
" maaf kan saya tuan, saya ada sedikit masalah tadi ketika di perjalanan menuju ke perusahaan dan mohon maaf jika saya tidak memberikan kabar sebelumnya, saya tidak bermaksud menjadi seorang pria yang tidak bertanggung jawab atas pekerjaan" ucap hendrik sambil menatap ke arah bos nya itu
" yah sudah kalau begitu, kali ini saya maafkan tapi tidak untuk lain kali dan ingat ini peringatan untuk kamu. dan ambil berkas - berkas ini karena kepala saya mau pecah mengerjakan nya jadi sekarang juga kamu lanjutkan pekerjaan itu saya mau istirahat dulu" ucap giofan sambil menunjuk pada tumpukan berkas yang di kerjanya lalu mengibas kan tangan nya untuk memberi kode kepada asisten nya itu agar segera keluar dari ruangan nya
setelah mendengarkan perintah dari atasnya itu hendrik langsung mendekati tumpukan berkas yang di tunjukkan oleh giofan lalu berbalik arah menuju ruangan nya namun sebelum itu dia membungkuk memberikan hormat lalu menutup pintu ruangan tersebut
(" cihh aku sangat tidak suka di perintah seperti ini apalagi oleh seorang pria lemah seperti dia, seandainya saja nyawa ku tidak terancam oleh orang - orang itu mana mungkin aku bertahan di sini lagipula saat ini hanya tempat ini yang paling aman untuk ku bersembunyi dan tidak mungkin mereka datangi")
setelah sampai di ruangan nya, dia bergegas masuk dan mengerjakan pekerjaan kantor yang menumpuk dari atasan nya
__ADS_1
sementara itu di sebuah ruangan yang bercorak hitam putih yang terkesan manly serta fasilitas dan furnitur nya yang lengkap dan terkesan mewah, seorang pria tampan sedang duduk santai di singgasana nya sambil memangku kaki kanan nya di atas kaki kiri nya sambil menyandarkan punggung nya tatapan matanya tajam bagaikan burung elang yang siap menangkap mangsa, aura dingin dari pria tersebut dapat membuat siapa pun akan bergidik ngeri bahkan tidak ada yang berani menatap pria itu
ketika pria itu memejamkan matanya, ada seorang yang mengetuk pintu ruangan nya
tok tok tok
" masuk"
"siapa yang berani membantu nya???" tanya pria itu tanpa menatap bawahan nya
__ADS_1
" dia seorang wanita bos namun kami tidak melihat jelas wajah nya setelah memukul kami menggunakan balok kayu"
brak pria itu menggebrak mejanya sambil menatap tajam kepada bawahan nya
" dasar tidak berguna!!!!!! bisa - bisa nya kalian kalah dengan seorang wanita, apakah wanita itu termasuk anggota mereka???? tanya nya dengan muka yang merah padam sambil mengeraskan rahang nya
" wanita itu tidak termasuk anggota mereka bos dan kami sudah menyelidiki nya. tidak ada satu pun anggota mereka wanita"
"cari tau sekarang juga siapa wanita itu? ada hubungan apa dengan anggota mereka dan kenapa dia meloloskan orang itu, serta lacak terus keberadaan orang itu jika kalian sudah menemukan nya seret dia kehadapan ku. ingat cari sampai ketemu, aku tidak akan membiarkan tikus kecil itu lolos" ucap pria tersebut sambil mengibas kan tangan nya
__ADS_1
(" aku tidak akan membiarkan tikus kecil seperti mu lolos dari tangan ku, kalian bermain - main dengan orang yang salah dan akan aku buat kau menderita seperti di neraka bahkan kau akan menyesal telah lahir di dunia ini") ucap pria itu dalam hati sambil menunjukkan senyum devil nya