Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan

Gadis Tomboy Kesayangan Tuan Muda Tampan
bab 81


__ADS_3

saat ini dion sedang dalam perjalanan menuju ke tempat daniel membawa silvi, tepatnya di sebuah vila kosong di tengah hutan. dia bergegas menuju ke tempat tersebut dengan anak buah nya yang terbaik. karena menggunakan motor sport, dion sampai lebih cepat dari anak buah nya dan ketika dia menghentikan motor nya, anak buah daniel sudah mengepung nya namun bukan nya takut, dion hanya tersenyum ketika turun dari motor sport nya.


" wah wah wah, ternyata ada yang berbaik hati memberikan sambutan untuk ku" ucap dion sambil tersenyum sinis kearah anak buah daniel


" cih, kau fikir kami di sini ingin menyambut kedatangan mu? apa kau sudah tidak waras, untuk apa juga menyambut orang seperti mu" ucap salah satu anak buah daniel


" tidak perlu banyak bicara, cepat serahkan wanita yang saat ini sedang kalian sekap di dalam vila itu" ucap dion


" apa hak mu untuk meminta wanita itu? lagi pula saat ini wanita itu mungkin saja sedang bersenang- senang dengan bos kami" ucap nya dan di sambut tawa dari rekan nya


" brengsek, aku akan menghancurkan kalian semua" ucap dion sambil mengayunkan kepalan tangan nya kepada anak buah daniel dan terjadi lah perkelahian yang tidak seimbang. di saat dion sedang menghadapi anak buah daniel, seseorang menyetir mobil nya dengan kecepatan tinggi dan menabrak pintu vila tempat silvi berada


bruk bruk bruk


suara pintu vila yang hancur akibat di tabrak oleh orang tersebut. setelah itu dia bergegas keluar dari mobilnya dan langsung menghajar anak buah daniel yang sedang berdiri di depan pintu sebuah ruangan


" cepat katakan sekarang juga dimana kalian membawa wanita ku" ucap nya sambil mencengkeram leher orang itu

__ADS_1


" di di dalam ruangan itu" ucap nya sambil meringis kesakitan


setelah mengetahui keberadaan silvi, pria itu bergegas menuju ke ruangan tersebut dan langsung menendang pintu ruangan itu dengan kuat sehingga membuat pintu ruangan tersebut langsung terbuka dan


bam ( suara pintu yang terbuka secara kasar)


dan ketika pintu terbuka, mata pria itu langsung merah karena melihat hal yang membuat emosi nya meledak


" dasar brengsek, aku akan menghabisi mu sekarang juga" ucap velix langsung menyerang daniel yang saat ini sedang menyeret paksa silvi ke ranjang karena sesaat setelah anak buah daniel pergi, silvi segera menendang pusaka milik daniel karena saat itu daniel sedang berusaha melepaskan kancing kemeja nya. beruntung dia berpura - pura tidak sadarkan diri agar dapat melarikan diri dari tempat itu namun karena tubuhnya sudah kelelahan, dia terjatuh ke lantai dan saat itu daniel menyeret paksa silvi


" dasar brengsek, laki- laki sialan. aku akan membunuh mu. beraninya kau menyentuh wanita ku dasar bajingan" ucap velix sambil terus menerus menghajar daniel dengan membabi buta dan juga sumpah serapah yang mengutuk daniel


sementara itu, silvi yang melihat velix menghajar daniel tanpa memperdulikan kondisi daniel yang sudah tidak sadarkan diri segera menghampiri velix untuk meminta nya untuk berhenti menghajar daniel


" tuan muda, tolong hentikan. dia sudah tidak sadarkan diri tuan" ucap silvi sambil mendekat ke pada velix


" tuan muda tolong berhenti. lebih baik kita pergi dari sini" ucap silvi

__ADS_1


mendengar ucapan silvi, dengan cepat velix menghampiri nya dan segera membawa silvi masuk ke dalam pelukan nya sambil terus mengusap kepala silvi


" apa kau baik - baik saja? apa kau terluka? apa dia menyakiti mu? cepat beritahu aku agar aku akan langsung membalas nya" ucap velix sambil menatap mata silvi namun sebelum silvi menjawab, dion beserta anak buah nya langsung menemui velix


" tuan muda tidak apa - apa?" tanya dion


" ya, aku baik - baik saja. kalian semua urus si brengsek itu dan segera temukan wanita sialan itu" ucap velix sambil melepaskan jas yang ia gunakan dan memakaikan nya pada silvi


" dion ayo kita pulang" ucap velix


" baik tuan muda"


di dalam perjalanan pulang, tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut silvi maupun velix namun velix tidak mau melepaskan silvi dari pelukan nya dan memilih untuk menutup mata nya sambil terus mengusap kepala silvi dengan lembut


silvi yang sedang kelelahan akibat melawan anak buah daniel secara bersamaan pun tidak menolak perlakuan velix pada nya bahkan dia merasa sangat nyaman dan tanpa menunggu waktu lama dia pun tertidur pulas dalam pelukan velix


(" apakah senyaman itu di dalam pelukan ku sehingga membuat mu tertidur pulas seperti itu?, dasar kau kucing nakal, berani nya membuat aku harus terus menerus mengkhawatirkan mu") gumam velix sambil menatap silvi yang sedang tidur dalam pelukan nya

__ADS_1


__ADS_2