapan nya adalah mantan majikan nya
" astaga, ada apa dengan tuan muda ini? apa yang telah terjadi pada nya?" ucap silvi setelah itu dia berusaha menarik tubuh orang itu ke ruangan tamu yang ada di rumah nya dengan cara menyeret nya karena tubuhnya dua kali lebih besar dari silvi sehingga membuat nya menjadi kesusahan
"ya ampun orang ini makan apa sih kok berat banget kaya kulkas dua pintu" gerutu silvi sambil terus menyeret orang tersebut. setelah sampai, silvi segera menutup kembali pintu rumah nya dan tidak lupa mengunci nya. setelah itu dia bergegas menuju ke arah dapur untuk mengambil baskom berisi air hangat untuk membersihkan tubuh mantan majikan nya agar tidurnya lebih nyaman. dan tidak lupa membawa handuk kecil serta kaos nya yang kebesaran yang dia rasa pas untuk mantan majikan nya itu
(" sebenarnya apa yang di lakukan kucing kecil itu, kenapa lama sekali") gumam nya pelan
setelah sampai di dekat majikan nya itu, silvi segera mendudukkan tubuh majikan nya itu agar lebih mudah untuk membuka pakaian nya. setelah semua pakaian bagian atas tubuh pria itu terbuka, nampak silvi menelan salivanya berulang kali dengan susah payah karena melihat dada bidang serta perut berotot yang menampakkan ABS pria tersebut seperti roti sobek membuat nya refleks untuk menyentuh nya. (" dasar kucing kecil nakal") ucap orang itu dalam hati sambil tersenyum senang.
setelah itu silvi segera membersihkan tubuh pria tersebut dengan handuk kecil yang sudah dia basahi dengan air hangat terlebih dahulu setelah itu dia memakai kan kaos yang sudah dia siapkan sebelumnya. setelah semuanya selesai dia merebahkan tubuh mantan majikan nya tersebut di atas kasur lipat yang baru saja dia ambil dari kamar nya. dengan pelan dia meletakkan kepada majikan nya itu di atas bantal dan membetulkan posisi tidur pria tersebut setelah itu dia menutupi tubuh orang tersebut menggunakan selimut setelah selesai dia segera membersihkan barang - barang yang dia gunakan untuk membersihkan tubuh pria tersebut setelah itu bergegas menuju ke kamar nya membersihkan kembali tubuhnya serta mengganti pakaian nya lagi karena pakaian nya yang sebelumnya sudah basah dengan keringat karena membantu mantan majikan nya itu.
dia segera merebahkan tubuh nya di tempat tidur nya dan tanpa menunggu lama dia pun sudah masuk ke dalam dunia mimpi. sementara itu pria yang tadi sudah dia anggap tertidur pulas akibat mabuk berat kini membuka mata nya secara perlahan, mata nya mengamati penampilan nya saat ini yang sedang berbaring di atas kasur lipat menggunakan kaos agar kekecilan di tambah dengan masih menggunakan celana kain setelan kantor nya dan kini tubuhnya di tutupi dengan selimut berwarna biru muda membuat senyum di wajah nya mengembang sempurna
dia menyusuri setiap ruangan yang berada di rumah tersebut dan menemukan apa yang dia cari yaitu si kucing kecil nya yang sekarang sudah tertidur lelap di bawah selimut yang warnanya sama dengan yang dia gunakan untuk menyelimuti mantan majikan nya
__ADS_1
dengan pelan dia mendekati silvi dan merebahkan tubuh nya di sebelah silvi setelah itu dia mengarahkan tangan nya untuk memindahkan kepala silvi di atas lengan nya dan refleks silvi membalikkan badan nya menghadap ke arah nya sehingga membuat nya tersenyum karena dapat menatap wajah silvi yang tertidur pulas seperti seorang bayi. tangan nya memeluk erat tubuh silvi dan tidak lupa mencium kening dan pucuk kepada silvi setelah itu membenamkan tubuh silvi ke dalam pelukan nya dan membuat nya terlelap dengan posisi memeluk erat tubuh silvi seperti guling
(" rasa nya sangat nyaman saat memeluk mu seperti ini dan menghapus bekas pelukan orang lain dari tubuh mu. biarkan seperti ini saja untuk saat ini karena aku harus selalu melindungi mu. tunggulah sebentar, aku akan memeluk mu seperti ini setiap saat akan tetapi bukan sekarang karena masih banyak musuh yang belum aku temukan keberadaan nya dan bisa saja mereka menjadikan mu sebagai kelemahan ku. aku tidak ingin melihat mu terluka sedikit pun") gumam nya pelan sambil mengeratkan pelukan nya dan menyusul silvi ke alam mimpi