
setelah permasalahan yang di alami nya sudah menemukan titik terang, silvi menjadi lebih tenang bahkan dia terlihat sangat bersemangat. bagaimana tidak bersemangat jika beasiswa nya tidak akan di cabut oleh pihak kampus karena dia dapat menemukan dalang dari gosip miring yang beredar tentang nya.
kebahagiaan nya dia salurkan pada hal yang positif dan sangat dia sukai yaitu olahraga basket. walaupun dia tidak pernah ikut olimpiade atau pun pertandingan basket selama ini namun kemampuan nya juga tidak bisa di remehkan begitu saja. bahkan bakatnya yang satu ini tidak pernah ada yang mengetahui nya karena dia selalu berlatih di lapangan basket sekitar rumah nya saja itu pun ketika berlatih dia akan merubah sedikit penampilan nya seperti saat ini. dia hanya menggunakan kaos polos yang kebesaran dan juga celana trening dan sepatu kets nya dan tidak lupa dia menguncir rambut panjang nya dan juga topi yang biasa dia gunakan.
dia bermain basket pada sore hari ketika dia memiliki waktu luang sekedar menghibur diri apalagi sampai saat ini dia bahkan tidak memiliki handphone untuk sekedar melihat perkembangan teknologi dan informasi saat ini. membuat dia selalu fokus untuk menyelesaikan pendidikan nya secepat nya agar dia tidak susah untuk mencari pekerjaan di waktu yang akan datang.
" hmmm, capek juga yah main kaya gini" ucap nya
" coba aja masih ada sifa sama nina, pasti bakalan seru kaya dulu" ucap nya sambil tersenyum membayangkan masa - masa di mana dia dan kedua sahabat nya bermain basket bersama
__ADS_1
" ah aku jadi kangen sama mereka. kira - kira mereka masih ingat ngak yah sama aku? tanya nya pada diri nya sendiri.
kini dia berdiri bersiap untuk pulang karena hari sudah hampir gelap. dia bergegas untuk pulang ke rumah nya namun sebelum dia sampai di rumah nya ada sekitar tiga orang preman menghadang jalan nya
" halo cantik, kok sendiri aja sih? sini biar kami temani" ucap salah satunya sambil tersenyum
" aku tidak butuh di temani, jadi pergi saja dari sini tidak usah mengganggu ku" ucap silvi cuek
" berhenti di situ dan enyah lah dari sini" ucap silvi dingin. namun mereka berjalan semakin mendekat dan salah satunya menggapai tangan silvi namun dengan gerakan cepat silvi memutar tangan orang itu kebelakang lalu menendang kaki nya sampai membuat orang itu berlutut.
__ADS_1
dua orang yang yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi murka sehingga mereka menyerang silvi secara bersamaan namun dengan cepat silvi menghindari kepalan tangan dua orang tersebut dan setelah itu dia segera menyerang mereka satu persatu.
setiap gerakan tangan nya cepat sehingga membuat mereka tidak bisa membaca gerakan silvi untuk menghindari ataupun menghentikan gerakan nya. silvi mengarahkan kepalan tangan nya cepat ke wajah dan juga perut mereka secara bergantian dan setelah itu dia mengarahkan tendangan nya kearah ************ kedua orang tersebut dan membuat mereka mengerang kesakitan
" sial, ternyata dia sangat kuat. ya ampun semoga saja senjata ku tidak kenapa- kenapa, jika tidak maka hancur sudah masa depan ku" ucap salah satunya sambil memegang pusaka nya yang sakit akibat tendangan silvi
" pergi sekarang juga sebelum aku menghabisi kalian semua"
tanpa menunggu lama, mereka segera berlari menjauh dari silvi karena tidak ingin merasakan pukulan dari nya lagi. mereka berlari dengan terseok - seok menahan rasa sakit yang ada di tubuh mereka
__ADS_1
" hmmm mengganggu saja" gerutu nya kesal